tyaspunya

Haruskah Jawa Barat Banyak Industri Perak?

Posted: May 21st 2014

images (1)

Berdasarkan jenis Komoditasnya, potensi mineral logam di Jawa Barat di bedakan atas : Emas; Perak; Tembaga; Seng; Timbal; Pasir besi; Mangan dan Pasir titan. Keberadaan sumberdaya tersebut tersebar di beberapa kabupaten di Jawa Barat, dan umumnya telah dan sedang dilakukan penambangan ataupun masih dalam tahap eksplorasi.

Sebenarnya seberapa kaya sih Jawa Barat itu?hm,
Ternyata, bijih perak sumberdayanya sebesar 258.000 (Tereka), 973.000 (Tertunjuk) dan 357.300 (Terukur) masing-masing dalam ton, sementara cadangan Terkira sebesar 1.446.000 ton bijih dan cadangan Terbukti sebesar 1.774.000 ton bijih dengan kadar berkisar antara 67,6 – 170,79 gram/ton.

Wah wah wah…memang kaya ya?Tapi kok industri perak belum marak ya di Jawa Barat?Mungkin akan lebih bagus jika perak yang belum digali itu segera dimanfaatkan secara optimal, bahkan dibuka industri-industri yang bergelut dalam kerajinan perak seperti di Koto Gadang-Sumatera Barat, Kotagede di D.I Yogyakarta, Bangil di Jawa Timur dan Celuk di Bali. Di bawah ini ada contoh cincin yang dibuat dari perak.

perak1

Sentra kerajinan perak di Indonesia lainnya adalah Bali. Kerajinan Bali pun memiliki karkateristik tersendiri. Teknik pembuatan perhiasan Bali umumnya ada empat, yaitu jawan/granulasi, rantai, tenun dan ukiran. Untuk desain, misalnya, tulang naga. Awalnya, kerajinan khas Bali dikenal dengan kerajinan perak bakar, ciri khas pembeda dengan hasil kerajinan dari Jogja. Namun demikian, seiring dengan berjalannya waktu, kerajinan khas Bali lebih mengikuti selera internasional. Saat ini, misalnya, beberapa rancangan pengrajin perak di Bali diinspirasi aliran harajuku yang sedang menjadi tren model di pasar Jepang.

Berdasarkan data Biro Pusat Statistik (BPS), ekspor perhiasan perak Bali mencapai 78% dari total ekspor perhiasan perak Indonesia pada tahun 2011. Diikuti oleh DKI Jakarta, Jawa Timur dan Yogyakarta dengan masing-masing 19,42%, 2,64% dan 0,02%. Secara kuantitas, ekspor Indonesia menurun di tahun 2011 sebesar 11,67% dari 287 ton menjadi 254 ton. Namun, dari segi nilai, ekspor Indonesia untuk produk ini mencapai US$ 76,12 juta atau meningkat 12,97%. Dua negara portal perdagangan, yaitu Hong Kong dan Singapura, merupakan negara tujuan ekspor utama bagi produk perhiasan perak asal Indonesia. Tahun 2011, BPS mencatat hampir 56% dari total ekspor perhiasan perak Indonesia ditujukan untuk dua negara tersebut. Nilai ekspor masing-masing yaitu US$ 22,03 Ribu ke Hong Kong (28,94%) dan US$ 20,54 ribu ke Singapura (26,98%).

Nah, kalo perak benar-benar dimanfaatkan pasti ekonomi negara juga akan meningkat! Jadi, tunggu apalagi? Teknologi sudah canggih kok. Ya walaupun biayanya mahal, tapi kalo bisa sampai mengekspor seperti itu kan OK bangetttt…

Sumber:
Bustami, G. 2012. Membedah Potensi Industri Perak di Indonesia. djpen.kemendag.go.id. Diakses tanggal 20 Mei 2014.
Rosana, M., Widhiyatna, D., dan Kartawa, W. POTENSI SUMBERDAYA MINERAL JAWABARAT:
Menuju Pembangunan Jawa Barat yang Berkelanjutan. http://pustaka.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2013/08/POTENSI-SUMBERDAYA-MINERAL-LOGAM-DAN-NON-LOGAM-JAWABARAT_new.pdf. Diakses tanggal 20 Mei 2014.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php