5 Pantangan Bagi Pengantin Baru Setelah Menikah Agar Terhindar Dari Mara Bahaya

Pernikahan itu sama maknanya dengan kehidupan baru. Tentulah akan ada beberapa peralihan besar. Karena itu, perlu ketahui apa sich pantangan pengantin baru sesudah menikah.

Pikirkan saja, dua kepala, dua ego, dua harapan, dua perbedaan, dan ada banyak dua hal berlainan yang lain. Menjauhi dari pantangan pengantin baru sesudah menikah, akan membuat rumah tangga serasi yang abadi. undanganmagelang.com meringkas apa larangan yang perlu dijauhi! baca secara lengkap ya.

1. Mengungkit Kesalahan Pasangan

Mengulas kekeliruan pasangan secara berulang-ulang pasti memunculkan permasalahan besar seterusnya. Sama juga dengan ingat terburukan pasangan dan malas tulus maafkan.

Pasti sebagai manusia akan melakukan perbuatan kekeliruan atau lepas. Tetapi seharusnya kita belajar memberikan maaf secara ikhlas dan tulus. Karena pada kasusnya, sekitar apa saja kebaikan pasangan tidak ada harga lain bila suda mengingat kekeliruannya. Sama sesuai pepatah nila setitik, hancur sebengala.

Saat hal seperti itu mulai ada, tahanlah buang napas pelan-pelan. Karena mengungkit kekeliruan pasangan betul-betul larangan pengantin baru sesudah menikah. Juga bisa muncul pemikiran seperti, pasanganku tidak menyukaiku kembali.

2. Marah yang Tidak Terselesaikan

Marah sebagai satu bentuk emosi. Pasti tidak dapat dijauhi keberadaannya dalam rumah tangga. Tetapi, marah yang tidak tersudahi akan semakin menambah permasalahan semakin runyam.

Pasangan yang geram akan makin geram karena berasa tidak jadi perhatian. Pasangan yang dituding juga sama bingungnya, karena tidak dikasih tahu mana ketidakpasan atau titik kelirunya. Komunikasi berperanan penting dalam menurunkan permasalahan. Ingat! pasanganmu tidak dapat membaca pikiranmu.

Menuntaskan permasalahan selekasnya akan lebih melegakan. Geram dapat selekasnya diredakan. Tidak boleh mengharap permasalahan akan usai sendirinya. Malah, akan tumbuh bibit-bibit kedengkian pada pasangan.

3. Menceritakan Masalah Rumah Tangga ke Orang Lain

Pantangan pengantin baru sesudah menikah seterusnya untuk tidak bercerita permasalahan apa saja mengenai kehidupan rumah tangganya. Bahkan juga ke orang-tua masing-masing sekalinya.

Permasalahan rumah tangga yang dijumpai seseorang, akan membesarkan kekuatan beradu domba. Disamping itu, bisa banyak prasangan dan fitnah yang semakin menebar luas.

Taruh permasalahan rumah tanggamu dengan pasanganmu saja. Tutup rapat dan selesesaikan bersama. Orang-tua, mertua, atau bahkan juga teman dekat cuman jadi tempat minta anjuran atau mediator saat di rasa permasalahan terlampau susah dituntaskan.

4. Menyimpan Ketertidaknyamanan

Rumah tangga serasi yang kuncinya harus sama-sama terbuka dan merajut komunikasi yang bagus. Simpan sendiri ketidaknyamanaan akan munculkan prasangka jelek bahkan juga bibit kedengkian.

Mengomunikasikan ketaknyamanan bisa menjadi bahan intropeksi diri dan pasangan. Cari akar persoalan yang pasti lama-lama dikubur semakin menambah rengat kehidupan rumah tangga.

5. Mengabaikan Kebutuhan Pasangan

Keperluan pasanganmu jadi kewajibanmu untuk memenuhinya. Menikah sebaiknya usaha untuk sama-sama menyenangkan, sama-sama memberi hal yang diperlukan. Suami dan istri sama mempunyai keperluan masing-masing yang harus disanggupi.

Dimulai dari kepuasan sex, kebahagiaan, nafkah, atau rasa cinta dan kasih sayang. Latihanlah selalu untuk dengarkan pasangan. Pahami apapun sebagai keperluannya.

Meremehkan keperluan pasangan sama juga seperti buka pintu lebar-lebar untuk perselingkuhan. Pasangan yang berasa diacuhkan dan tidak disanggupi keperluannya akan cari seseorang supaya keperluannya tercukupi.

Setiap orang yang menikah pastinya ingin langgeng dan bertahan hingga akhir hayat memisahkan mereka. Maka baiknya hindari pantangan diatas untuk menghindarihal-hal yang tidak diinginkan.