Blog Tira

2 Jenis Judi Ini Paling Banyak Ditemukan di Indonesia

Posted: June 9th 2020

dominoqq – Sejarah permainan judi dalam kehidupan manusia memang cukup panjang. Bahkan tercatat berdasarkan temuan arkeologi di Mesir, telah ditemukannya lukisan sebuah makam dengan gambar keramik. Di mana pada gambar tersebut, terlihat orang yang sedang melemparkan tulang kecil di bawah tumit anjing atau domba yang dilengkapi papan pencatat.

Demikian juga pada zaman Jahiliyah, di mana pelaku judi banyak juga ditemukan kala itu. Permainan yang kerap dilakukan salah satunya dengan mengundi nasib yang diletakkan pada anak panah. Bahkan terdapat juga judi yang mempertaruhkan istri sebagai taruhannya.

Seiring berkembangnya zaman, judi juga mulai dikenal di Indonesia. Bahkan kebiasaan ini juga dimasukkan ke dalam upacara-upacara adat dan dijadikan tradisi yang turun temurun. Contohnya adalah seperti karapan sapi, sabung ayam dan lain sebagainya.

Keinginan manusia yang sangat besar untuk memiliki kekayaan dalam waktu singkat, memicu lahirnya jenis-jenis judi lainnya yang juga berkembang di hampir semua negara di dunia ini. Bahkan tidak sedikit permainan yang sebetulnya permainan biasa, kemudian dihubungkan dan dipertaruhkan dengan judi. Bermain kartu, bermain catur, bermain kelereng merupakan salah satunya.

Meskipun sudah dilarang oleh pemerintah dan agama, judi dominoqq di negara ini masih terus berlangsung hingga kini. Bahkan seolah mengikuti zaman yang semakin canggih, teknologipun dibumbui dengan perjudian. Di mana judi online sudah sangat mudah ditemukan sejak beberapa tahun belakangan ini.

Dari sekian macam jenis judi yang beredar, di Indonesia sendiri terdapat 2 jenis judi yang paling banyak diminati. Togel atau Totoan Gelap dan judi kartulah yang berada di urutan teratas. Sementara untuk judi online, terdapat beberapa jenis yang populer  seperti judi bola, poker online hingga judi slot.

Togel

Judi togel yang melibatkan 4 angka dalam setiap permainannya, paling banyak ditemui di pulau Jawa. Bahkan permainan yang sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda ini, pernah dilegalkan oleh pemerintah. Hebatnya lagi meskipun sempat dilarang, judi ini kemudian bertransformasi menjadi berbagai macam jenis undian.

Lotto atau Lotre totalisator kemudian KSOB atau Kupon Sumbangan Olahraga Berhadiah. Ada juga Nalo singkatan dari Nasional lotre. Porkas hingga SDSB atau Sumbangan Dana Sosial Berhadiah yang kala itu dipimpin oleh Presiden Soeharto. Beruntungnya, proyek pemerintah tersebut akhirnya tidak berujung panjang.

Sementara untuk togel saat ini, para pemainnya bisa menggunakan kitab tafsir mimpi sebagai acuannya. Kemudian pengepul-pengepul judi akan berpatokan pada satu bandar judi togel yang berinduk di negara Singapura. Pemenang togel ditentukan jika tebakan berhasil ditemukan oleh penjudi itu sendiri.

Judi Kartu

Dan ini dia satu dari 2 jenis judi yang pamornya tak pernah surut di Indonesia, judi kartu. Judi yang juga dikenal pada abad ke 19 ini terdapat dua jenis, yaitu dengan menggunakan kartu domino atau biasa disebut dengan gaple atau gapleh. Serta judi kartu yang menggunakan kartu remi yang juga dikenal dengan nama kartu bridge atau kartu poker.

Permainan yang cukup mudah ini awalnya mungkin hanya digunakan untuk bersenang-senang saja. Hingga akhirnya disisipkan taruhan uang agar permainan menjadi lebih menantang. Judi jenis ini juga biasanya tidak membatasi kemahiran pemain, semua pemain senior atau pemula bisa bermain dalam satu meja.

Itulah 2 jenis judi yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Lantas, apakah kedua permainan tersebut lantas dilegalkan? Jawabannya tentu saja tidak. Karena judi apapun bentuknya tetaplah sebuah perbuatan buruk dan melanggar aturan pemerintah juga agama. Bahkan permainan ini juga sering kali menimbulkan masalah lain. Percekcokan, perkelahian hingga yang berujung pada kematian kerap mewarnainya.

Sementara bila dikaitkan dengan hukuman pemerintah serta Undang-Undang yang berlaku, sebenarnya hukumannya masih cenderung terlalu ringan bahkan terkadang dianggap sepele. Bayangkan saja, hukuman seorang penjudi yang tertangkap maksimal hanya akan mendekam 10 tahun di penjara. Meskipun tidak menutup kemungkinan, dalam beberapa bulan saja pelaku bisa menghirup udara bebas.

Entah mengapa hukum atas judi di negara ini masih terhitung biasa-biasa saja. Padahal judi jelas-jelas bisa merusak kehidupan seseorang. Selain bertentangan dengan moral tentunya, judi juga bisa menimbulkan kecanduan, stress, gangguan kepribadian hingga menimbulkan berbagai macam jenis penyakit, seperti jantung, paru-paru, diabetes hingga menyerang sistem imun tubuh.

2 jenis judi diatas hanyalah contoh singkat tentang judi yang bisa dengan mudah ditemukan diberbagai kondisi di negara ini. Tidak saja di perkampungan atau gang-gang sempit yang notabene berada digaris kemiskinan. Judi-judi semacam ini juga banyak ditemukan di kalangan atas yang menggunakan akses online sebagai sarananya.

Keduanya tetap menimbulkan keburukan dan sama sekali tidak akan membuat pelakunya menjadi kaya. Karena uang yang pernah didapat biasanya akan kembali dipertaruhkan di meja judi dengan harapan akan mendapatkan uang yang lebih besar lagi. Alih-alih ingin mencoba keberuntungan, hasil yang didapat adalah kebangkrutan dan kekalahan.

Sayangnya, kesenangan sesaat yang ditimbulkan dalam judi terkadang disalah artikan oleh para penjudi. Terlebih lagi, bila ia masih berada di lingkungan yang mendukungnya untuk terus melakukan judi. Belum lagi bila ia sama sekali tidak mengenal aturan agama dan mengerti hukum-hukumnya.

Buruknya efek dari 2 jenis judi yang telah disebutkan tadi, juga berlaku untuk semua jenis judi lainnya yang sebaiknya Anda hindari. Jangan pernah tertarik untuk mencobanya atau Anda akan mengalami kesulitan untuk meninggalkannya. Karena untuk mereka yang sudah kecanduan akan sangat sulit untuk menyembuhkannya. kecuali jika yang bersangkutan menyadarinya dan mau meminta dukungan orang terdekat untuk membantunya lepas dari judi.


Leave a Reply

Artikel lainnya

Modus Judi Online yang Harus Kita Kenali

Go to post

Punca masyarakat bergabung dengan ejen Mega888 menurut Islam

Go to post
© 2022 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php