tyaspunya

Awalnya Diduga Berbeda ternyata Satu Nenek Moyang

Posted: May 10th 2014

Awalnya Diduga Berbeda ternyata Satu Nenek Moyang

page

 

Gambar a. meniran, b. katuk, c. cereme

Apakah ketiga daun itu sama? Terlihat beda bukan?Padahal itu satu nenek moyang lho…sebelum masuk pada bahasan yang lebih serius, mari kita lihat perbedaan Gambar a dan b.

Phyllanthus acidus

Phyllanthus niruri

tumbuhan pohon herba
penyebaran

stomata yang hipostomatik

Penyebaran stomata amfistomatik
densitas stomata tidak padat (rata-rata 12,53 buah per mm2) densitas stomata sangat padat di sisi bawah

daun (rata-rata 48,08 buah per mm2)

Phyllanthus niruri L. (meniran), yang dikenal oleh masyarakat Indonesia khususnya sebagai obat tradisional untuk menyembuhkan diare, sariawan, kencing batu, malaria dan peluruhan air seni (diuretikum), merupakan salah satu kelompok tumbuhan besar dan beraneka ragam dalam morfologinya. Distribusi tumbuhan ini sangat luas meliputi Asia, Australia, Amerika, dan Afrika. Tumbuhan ini tumbuh liar di tempat terbuka (misalnya di pantai, ladang, dan tepi sungai) pada ketinggian mulai dari satu sampai 1000 m dpl.

Meskipun karakteristik jenis ini secara morfologi sudah jelas, tetapi hubungan filogenetik atau kekerabatan di dalam jenis (intraspecies) dan kekerabatannya dengan jenis-jenis lainnya (interspecies) di dalam famili Euphorbiaceae masih belum terselesaikan karena keanekaragaman morfologi anggota-anggotanya, misalnya, warna batang/cabang, bentuk daun, dan pola percabangan. Salah satu cara untuk klasifikasi yakni dengan  membagi meniran menjadi tiga kelompok berdasarkan karakter morfologi warna batang dan cabang, yaitu meniran merah, meniran kuning, dan meniran hijau. Tetapi karakter warna batang cenderung sangat dipengaruhi oleh lingkungan. Karena kelemahan karakter morfologi inilah, data yang diperoleh dari urutan basa DNA digunakan untuk membangun hubungan filogenetik.

Analisis filogenetik dapat dilakukan dengan menggunakan karakter DNA, yaitu urutan nukleotida daerah ITS (Internal Transcribed Spacer). Amplifikasi daerah ITS yang dilakukan dengan menggunakan satu pasang primer, ITS4 (5’-CCCGCCTGACCTGGGGTCGC-3’) sebagai reverse primer dan ITS5 (5’-TAGAGGAAGGA GAAGTCGTAACAA-3’) sebagai forward primer.  Urutan basa DNA yang diperoleh dari daerah ITS disejajarkan dengan menggunakan program komputer ClustalX. Analisis filogenetik berdasarkan metode parsimoni dilakukan dengan menggunakan program komputer PAUP versi 4.0b10.

Jadi, tumbuhan yang awalnya diduga berbeda tadi, ternyata memiliki hubungan kekerabatan yang dekat setelah dilakukan penelitian dengan menggunakan urutan basa daerah ITS. Selain dapat digunakan untuk mengetahui hubungan kekerabatan, dapat digunakan pula untuk memprediksi kandungan biokimianya. Hal itu ditunjukkan pada meniran (Phyllanthus niruri) dan katuk (Saoropus androgymus) yang berkerabat sangat dekat. Katuk diprediksi kuat mengandung senyawa imunomodulator, seperti halnya meniran.

Sumber: Hidayat, T., Diah, K., Kusdianti, Dian, D.Y., Astry, A. M., dan Dina, M. 2008. Analisis Filogenetik Molekuler pada Phyllanthus niruri L. (Euphorbiaceae) Menggunakan Urutan Basa DNA Daerah Internal Transcribed Spacer (ITS). Vol. 13(1): 16-21.


4 responses to “Awalnya Diduga Berbeda ternyata Satu Nenek Moyang”

  1. VINCENT DEAN SADEWO says:

    amazing…wonderful… spectaculer…
    ternyara molekuler bisa menemukan pengetahuan yang baru dan menggantikan teori2 yang sebelumnya….terimakasih tyas…

  2. Yudhistira says:

    Nambah pengetahuan nih, ternyata tanaman walau berbeda2 tapi ada yang tetep 1 jua, maksudnya 1 nenek moyang, hehehe

  3. veronica says:

    pengetahuan baru nih,bagus 🙂 tapi mau nanya nih gambar yang a,b dan c itu yg mana? alangkah lebih baik kalo dispesifikan langsung 🙂

  4. tyaswulan says:

    Terima kasih teman2 hehehe
    Untuk gambarnya itu dari atas urutan a-b-c ya, tp thanks masukannya 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php