Theresa Tri R.

Untuk Penjelajah Laut

Posted: December 1st 2018

Penyu adalah spesies ikonik Indonesia dan menjadi kebanggaan nasional karena di Indonesia dapat ditemukan enam dari tujuh spesies yang ada di dunia. Penyu Hijau (Chelonia mydas) adalah salah satu jenis penyu yang dapat ditemukan di Indonesia. Nama penyu hijau berasal dari warna lemak yang ada di bawah sisiknya yang ternyata berwana hijau sedangkan warna tubuhnya sendiri bisa berwarna abu-abu, kehitaman atau kecoklatan dengan cangkang yang bulat telur jika dilihat dari atas dan kepala yang relatif kecil dan tumpul. Penyu hijau memiliki ukuran panjang antara 80 hingga 150 cm dan beratnya dapat mencapai 132 kg. Spesies dewasa penyu hijau banyak hidup di hamparan lautan berganggang dan akan bertelur setiap 3 hingga 4 tahun sekali. Populasi penyu hijau tersebar di kawasan pesisir Afrika, India, dan Asia Tenggara, serta sepanjang garis pantai pesisir Australia dan Kepulauan Pasifik Selatan dimana terdapat sejumlah kawasan peneluran dan kawasan pencarian makan penting bagi penyu hijau. Selain itu, penyu … Read more


Sawit “Mencuri” Air

Posted: August 28th 2016

Kita tahu perkebunan mempunyai manfaat, seperti perkebunan teh, kopi, kakao, dan lainnya. Bagaimana dengan perkebunan kelapa sawit? Ya, perkebunan kelapa sawit memiliki manfaat. Buah kelapa sawit dapat diolah menjadi minyak goreng, mentega, industri baja, maupun industri farmasi. Perkebunan kelapa sawit juga dinilai memberikan prospek yang baik bagi perusahaan dan PAD(Pendapatan Asli Daerah), seperti yang dikatakan pada Pontoianak Post ” Masuknya perkebunan kelapa sawit memiliki prospek yang baik, karena memberikan keuntungan bagi perusahaan, karyawan, dan dapat menambah PAD Pemerintah Kabupaten Ketapang.“ pada hari Kamis, 4 Febuari 2016. Perkebunan kelapa sawit memang menguntungkan bagi beberapa pihak, tetapi tahukah bagaimana nasib masyarakat yang tinggal didaerah kelapa sawit? Di Air Upas, Kab. Ketapang, Pontianak, Kalimantan Barat yang luas daerahnya berkisar ±856,3 km² , memiliki perkebunan kelapa sawit yang bisa dikatakan cukup luas. Namun, karena sifat dari pohon kelapa sawit yang tidak menyimpan air ketika hujan tetapi malah mengambil air tanah ketika kemarau, menyebabkan cadangan air di Kecamatan Air Upas menjadi hilang. Ditambah lagi, dibukannya tambang bauksit yang lahannya sendiri sangat besar sehingga pohon-pohon ditebangi. Perusahaan sawit dan tambang bauksit memang membantu masyarakat yang ada disana dengan membukanya jalan bagi daerah tersebut, sehingga jalannya transportasi menjadi lebih baik. Dari manfaat sarana transportasi tersebut juga memberikan dampak buruk kepada masyarakat berupa kekeringan. Saat musim kemarau seperti, masyarakat akan berbondong-bondong mandi dan mencari air untuk kebutuhan lain ke sungai karena air sumur yang biasanya digunakan telah kering. Hal ini pastinya berdampak pula bagi air sungai yang digunakan, jika hujan tidak turun dalam jangka waktu yang panjang maka sungai pun akan ikut mengalami kekeringan. masyarakat di daerah tersebut akan mengalami kesulitan. Kejadian ini telah terjadi di daerah Air Upas, meskipun masyarakat masih tetap bisa memenuhi kebutuhan air dengan cara berhemat dalam menggunakan air dan menabung air dimusim hujan atau sebelum kemarau, agar saat musim kemarau kebutuhan air dapat terpenuhi. Memang, hal ini juga terjadi karena campur tangan masyarakat di daerah tersebut. Dari orang terdahulu yang mengizinkan perusahaan sawit membuka lahan di sana dan masyarakat sekarang yang tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya. Sesungguhnya, perkebunan kelapa sawit tidak akan menyebabkan kekeringan jika tidak mempergunakan semua lahan dan mengimbanginya dengan pepohonan rindang. Namun, karena sifat dasar manusia yang ingin lebih maka berdampak buruk bagi sekitarnya.


Hello world!

Posted: August 22nd 2016

Welcome to Komunitas Blogger Universitas Atma Jaya Yogyakarta. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!



© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php