Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas)

Macan tutul jawa (Panthera pardus melas) atau macan kumbang adalah salah satu hewan asli dari Pulau Jawa, dimana subspesies dari macan tutul yang hanya dapat ditemukan di hutan tropis, pegunungan dan kawasan konservasi di Pulau Jawa, Indonesia. Macan tutul ini memiliki dua variasi warna kulit yaitu berwarna terang (orange) dan hitam. Subspesies ini pada umumnya memiliki bulu seperti warna sayap kumbang yang hitam mengilap, dengan bintik-bintik gelap berbentuk kembangan yang hanya terlihat di bawah cahaya terang.

Macan Tutul Jawa mempunyai ukuran badan paling kecil, dan mempunyai indera penglihatan dan penciuman yang tajam jika dibandingkan dengan macan tutul lainnya. Macan Tutul Jawa hidup bersoliter, kecuali pada musim berbiak. Macan tutul ini lebih aktif berburu mangsa di malam hari, dimana mangsanya terdiri dari aneka hewan lebih kecil yang biasanya hidup di atas pohon. Sebagian besar populasi macan tutul dapat ditemukan di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Jawa Barat, meskipun di semua taman nasional di Jawa.

Gambar 1. Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas)

Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas) merupakan satwa yang dilindungi di Indonesia yang tercantum di dalam UU No.5 tahun 1990 dan PP No.7 tahun 1999. Saat ini, Macan tutul jawa menjadi hewan yang keberadaannya dinyatakan kritis dan terancam punah berdasarkan data IUCN Red List. Hal ini dikarenakan adanya penyebab utama terancamnya kehidupan dari satwa ini akibat hilangnya habitat hutan yang tergantikan dengan pembangunan daerah tempat tinggal dan perburuan liar.

Melihat keberadaan dari satwa ini yang terancam punah, sebagai mahasiswa dibidang biologi saya tergerak untuk menjalankan suatu action plan guna mempertahankan keberadaan dari satwa Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas). Dengan mengambil langkah awal, yaitu mencari informasi sebanyak mungkin mengenai status populasi dan sebaran dari Macan Tutul Jawa secara pasti dan lengkap.

Penyempitan lahan hutan menjadi persoalan yang sangat serius hingga saat ini, sehingga  akan mengakibatkan dampak yang besar hilangnya habibat dari satwa termasuk Macan Tutul Jawa. Menyempitnya hutan juga memudahkan manusia untuk masuk ke kawasan hutan dan perburuan terhadap satwa liar pun semakin mudah dan meningkat. Langkah selanjutnya yaitu dengan bekerja sama dengan pihak pemerintah dan mitra kerja konservasi dalam menggalakkan usaha penegakan hukum dan penerapan sanksi pada pelaku perburuan dan perdagangan ilegal Macan Tutul Jawa. Selain penegakkan hukum dan penerapan sanksi, dilakukan juga kerja sama antar pihak yang turut andil dalam menjalankan program konservasi ex-situ yang bertujuan mendukung konservasi in situ di habitat alaminya.

Selain action plan yang telah disebutkan, langkah terakhir yang saya lakukan adalah dengan mengedukasikan dan mengajak banyak masyarakat dengan informasi yang lengkap melalui platform di semua sosial media untuk turut serta berpartisipasi dalam gerakan pentingnya menjaga keberadaan Macan Tutul Jawa. Dengan membuat ketersediaan data dan informasi yang lengkap diharapkan bisa meningkatkan pengetahuan dan kesadaran semua pihak tentang pentingnya konservasi Macan Tutul Jawa.