Trifan's Blog

Indonesia dan Ekologi Molekuler : Setitik informasi mengenai kajian molekuler di Indonesia

Posted: August 21st 2017

Apakah spesies a yang ditemukan di wilayah x dan y merupakan satu spesies yang sama? Pertanyaan seperti itu mungkin sering terlintas dibenak kita jika melihat suatu spesies yang sama namun pada daerah yang berbeda. Pertanyaan seperti itu merupakan pertanyaan ekologi yang dapat dijawab secara konvensional, namun ketika cara konvensional masih belum bisa atau sulit  untuk menjawabnya maka kajian molekuler dapat membantu untuk mendapatkan jawaban yang dibutuhkan. Kajian semacam ini umumnya dikenal sebagai ekologi molekuler. Kajian ekologi molekuler sendiri di Indonesia sekarang sudah mulai banyak dilakukan. Salah satunya adalah yang dilakukan oleh Anantyarta (2017) yang mengkaji tentang variasi genetik kerbau (Bubalus bubalis) pada kerbau Pacitan dan kerbau Tuban berbasis mikrosatelit. Mikrosatelit sendiri merupakan penanda genetik berupa urutan DNA pendek yang berulang dan umum digunakan untuk kajian evolusi dan kepentingan program pemuliaan. Kajian mengenai variasi genetik pada kerbau ini berguna dalam upaya pelestarian peningkatan produktivitas dengan menciptakan individu yang berkualitas tinggi. Studi … Read more


Tour De’ Mahakam

Posted: December 2nd 2016

Pesut mahakam merupakan mammalia air endemik di Sungai Mahakam Kalimantan Timur. Spesies ini menurut pemantauan terakhir hanya tersisa 92 ekor (Noor dkk, 2012) sehingga masuk daftar IUCN Redlist dalam kategori CR (Critically Endangered). Spesies ini mengalami penurunan populasi akibat dari berbagai faktor seperti kerusakan habitat dan  perburuan. Oleh sebab itu, sudah semestinya kita harus peduli kepada nasib keluarga satu famili di kerajaan hewan ini. Untuk deskripsi lebih lengkap tentang pesut mahakam, bioekologi, dan faktor ancamannya bisa dilihat di postingan sebelumnya yaa…. Salah satu kegiatan untuk edukasi tentang konservasi yang menyenangkan adalah dengan berwisata.  Misalnya wisata Tour De’ Mahakam yang diadakan oleh Balai Wilayah Sungai Kalimantan III.  Program ini sebenarnya merupakan kegiatan Kampanye Peduli Sungai yang dilaksanakan  oleh Balai Wilayah Sungai Kalimantan III sebagai salah satu program Pengembangan Jaringan Komunitas Pemantauan Kualitas Air Sungai Mahakam. Kegiatan ini melibatkan para mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi. Kegiatan ini mendapatkan antusias yang baik dari para mahasiswa … Read more


Bioekologi Pesut Mahakam

Posted: October 31st 2016

Pesut Mahakam diklasifikasikan  sebagai berikut : Kingdom : Animalia Filum : Chordata Kelas : Mammalia Ordo : Cetartiodactyla Famili : Delphinidae Genus : Orcaella Spesies : O.brevirostris (Gray, 1866) Populasi pesut mahakam (Orcaella brevirostris Gray 1866) yang hidup di Sungai Mahakam, Kalimantan Timur berada dalam ancaman kepunahan yang serius disebabkan ukuran  populasinya yang kecil, terisolasi dan menghadapi berbagai macam tekanan untuk dapat bertahan hidup. Oleh IUCN pesut mahakam diberi status Critically Endangered  atau kritis, dimana jumlah individu dewasa berkisar 59-79 ekor.  Di Indonesia, pesut Mahakam termasuk satwa yang dilindungi undang-undang, bahkan sejak 2008 pesut mahakam ditetapkan sebagai spesies yang menjadi fokus dan prioritas upaya konservasi jenis di Indonesia sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Kehutanan No. 57 Tahun 2008 (Noor dkk, 2013). Pesut menempati posisi teratas pada ekosistem perairan asin, payau dan air tawar yang dangkal, di perairan pantai pesut hidup pada kedalaman tidak lebih dari 20-30 meter dan di sungai pada … Read more


Pesut Mahakam : si Mammalia yang kian tersudut

Posted: August 24th 2016

Ketika ditanya tentang Pesut Mahakam apa yang ada dibenak kalian?? kebanyakan pasti bertanya balik apa itu? ya, reaksi tersebut memang wajar mengingat pesut mahakam tidaklah sepopuler lumba-lumba hidung botol atau paus bongkok. Di habitat aslinya saja, di Sungai Mahakam yang terbentang melintasi Kota Samarinda, Kabupaten Kutai Kartanegara, dan Kabupaten Kutai Barat mungkin hanya segelintir orang yang pernah melihat langsung, itupun hanya orang-orang yang bermukim di bagian hulu Sungai Mahakam yang sepi dari hiruk pikuk transportasi air ataupun peneliti yang berhari-hari menyusuri bagian hulu sungai dengan perahu yang dapat melihatnya secara langsung. Saya pribadi sih, sebagai warga Kota Tenggarong yang sering menyebrangi Sungai Mahakam tidak pernah melihat Pesut Mahakam yang masih hidup secara langsung, hanya dari museum saja dimana sudah berbentuk awetan pesut atau berwujud patung-patung pesut yang ada di sekitar kantor gubernur KalTim . Hal ini tidak mengherankan karena status Pesut Mahakam menurut IUCN yakni masuk dalam kategori CR (Critically Endangered), dimana jumlah populasinya … Read more


Hello world!

Posted: August 19th 2016

Welcome to Komunitas Blogger Universitas Atma Jaya Yogyakarta. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!



© 2017 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php