Teknologi Masa Depan, Bagaikan Nonton di Luar Negeri

Teknologi Masa Depan, Bagaikan Nonton di Luar Negeri

Masyarakat Sulawesi Utara benar-benar dibuat kagum dengan iven bertajuk 3030 Show yang disajikan PT Hutchison 3 Indonesia. Selama enam hari, Lapangan Megamas disesaki anak muda yang seakan tak pernah puas menyaksikan pertunjukan yang ditampilkan.

Editor: Cesylia Saroinsong

Peliput: Tanya Rompas

3030 Show telah usai. Namun, di benak para penikmat teknologi masa depan, iven ini tetap melekat. Hal itu memang menjadi tujuan PT Hutchison 3 Indonesia, provider 3. Selama enam hari (14-19/10), 3 mengajak pengunjung melintasi waktu menuju masa depan, tahun 3030. Luar biasa! Saat masuk ke dome pertunjukan, suasana seperti berada di dalam pesawat antariksa. Sebentang layar besar menampilkan gambar suasana luar angkasa. Kemudian tampak, kecepatan pesawat akan semakin cepat, menuju kota Manado 3030. Saat itu, dunia telah mencapai titik kesempurnaan dalam segi teknologi maupun kehidupan bermasyarakat.

Dari luar, kemegahan acara itu sudah terlihat. Lapangan Megamas yang

biasanya digunakan untuk olahraga dan konser terbuka, dibuat tertutup. Bukan dibatasi, melainkan benar-benar ditutup dengan tenda. Meski tertutup, namun suasana di dalam begitu sejuk.

“Selamat datang di 3030.” Suara laki-laki itu membuka seluruh rangkaian pertunjukan. Saat itulah empat orang lengkap dengan pakaian LED muncul. Sementara tiga orang lainnya memainkan laser yang bentuknya berubah-ubah menyerupai tongkat, pedang, perisai, dan lainnya. Di sela-selanya, Sang Kapten, pemimpin dunia di tahun 3030 mengatakan, keinginannya berbagi teknologi kepada manusia di masa lalu (tahun 2014) dengan mengutus dua prajuritnya, Satria dan Triana.

Saat kedua prajurit ini akan landing di Manado 2014, desiran angin

turunnya pesawat luar angkasa terasa ke bangku penonton, terlebih yang di barisan depan. Di sesi pertama ini, Satria dan Triana sukses membantu empat pemuda Manado agar tidak lagi lelet berinternet.

Pada sesi kedua, perut penonton dikocok kala Satria dan Triana ditugaskan membantu masalah di Hutan Pancala. Di hutan ini, ada seorang putri cantik bernama Drupadi dan Punakawan (Semar, Bagong, Gareng, dan Petruk) beserta gurunya. Lucu abis. Para pengunjung pun dibuat tertawa dengan aksi mereka. Selanjutnya, ada fashion show dari para model.

Pertunjukan luar biasa ini menyajikan visualisasi teknologi pelayanan

internet Tri dan ekosistem inovatif provider ini melalui analogi image masa depan. 3030 Show meramu kolaborasi teknologi terdepan dengan kualitas seni budaya nasional seperti seni tari dan teater komedi untuk menghadirkan sebuah pertunjukan yang spektakuler dan menghibur.

sumber :

https://youtubers.id/