Tessa Ayu Pitaloka

Rawa Pening

Posted: February 20th 2017

Rawa pening adalah sebuah danau alami yang berlokasi di Provinsi Jawa Tengah dengan luas 1770 hingga 2770 Ha (antara kondisi pasang dan surut). Rawa Pening terletak di kecamatan Banyubiru sedangkan aliran Rawa Pening melalui kecamatan Jambu, sebagian Ambarawa, Bawen, Tuntang, Getasan, dan Banyubiru (Sittadewi, 2008). Rawa Pening dapat menampung air sebanyak 65.000.000 m3 pada elevasi ± 463,90o. Kapasitas air yang melimpah membuat kehadirannya begitu penting terutama secara ekologis di Jawa Tengah. Air Rawa Pening bersumber dari mata air yang muncul dari sisi rawa dan juga berasal dari beberapa sungai yang bermuara pada rawa ini. Sungai-sungai tersebut antara lain Sungai Galeh, Torong, Panjang, Muncul, Parat, Legi, Pitung, Praginan dan Rengas yang menyumbang sekitar 60% air Rawa Pening dan Sungai Muncul menyuplai sebesar 20% (Pemkab Semarang, 2011).

Rawa Pening http://wisatanesia.co/

Rawa pening terletak pada daerah rendah dan merupakan lembah yang dikelilingi oleh pegunungan dan perbukitan serta terbendung di Kali Tuntang. Hal ini menyebabkan volume air Rawa Pening terus meningkat sementara air yang keluar hanya sedikit (UNEP, 2014). Namun kondisi seperti ini memberikan keuntungan bagi penduduk sekitar karena aktivitas perikanan dapat dijalankan. Menurut Goltenboth dan Krisyanto (1994) terdapat 26 jenis ikan baik jenis asli maupun hasil introduksi. Tidak hanya ikan, udang Galah (Macrobrachium idea) juga menjadi komoditas penting di Rawa Pening. Keberadaan udang Galah berperan dalam menjaga keseimbangan ekologis, yaitu sebagai pemakan alga, sisa materi organic, dan juga sebagai makanan bagi ikan dan udang air tawar lainnya (Seftyono, 2014).

Rawa Pening juga memiliki fungsi sebagai pembangkit tenaga listrik, irigasi pertanian, sumber air minum, dan obyek wisata air. Di Rawa Pening terdapat lahan pasang surut yang merupakan lahan yang terbentuk akibat proses naik turunnya permukaan air danau. Lahan pasang surut sangat bergantung pada keadaan musim sehingga belum bisa dimanfaatkan sepanjang tahun. Rata-rata lahan pasang surut hanya dapat ditanami sekali dalam setahun. Lahan pasang surut ini dapat dimanfaatkan sebagai kepentingan pertanian, khususnya komoditas tanaman padi. Padi berpeluang lebih besar karena ekosistemnya lebih menunjang, hal ini karena air sudah tersedia di lahan (Sittadewi, 2008).

Rawa Pening tergolong subur karena mengandung 103 spesies fitoplankton (Goltenboth dan Timotius, 1992). Selain itu, permukaan Rawa Pening didominasi oleh tanaman enceng gondok serta pakis kecil dan di bagian dasarnya dapat dijumpai Hydrilla verticillata dalam jumlah melimpah (Prihastuti, 2013). Dalam segi ekonomis, enceng gondok yang jumlahnya melimpah biasa dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan baku kerajinan.

Wisata dekat hamparan Eceng Gondok http://www.kerajinanambarawa.com/

Tanah gambut juga dapat dijumpai di Rawa Pening yang komposisinya terdiri dari kayu semi fosil yang sehari-harinya biasa digunakan untuk media pembibitan dan pengisi pot. Tanah gambut di rawa Pening dapat dikatakan cukup subur dan memiliki nilai kemasaman yang rendah. Tanah gambut tersebut mengandung C organic yang cukup tinggi, N sedang hingga tinggi, P rendah hingga sedang, K tinggi, dan KTK tinggi. Kandungan yang dimiliki tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sumber unsur hara bagi mikroba dan tanaman (Prihastuti, 2013).

Begitu banyak manfaat yang disediakan oleh Rawa Pening. Semoga keadaannya tetap lestari agar keberadaannya dapat menghidupi makhluk hidup disekitarnya:)

 

REFERENSI

Goeltenboth, F. and A.I.A Kristyanto 1994, Fisheries in the Rawa Pening Reservior, Java, Indonesia. International Review of Hydrobiology 79 (1).

Goltenboth, F. dan Timotius, K.H. 1992. The Rawa Pening Lake. 84. Faculty of Science and Mathematics.Universitas Kristen Satya Wacana. Salatiga, Indonesia.

http://www.kerajinanambarawa.com/2015/11/menjelajahi-wisata-rawa-pening-ambarawa.html

Pemerintah Kabupaten Semarang 2011, Rencana Tata Ruang dan Wilayah 2011-2031.

Prihastuti. 2013. Karakteristik Gambut Rawa Pening dan Potensinya Sebagai Bahan Pembawa Mikroba. Berita Biologi 12(3):315-323.

Seftyono, C. 2014. Rawa Pening dalam Perspektif Politik Lingkungan: Sebuah Kajian Awal. Indonesian Journal of Conservation 3(1):7-15.

Sittadewi, E.H. 2008. Kondisi Lahan Pasang Surut Kawasan Rawa Peningdan Potensi Pemanfaatannya. J.Tek.Ling 9(3):294-301.

United Nation Environmental Program. 2014. Technology Needs for Lake Management in Indonesia- Investigation of Rawa Danau and Rawa Pening, Java.

Objek Wisata Danau Rawa Pening Semarang

 


One response to “Rawa Pening”

  1. jaya says:

    Informasi yang cukup menarik, ternyata rawa pening memiliki banyak fungsi dari segi ekologi ataupun ekonomi masyarakat sekitar. Semoga keberadaan rawa ini tidak terganggu oleh aktivitas manusia yang memanfaatkan dan menggantungkan hidup di rawa ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2017 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php