Konsep Pembagian Pelajaran Matematika

Konsep Pembagian Pelajaran Matematika Sekolah Dasar

Bila kalian belajar matematika, tentunya tidak lepas dari materi pembagian. Materi ini mulai didalami saat masuk pengajaran Sekolah Landasan. Terutamanya saat mencapai kelas 2 SD setelah kalian belajar materi perkalian.

Kebanyakan, pembagian ini adalah materi soal penilaian harian tema SD yang kadang kurang disukai. Walau sebenarnya, pembagian di matematika ini benar-benar gampang! Yuk, belajar bersama untuk mengenal dan pahami ide pembagian ini.

Mengenal Pembagian

Pembagian pada intinya adalah salah satunya sisi dari operasi penghitungan landasan matematika atau yang dikenali selaku aritmatika. Di mana operasi perhitungan pembagian ini ialah sebaliknya dari operasi perhitungan perkalian.

Pada operasionalisasinya, pembagian dipakai untuk hitung hasil atau jumlah dalam satu bilangan pada pembaginya. Saat kalian belajar pembagian, jadi tidak akan asing dengan sinyal untuk berbentuk titik dua ( : ) atau juga bisa memakai sinyal garis miring (/).

Selaku contoh bilangan atau operasi pembagian ialah [ 6 : 3 ] atau enam dipisah tiga. Pembagian disimpulkan selaku operasi pengurangan yang dikerjakan secara berulang-ulang sampai habis. Bila 6 : 3 maka sama dengan 6-3-3 = 0 karena itu hasilnya 6 : 3 = 2. Hasil angka 2 ini diambil dari jumlah bilangan pada bagi jumlah angka 3.

Dasar Operasi Pembagian

Awalnya telah disebutkan jika pembagian ini adalah kontradiksi dari perkalian. Sama seperti yang dijumpai, pada operasi perkalian akan diketemukan a x b = c. Karena itu saat akan dirubah atau ditransformasikan ke bentuk operasi pembagian, bisa menjadi c : b = a.

Bila dibikin berbentuk angka, karena itu contoh bilangan operasinya ialah 2 x 3 = 6 karena itu saat jadi wujud pembagian ialah 6 : 3 = 2 atau juga bisa 6 : 2 = 3.

Dari operasi perhitungan ini dapat dijumpai jika c ialah angka yang dividend atau angka yang dipisah, b ialah divisor atau bagi, dan a ialah quotient atau hasilnya. Atau bila dibikin wujud angka, 6 ialah angka yang dipisah, 3 ialah bagi, dan 2 ialah hasilnya.

Memahami Konsep Hitungan Operasi Pembagian

Umumnya murid berasa bingung saat hadapi materi atau masalah pembagian. Walau sebenarnya, operasi ini dapat dianalogikan atau disamakan dengan aktivitas setiap hari. Misalkan untuk contoh pembagian 6 : 3 barusan. Kalian dapat memberi pemisalan pada masalah seorang yang bagikan satu barang.

Selaku contoh, misalkan Andi mempunyai 6 biji pulpen dan tiga orang rekan. Andi pengin memberi atau bagikan 6 pulpen itu ke tiga orang temannya. Karena itu tiap rekan Andi, akan mendapatkan berapakah pulpen?

Kalian dapat membuat contoh penghitungan 6-3-3 = 0. Selanjutnya saksikan ada berapakah jumlah angka 3, jawabnya ialah 2. Karena itu semasing dari rekan Andi akan memperoleh 2 biji pulpen.

Penting untuk dipahami, pada operasi pembagian karena itu tiap angka yang dipisah satu karena itu hasilnya akan sama dengan angka yang dipisah. Misalkan:

  • 1:1 = 1
  • 2:1 = 2
  • 3:1 = 3
  • 4:1 = 4 dan sebagainya.

Sifat Pembagian dengan Perkalian

Pada perkalian bilangan bundar ada banyak karakter yang memicunya. Lalu, apa karakter-sifat pada perkalian itu dipunyai oleh operasi pembagian bilangan bundar?

1. Sifat Tertutup

Dalam operasi perkalian atau penjumlahan bilangan bundar, maka berlaku karakter tertutup. Tetapi, bagaimana dengan pembagian? Bila kalian menyaksikan perkalian, karena itu hasilnya akan sama adalah bilangan bundar. Misalkan 2 x 3 = 6, baik angka 2, 3 atau 6 semua ialah bilangan bundar. Bila pembagian akan berlaku seperti berikut ini:

  • 6 : 1 = 6
  • 6 : 2 = 3
  • 6 : 3 = 2
  • 6 : 4 = 1,5

Lihat pembagian 6 : 4 = 1,5, dalam operasi itu hasilnya ialah 1,5. Sesaat 1,5 bukan adalah bilangan bundar. Dengan demikian, operasi pembagian tidak mempunyai karakter tertutup atau dalam kata lain pembagian tidak memiliki sifat tertutup.

2. Sifat Pertukaran atau Komutatif

Balik lagi pada ulasan karakter perkalian yang mempunyai karakter transisi atau komuntatif. Di mana tiap angka atau perkalian dua bilangan bundar nanti akan hasilkan nilai sama walau diganti. Selaku contoh 4 x 2 = 8 atau 2 x 4 = 8.

Meskipun angka 2 dan 4 ini sama-sama berganti status hasilnya akan sama yaitu 8. Tetapi berlainan dengan pembagian, 4 : 2 = 2 tidak sama bila 2 : 4 yang hasilnya ialah 0,5. Dengan demikian, operasi pembagian tidak mempunyai karakter komutatif.

3. Sifat Pengelompokan atau Asosiatif

Pada soal matematika akan ditemukan operasi perhitungan lebih dari dua bilangan yang disebutkan perhitungan berkolompok. Misalkan untuk perkalian (12 x 6) x 2 = 144, walau pengelompokkannya jadi 12 x (6 x 2) hasilnya juga masih 144.

Berlainan pada pembagian, (12 : 6) : 2 = 1, sedang 12 : (6 : 2) hasilnya 4. Ada ketidaksamaan hasil sama yang mana digolongkan. Hingga pembagian ini tidak mempunyai karakter asosiatif.

Nah, itulah konsep dasar dari operasi pembagian yang di mata pelajaran matematika. Jika kalian telah pahami ide dasarnya, karena itu saat kerjakan masalah pembagian, pasti gampang. Mudah-mudahan berguna!