Tessa Ayu Pitaloka

A Children’s Book Project

Posted: December 3rd 2016

 

“A child who reads will be an adult who thinks. It is easier to build up a child than it is to repair an adult.”

Mencintai alam dan segala isinya bisa dilakukan melalui berbagai cara. Personal Action Plan yang hendak saya lakukan adalah membuat buku cerita untuk anak-anak. Hal yang melatarbelakangi keinginan saya untuk membuat buku cerita adalah, dulu saya pernah berkesempatan untuk membaca sebuah buku cerita sederhana untuk anak-anak yang mengisahkan tentang perjalanan hidup tukik (bayi penyu) yang dibuat oleh beberapa LSM yang memfokuskan diri pada konservasi penyu. Buku cerita tersebut hanya berisi 3 sampai 4 kalimat per lembarnya dan dilengkapi dengan ilustrasi kartun menarik sebagai pendukung dari cerita. Hal yang saya dapatkan seusai membaca buku tersebut adalah, untuk mempelajari suatu hal ternyata tidak harus selalu rumit. Edukasi tentang kehidupan makhluk hidup bisa diterapkan semenjak dini, yaitu dengan metode dan bahasa yang mudah dipahami. Itulah salah satu alasan saya ingin membuat buku cerita.

Cerita yang akan saya tulis didasarkan pada isu-isu hangat seputar permasalahan konservasi flora fauna beserta ekosistemnya yang ada di Indonesia, jadi buku cerita ini akan dibuat beberapa seri. Cerita yang akan saya angkat antara lain tentang kehidupan satwa pada sirkus, orangutan yang kehilangan rumahnya, dan hewan-hewan yang kehilangan bagian tubuhnya karena dicuri. Salah satu cerita yang akan saya angkat adalah tentang perburuan gading gajah yang terjadi di Indonesia.

Elephas maximus, yaitu gajah Asia beserta semua sub spesiesnya, termasuk Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatrensis) saat ini tercatat memiliki status endangered menurut IUCN. Gajah Sumatera juga masuk dalam satwa dilindungi menurut Undang-Undang No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dan diatur dalam peraturan pemerintah yiatu PP 7/1999 tentang Pengawetaan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Menurunya populasi dari Gajah Sumatera salah satunya disebabkan oleh perburuan gading dan giginya. Di Indonesia sendiri peristwa perburuan gajah dapat ditemukan di kawasan hutan Taman Nasional Way Kambas Kabupaten Lampung Timur Provinsi Lampung. Faktor yang menyebabkan terjadinya perburuan gajah di Way Kambas adalah karena kemudahan akses untuk masuk ke hutan taman nasional itu dan jumlah pengawas TNWK yang terbatas. Dikatakan bahwa beberapa gajah ditemukan sudah tewas dengan keadaan kepala sudah terpisah dari badannya dengan kondisi belalai terpotong dan mulut rusak. Bangkai gajah tersebut ditemukan tanpa gading dan gigi. Semakin meningktnya permintaan gading dan gigi gajah membuat para pemburu melakukan aksi sadisnya tanpa berpikir panjang. Dilansir gading gajah dijual dengan harga Rp 19,4 juta per setengah kilogram. Cerita mengenai gajah ini akan saya buat dengan versi yang lebih sederhana, yaitu dengan mengambil poin bagaimana gajah dapat hidup tanpa belalai, gading, dan gigi.

Gajah Sumatera (Foto oleh : Rhett Butler)

Anak-anak usia 3-7 tahun dan orang tua merupakan stakeholder dari project ini. Anak-anak saya pilih karena saya ingin budaya mencintai satwa, tumbuhan, dan ekosistemnya ditanamkan sejak kecil. Peran orang tua tentunya juga menjadi penting karena perilaku dari seorang anak dapat tercermin dari orang tuanya. Disini saya berharap orang tua dapat secara aktif mengajak anak-anaknya untuk mau membaca buku dan menanamkan serta menyampaikan nilai penting yang ada pada buku yang diceritakan.

Aksi ini dapat terwujud dengan bantuan dari beberapa pihak. Saya berencana untuk bekerjasama dengan beberapa illustrator supaya cerita yang saya buat juga dapat tersampaikan secara visual. Langkah selanjutnya adalah mencari redaksi yang berada di kota besar seperti Jakarta atau Yogyakarta untuk menerbitkan buku ini. Setelah buku ini terbit maka saya akan mempromosikan buku-buku tersebut ke beberapa sekolah, yayasan yang berdiri untuk anak-anak, dan beberapa LSM yang bergerak dalam bidang konservasi. Salah satu sekolah yang akan saya kunjungi adalah Taman Kanak-kanak yang didirikan oleh ibu saya di Salatiga. Tunggu buku ini terbit beberapa tahun lagi ya!

REFERENSI

IUCN Redlist. 2016. http://www.iucnredlist.org/. Diakses pada 3 Desember 2016.

Putra, Y.M.P. 2016. Perburuan Gading Gajah Marak di Way Kambas. http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/daerah/16/02/26/o35qgq284-perburuan-gading-gajah-marak-di-way-kambas. Diakses pada 3 Desember 2016.

Rahmad, R. 2015. Penelitian: Jumlah Gajah Sumatera di Way Kambas Dapat Diperkirakan Melalui Kotorannya. http://www.mongabay.co.id/2015/08/12/penelitian-jumlah-gajah-sumatera-di-way-kambas-dapat-diperkirakan-melalui-kotorannya/. Diakses pada 3 Desember 2016.

Sari, A.P. 2014. Gading Gajah, Hiasan Paling Dicari di AS. http://www.cnnindonesia.com/internasional/20141002095509-134-5035/gading-gajah-hiasan-paling-dicari-di-as/. Diakses pada 3 Desember 2016.

WWF. 2016. Gajah Sumatera. http://www.wwf.or.id/program/spesies/gajah_sumatera/. Diakses pada 3 Desember 2016.


8 responses to “A Children’s Book Project”

  1. Kevin Isaac Tunardi says:

    Aksi yang sangat menarik karena fokus kepada anak-anak sebagai penerus generasi konservasi kita. Sangat baik rencananya karena memang anak-anak perlu disadarkan saat masih dini tentang pentingnya konservasi flora dan fauna. Lebih bagus lagi jika tidak hanya buku namun juga membuat film ilustrasi dan berbagai macam hiburan edukasi untuk menyadarkan mereka lebih lagi :))

  2. retnokenraras says:

    wahh, rencana aksi yang menarik ya. . jadi dari kecil sudah memperkenalkan anak kecil agar bissa mencintai satwa-satwa di Indonesia. di tunggu ya bukunya

  3. Irajumira says:

    wah, suatu rencana aksi yang menarik dan sederhana. Menurutku rencana aksi ini cukup efektif untuk dilakukan dan diterapkan pada anak-anak usia dini sekarang, karena selain pendidikan karakter juga akan memberi ingatan memori jangka panjang yang membentuk pribadi mereka menjadi pribadi yang lebih peduli, sehingga diharapkan kedepannya akan peduli dengan lingkungan disekitarnya… 🙂 semoga rencana aksi ini dapat terwujud, ditunggu juga terbitan bukunya, karena saya juga suka menulis semoga kita mampu bekerja sama.. 🙂 🙂

  4. saraprayitno says:

    Aksi yang sangat luar biasa dan benar- benar realistis! Sangat setuju dengan aksi yang anda lakukan. Memang sebaiknya dari kecil anak sudah dikenalkan dengan flora fauna dan usaha pelestariannya. Semoga buku anda segera terbit dan tolong hubungi saya jika sudah terbit. I’d love to read it 🙂

  5. adhikasdp says:

    aksi yang akan anda lakukan merupakan ide cemerlang yaitu dengan memberikan pengetahuan dan penyadaran ke pada anak anak sangat efektif sekali jadi jika dari kecil sudah ditanaman kan tentang pentingnya spesies yang ada di dunia merupakan satu kesatuan pada suatu ekosistem

  6. lidyaseptilia says:

    wahh saya menunggu untuk buku nya segera dipublikasikan, semangatttt dalam menanamkan budaya mencintai satwa, tumbuhan, dan ekosistemnya ditanamkan sejak kecil yang mungkin sekarang sudah jarang ditanamkan, good luck

  7. corneliaratnakusuma says:

    Ide yang sangat kreatif. Namun, yang kita tahu, semakin tahun semakin sedikit minat baca terhadap buku karena adanya teknologi yang lebih canggih. Apakah yang anda lakukan untuk membuat buku anda menarik dan sangat ilustratif di mata pembaca?? Terimakasih.

  8. gregoriuus23 says:

    artikel yang menarik, gajah ini mengingatkan cerita sewaktu saya tk dulu. menurutku aksi ini dapat diaplikasikan ketika melakukan bakti sosial ke panti asuhan karna disana juga ada anak anak usi tk, juga pada waktu kkn. menarik dan buku hasil terbitannya akan saya tunggu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php