tyaspunya

Sawo Kecik Juga Ingin Dilirik

Posted: May 20th 2014

Sawo kecik itu seperti apa sih? Mari kita lihat!!!

a

Nah, mungkin ada teman-teman yang belum pernah lihat pohon si sawo kecik ini. Jadi si sawo kecik (Manilkara kauki L.Dubard) yang buahnya mungil ini berupa pohon yang dapat mencapai tinggi 30 m dan diameter batang lebih dari 100 cm, batangnya berbanir tebal dengan tinggi banir sampai 1,5 m, serta kulit batang retak-retak dan beralur. Pohon sawo kecik memiliki daun tunggal yang berkelompok di ujung ranting, berbentuk bulat telur terbalik melebar hingga menjorok lebar, berukuran 5-15 cm x 3-8 cm. Permukaan atas daun licin, berwarna hijau tua mengkilap, permukaan bawah berbulu halus menyerupai beludru berwarna kelabu kecoklatan, pangkal melancip, ujungnya membundar hingga agak bertakik.
1w

Terus kalo buahnya aja sekecil itu, apa yang bisa dimakan ya?Tapi jangan salah, daging buahnya lumayan tebal kok, rasanya juga manis dan tidak banyak mengandung air. Buahnya biasanya yang muda berwarna hijau, semakin tua warna buah berangsur-angsur menjadi kuning, oranye sampai merah kehitaman. Jadi, kalo mau merasakan sawo kecik yang benar-benar manis ya tunggu sampai si sawo berwarna merah kehitaman. Kalo suka yang agak sepet, bisa coba yang masih berwarna kuning 

Bagaimana dengan penyebaran dari sawo kecik ini?Ternyata penyebarannya cukup luas di Indonesia ini. Sawo kecik terdapat di daerah Sumatera bagian utara, Jawa, Madura, Bali, Sulawesi, Maluku dan Sumbawa. Tapi, sayangnya kini pohon ini sudah JARANG!!! Memang sih, pohon ini awalnya tersebar di beberapa pulau Indonesia. Tapi nyatanya sekarang sudah jarang, walaupun di Jawa masih ada di daerah pedesaan. Pohon ini biasanya memang hanya digunakan sebagai tanaman hias, tanaman pelindung di pinggir-pinggir jalan, bahkan hanya dimanfaatkan kayunya. Mengapa pohon ini sekarang sudah jarang?Ya kalo banyak yang memanfaatkan kayunya tapi tidak melakukan penanaman lagi pasti bisa-bisa menjadi punah. Faktor lain yang mempengaruhi sebenarnya teknik penanganan benih belum dikuasai sepenuhnya dan pertumbuhannya memang sangat lambat. Oleh karena itu, perlu digalakkan penanaman kembali pohon ini, jadi buahnya pun besok bisa dimanfaatkan menjadi produk olahan seperti kripik, selai, manisan buah, atau produk lainnya.

 

By: Agustina Tyas Wulandari dan Henry Wijaya


4 responses to “Sawo Kecik Juga Ingin Dilirik”

  1. veronica says:

    wahh jadi pengen nyoba makann nih 😀
    kalo di Jogja ini cari buahnya dimana yak? info plis hehe

  2. endang sigiro says:

    dikampus mah ini ada ver
    sempat berbuah tapi tak sampai ditangan
    abisnya banyak yang ngambilin sih hihi
    semoga taun ini kebagian wkwk

  3. jerry9212 says:

    Bentuknya lebih kecil dari sawo biasanya ya?, jd penasaran sama rasanya nih hehe

  4. tyaswulan says:

    hahaha, bagi yang ingin merasakan boleh maen ke bantul, setauku masih ada walaupun ini memang udah jarang banget n bahkan belum dimanfaatkan dgn optimal. Semangat bercinta dengan buah lokal 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php