Tessa Ayu Pitaloka

Rawa Pening

Posted: February 20th 2017

Rawa pening adalah sebuah danau alami yang berlokasi di Provinsi Jawa Tengah dengan luas 1770 hingga 2770 Ha (antara kondisi pasang dan surut). Rawa Pening terletak di kecamatan Banyubiru sedangkan aliran Rawa Pening melalui kecamatan Jambu, sebagian Ambarawa, Bawen, Tuntang, Getasan, dan Banyubiru (Sittadewi, 2008). Rawa Pening dapat menampung air sebanyak 65.000.000 m3 pada elevasi ± 463,90o. Kapasitas air yang melimpah membuat kehadirannya begitu penting terutama secara ekologis di Jawa Tengah. Air Rawa Pening bersumber dari mata air yang muncul dari sisi rawa dan juga berasal dari beberapa sungai yang bermuara pada rawa ini. Sungai-sungai tersebut antara lain Sungai Galeh, Torong, Panjang, Muncul, Parat, Legi, Pitung, Praginan dan Rengas yang menyumbang sekitar 60% air Rawa Pening dan Sungai Muncul menyuplai sebesar 20% (Pemkab Semarang, 2011). Rawa pening terletak pada daerah rendah dan merupakan lembah yang dikelilingi oleh pegunungan dan perbukitan serta terbendung di Kali Tuntang. Hal ini menyebabkan volume air … Read more


A Children’s Book Project

Posted: December 3rd 2016

  “A child who reads will be an adult who thinks. It is easier to build up a child than it is to repair an adult.” Mencintai alam dan segala isinya bisa dilakukan melalui berbagai cara. Personal Action Plan yang hendak saya lakukan adalah membuat buku cerita untuk anak-anak. Hal yang melatarbelakangi keinginan saya untuk membuat buku cerita adalah, dulu saya pernah berkesempatan untuk membaca sebuah buku cerita sederhana untuk anak-anak yang mengisahkan tentang perjalanan hidup tukik (bayi penyu) yang dibuat oleh beberapa LSM yang memfokuskan diri pada konservasi penyu. Buku cerita tersebut hanya berisi 3 sampai 4 kalimat per lembarnya dan dilengkapi dengan ilustrasi kartun menarik sebagai pendukung dari cerita. Hal yang saya dapatkan seusai membaca buku tersebut adalah, untuk mempelajari suatu hal ternyata tidak harus selalu rumit. Edukasi tentang kehidupan makhluk hidup bisa diterapkan semenjak dini, yaitu dengan metode dan bahasa yang mudah dipahami. Itulah salah satu alasan … Read more


Tumbuhan dengan Julukan Abadi

Posted: November 1st 2016

Edelweis Jawa atau Bunga Senduro (Anaphalis javanica) sering disebut sebagai bunga abadi oleh banyak orang. Mengapa demikian? Ternyata bunga ini ketika mengering warna dan bentuknya tidak banyak mengalami perubahan. Dalam keadaan segar daun Edelweis memiliki warna hijau abu-abu muda karena pada bagian daunnya tertutup bulu-bulu seperti wol dan ketika bunga ini mengering warnanya menjadi gelap karena mesofil yang terdegradasi (Van Steenis, 1978). Edelweis di Gunung Semeru (Sumber : http://phinemo.com/) Anaphalis javanica tergolong dalam marga Compositae. Bunga Edelweis berkembang  di atas dasar bunga yang rata dan memiliki warna keemasan. Kepala sari dari bunga ini membentuk tabung yang berkumpul menjadi satu pada satu wadah (van Leeuwen, 1933). Bentuk daunnya linier, lancip, berbulu, memiliki panjang 4-6 cm dan lebar 0,5 cm (van Steenis, 1978).  Hidup dari tumbuhan ini sangat bergantung pada cahaya matahari, oleh karena itu Edelweis dapat tumbuh pada wilayah perbatasan antara hutan dan daerah terbuka (van Steenis, 1978). Edelweis dapat tetap tumbuh … Read more


“Rimba Sirna, Akupun Memudar”

Posted: August 28th 2016

Tanpa kita sadari, Indonesia menjadi tuan rumah dari 13 jenis burung rangkong/julang/enggang dari 57 jenis yang ada di dunia, dan tiga diantaranya adalah endemik Indonesia. Julang sumba (Rhyticeros everetti sinonim: Aceros everetti) merupakan salah satu burung rangkong endemik Indonesia yang dapat ditemukan di pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur. Rangkong termasuk dalam family Bucerotidae, warna bulunya dominan hitam dengan ukuran 70 cm, pada jantan memiliki kepala dan leher dengan warna merah karat, sedangkan betinanya memiliki kepala dan leher hitam (Kutilang Indonesia, 2013). Paruhnya besar berwarna kuning dan di lehernya terdapat kantung berwarna biru. Jika dibandingkan dengan jenis julang yang lain memang corak warna Julang Sumba tidak seindah yang lainnya, namun itu semua tidak menghilangkan karismanya ketika ia terbang dengan suara kepakan yang sangat kuat. Julang dapat terbang hingga 100.000 hektar (Rangkong Indonesia, 2016). Burung ini memakan buah-buahan dan terkadang juga hewan-hewan kecil. Peran ekologisnya adalah sebagai penebar biji dari buah-buah yang telah … Read more


Hello world!

Posted: August 24th 2016

Welcome to Komunitas Blogger Universitas Atma Jaya Yogyakarta. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!



© 2017 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php