TOSY

Save ME (Orangutans)!!!!!!!

Posted: September 4th 2014

e   d

             Orangutan adalah spesies kera besar yang hidup di Asia dan sebagian di Afrika. Indonesia memiliki 2 jenis Orangutan yang tersebar di Sumatera dan Kalimantan. Populasi Orangutan Sumatera diklasifikasikan dalam spesies Pongo abelii, dan populasi Orangutan Kalimantan diklasifikasikan dalam tiga sub spesies yaitu Pongo pygmaeus pygmaeus, Pongo pygmaeus wurmbii, dan Pongo Pygmaeus morio (Santosa & Rahman, 2012). Menurut IUCN, selama 75 tahun terakhir populasi Orangutan Sumatera telah mengalami penurunan sebanyak 80%. Saat ini populasi orangutan Sumatera diperkirakan hanya tersisa sekitar 6.500-an ekor (Rencana Aksi dan Strategi Konservasi Orangutan, Dephut 2007) dan dalam IUCN Red List edisi tahun 2002, Orangutan Sumatera dikategorikan Critically Endangered atau sudah sangat terancam kepunahan.Berdasarkan data Population and Habitat Viability Assessment (PHVA) Orangutan di Kalimantan tahun 2004, populasi Pongo pygmaeus pygmaeus tinggal 7.936 individu (14,10%), disusul Pongo pygmaeus wurmbii 32.906 individu (58,50%) (Magdalena, 2014). IUCN (2006) telah menetapkan Orangutan Kalimantan sebagai salah satu spesies primata yang terancam punah (Critically Endangered). Terancam punahnya Orangutan, dikarenakan:

  1. Hilangnya habitat alami. Hutan dikonversi menjadi lahan pengembangan tanaman budidaya, contoh: lahan perkebunan kelapa sawit.
  2. Perburuan. Menurunnya ketersediaan pakan di habitat alaminya, menyebabkan spesies ini kerap kali keluar dari habitat alaminya dan masuk ke perkebunan warga untuk mencari makan sehingga dianggap hama oleh penduduk sekitar.
  3. Kebakaran hutan
  4. Pembalakan (Legal dan illegal)
  5. Pembangunan infrastruktur. Implikasi penerapan Undang – undang otonomi daerah adalah pemekaran wilayah propinsi dan kabupaten yang berakibat pula pada perubahan tata ruang wilayah yang menjadi tekanan bagi habitat Orangutan.

Upaya – Upaya yang dilakukan WWF dalam penyelamatan Orangutan, yaitu:

  1. Menerapkan kebijakan dan aturan yang terkait dengan Orangutan. Menjalankan peraturan kepada masyarakat dan perusahaan tentang UU No.5 tahun 1990 tentang konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya, termasuk UU No.7 dan 8 tahun 1999 tentang Pengawetan dan Pemanfaatan Tumbuhan dan Satwa liar. Mencegah terjadinya konflik pembukaan lahan yang merusak atau mengambil alih habitat Orangutan, dan mencegah Pembantaian dan Penjualan Orangutan.
  2. Memperbaiki habitat Orangutan. Menghentikan pembukaan hutan untuk lahan perkebunan kelapa sawit, melawan illegal logging, reboisasi, membatasi jarak habitat Orangutan dengan pemukiman penduduk.
  3. Konservasi. Adanya hutan konservasi Orangutan, untuk meningkatkan program pendidikan dan penyadartahuan masyarakat dan tidak berorientasi bisnis semata. Dengan konservasi WWF dapat memantau keberadaan populasi Orangutan diberbagai kebun binatang dan hutan konservasi di Indonesia.
  4. Kegitan Perlindungan dan Pengamanan Wilayah Konservasi. Dilakukannya kegiatan operasi pengamanan rutin oleh POLHUT, maupun pengamanan gabungan yang dilaksanakan oleh POLHUT dengan Kepolisian dan TNI.

Di Kalimantan, kawasan yang diperuntukkan untuk Orangutan yaitu kawasan hutan konservasi, kawasan lindung, dan hutan produksi. Kawasan konservasi di Kalimantan Timur hanya 6%, Kalimantan Tengah 5%, dan Kalimantan Barat 21%. Namun tidak semua kawasan tersebut sesuai bagi habitat Orangutan. Hanya, 30% luas kawasan yang cocok sebagai habitat Orangutan, contohnya kawasan Tanjung Puting (25%) (Bismark, 2005).

Peran Orangutan dalam pemeliharaan hutan, yaitu:

  1. menciptakan kestabilan ekosistem sehingga hutan tetap dapat memberikan manfaatnya sebagai sumber plasma nutfah bagi masyarakat sekitar dengan membuang biji – biji buah yang dimakan yang kemudian tumbuh menjadi tumbuhan baru.
  2. regenerasi tumbuhan hutan dengan adanya aktivitas harian Orangutan membuat sarang dengan ranting – ranting atas pohon, akan membantu pembukaan kanopi sehingga sinar matahari dapat masuk hingga lantai hutan.

SUMBER:

Bismark, M. 2005. Estimasi Populasi Orangutan dan Model Perlindungannya di Kompleks Hutan Muara Lesan Berau, Kalimantan Timur. Buletin Plasma Nutfah, Vol.11(22): 74-80.

Magdalena, L. 2014. Peran World Wide Fund for Nature (WWF) dalam Konservasi Orangutan di Taman Nasional Betung Kerihun Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Timur. eJournal Ilmu Hubungan Internasional, Vol.2(3):561-574.

Santosa, Y., dan Rahman, D. A. 2012. Ketelitian Metode Sarang untuk Pendugaan Populasi Orangutan dan Penentuan Faktor Ekologi Penting dalam Manajemen Hutan Konservasi. JMHT, Vol.XVII(1):39-51.

 


16 responses to “Save ME (Orangutans)!!!!!!!”

  1. intanmiw says:

    Infonya menarik. Ada dimana saja kah satwa orang utan itu selain di Sumatera dan Kalimantan?
    apakah ketika kondisi ekologi dari kedua wilayah tersebut memang tidak memungkinkan untuk dilakukan konservasi, apakah memungkinkan untuk dilakukannya konservasi exsitu dan perlindungan sementara di wilayah lain?
    Sepertinya UU memang harus ditegakkan secara tegas :*

  2. Asteria Floretta says:

    Yuks selamatin orang utan… caio!!! Jangan dimakan ya teman2. Ada beberapa daerah dimakan 🙁

  3. linduni hutan kita untuk menjaga kelestarian hidup orang hutan dan spesies-spesies yang sangan bergantung pada ekositem yang ada dihutan.

  4. lindungi hutan kita untuk menjaga kelestarian hidup orang hutan dan spesies-spesies yang sangan bergantung pada ekosistem yang ada dihutan.

  5. VINCENT DEAN SADEWO says:

    gila bagus ini, penulisnya cukup berbakat, hahaa..informasi cukup lengkap, mungkin lebih ditambahkan upaya apa saja hngga saat ini, dan apa yang harus kita lakukan?langkah konkret.. overall, kompor gas..

  6. siska says:

    Great post .. Ayo selamatkan orang utan yang masih tersisa ..

  7. alfonslie says:

    postingan yang sangat menarik. keep blogging 🙂

  8. catherinekath says:

    Sebagai literatur tambahan, Willie Smits, merupakan seorang konservasionis orang utan di Kalimantan, yang mendedikasikan hidupnya untuk rebuild forest habitat, beliau memiliki Masarang foundation, dan membangun kebun sugar palm sebagai win win solution mengatasi perekonomian orang lokal (daripada menebang untuk perkebunan kelapa sawit, yang menjadi ancaman habitat orang utan) dan mengumpulkan dana untuk konservasi.
    Perlu ditambahkan cerita tentang Beliau, karena Beliau, eksistensi orang utan akan terus ada.

  9. tosy says:

    makasi buat sarannya cath, mngkin di blog2 selanjutnya saya akan menulis mengenai orang2 yang mendedikasikan hidupnya di bidang konservasi

  10. selviaemanuella says:

    Diketahui bahwa pemburuan liar orang utan sudah semakin marak dan malah “continue” dilakukan meskipun ada peraturan hukum yang mengikat. Menurut anda bagaimana peran tegas pemerintah untuk menanggulangi hal ini ? terimakasih.

  11. tosy says:

    intan: setahu saya dan hasil litertur yang saya baca, Orangutan Indonesia hanya ada di Sumatera dan Kalimantan. sudah dilakukan konservasi, dan bentuk konservasi yang dilakukan yaitu exsitu. bagi bayi2 Orngutan yang kehilangan induknya, untuk sementara akan diasuh oleh pihak konservasi, dan setelah dewasa akan dilepas ke alam liar/hutan konservasi (exsitu). dan selama pengasuhan oleh pihak konservasi bayi2 Orangutan tersebut dilatih untuk memanjat pohon dan kebiasaan2 Orangutan lainnya.menurut literaur yang saya baca,tidak semua kawasan dapat menjadi kawasan konservasi karena blum tentu sesuai habitat Orangutan (dipengaruhi jenis tumbuhan yang tumbuh di wilayah tersebut sebagai mknannya)

  12. tosy says:

    Selvi: menurut saya selain peran pemerintah untuk bertindak tegas bagi pihak2 yang melanggar peraturan tersebut, bentuk pencegahannya adanya kerjasama pemerintah dan masyarakat untuk ikut melindungi dan menjaga satwa kita yang terancam punah ini.
    yang dibutuhkan saat ini selain berharap pemerintah bertindak tegas terhadap pihak2 yg melanggar, yaitu adanya kesadaran dan kecintaan masyarakat terhadap keanekaragaman hayati di Indonesia agar tetap terjaga.

  13. maria says:

    menarik..
    tapi apakah jenis orang hutan sumatra dan kalimantan dapat di konservasi diluar pulau kalimantan dan sumatra?? kirakira dimana aja ya??
    trus bayi orang hutan yang dipelihara dan dilepas di hutan. apakah keselamatannya dapat dijamin oleh pemerintag

  14. Julius says:

    Manusia lah yang paling merasa di atas segalanya ya.
    🙁
    padahal peran orangutan sangat penting di habitatnya.
    great post.. keep blogging, tos 🙂

  15. sautbarcio says:

    postingan yang menarik.. banyak informasi yang menambah wawasan untuk penyelamatan orangutan 🙂 SAVE ORANGUTAN \m/ #keepbloging

  16. irenawind4 says:

    informasinya bgs bgt..upaya-upaya yang dilakukan oleh WWF sudah tepat dan sepertinya undang-undang yang sudah dibuat harus dilaksanakan, agar orang utan bisa terselamatkan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php