resiko-program-bayi-tabung

Inilah Risiko yang Mesti Dipertimbangkan Saat Memilih Bayi Tabung

Program bayi tabung dikenalkan pertama kalinya di Indonesia pada 1988. Waktu itu, beberapa kumpulan team dokter yang dipimpin Sudraji Sumapraja lakukan operasi perpindahan sel telur dari ovarium dan membuahinya dengan sel sperma di luar badan ibu pemilik sel telur.

Semenjak itu, banyak pasangan yang sudah lama menikah dan tidak memiliki anak pilih program bayi tabung. Ada beragam proses yang sulit saat lakukan program bayi tabung.

Jadi tidak bingung bila program ini memerlukan ongkos yang lumayan besar. Walau demikian, hal itu tidak menurunkan niat beberapa pasangan untuk jalani program bayi tabung.

Bukti-bukti canggih mendapati jika program bayi tabung rupanya tidak seutuhnya aman. Ada banyak resiko yang memungkinkan dirasakan oleh pasangan atau anak yang tercipta lewat program ini.

Walau kesempatan kesuksesannya lumayan tinggi, program bayi tabung mempunyai beberapa resiko kompleksitas yang penting diperhitungkan baik. Resiko bayi tabung di antaranya adalah:

Sindrom Hiperstimulasi Ovarium (OHSS)

Sindrom hiperstimulasi ovarium (OHSS) muncul karena keadaan ovarium yang hasilkan sel telur semakin banyak dari kondisi normal. Sekitaran 2 % wanita yang jalani bayi tabung alami sindrom ini.

Keadaan ini umumnya sebagai efek dari obat penyubur yang diberi saat jalani proses bayi tabung. Selain itu, wanita yang mempunyai berat tubuh benar-benar rendah, kegemukan, atau yang awalannya mempunyai jumlah sel telur yang banyak dapat alami sindrom OHSS.

Anak Terlahir Kembar

Selama ini, bayi tabung dipandang seperti program hamil yang handal untuk memperoleh bayi kembar. Tetapi, langkah pandang aji mumpung ini sebetulnya salah dan perlu direvisi.

Bayi tabung memang lumayan banyak hasilkan anak kembar. Beberapa 17 % kehamilan kembar datang dari program IVF. Tetapi, kehamilan kembar rupanya bukan arah khusus yang diharapkan dari program IVF.

Baca Juga : Info Bayi Tabung

Rupanya kehamilan kembar benar-benar beresiko tinggi untuk persalinan prematur dan beragam kompleksitas yang lain. Selainnya prematur, resiko kehamilan kembar dari program bayi tabung dapat memacu permasalahan kesehatan pada ibu, misalnya:

Risiko Operasi Caesar Lebih Tinggi

Jadi , sebaiknya bayi kembar bukan jadi tujuan khusus untuk pasangan suami istri yang ingin mempunyai anak lewat program bayi tabung. Hal yang terpenting yaitu memastikan bayi lahir normal dan sehat. Ini bisa terjadi saat kamu kurangi jumlah embrio yang dimasukkan proses bayi yang ditabung.

Hamil di Luar Kandungan (Kehamilan Ektopik)

Terjadinya kehamilan ektopik sebagai salah satunya resiko bayi tabung yang perlu dicurigai wanita. Kompleksitas kehamilan ini terjadi saat sel telur yang telah dibuahi melekat pada tempat lain selainnya kandungan, umumnya di tuba falopi.

Sel telur yang dibuahi juga bisa melekat pada rongga perut, atau malah pada leher kandungan. Beberapa ciri khusus dari kehamilan ektopik ialah sakit di perut luar biasa di salah satunya segi, keputihan yang berwarna condong kotor atau gelap, dan bintik darah enteng.

Nah, itulah tadi beberapa resiko yang mesti Anda perhatikan saat ingi menjalani program bayi tabung. Semoga pembahasan kami kali ini bermanfaat untuk Anda semua.