Blog Pendidikan Dan Teknologi

Surat Kuasa : Pengertian, Jenis Dan Cara Membacanya

Posted: June 5th 2019

Surat Kuasa : Pengertian, Jenis Dan Cara Membacanya

Surat Kuasa

Pengertian Surat Kuasa

Surat kuasa adalah surat yang berisi pelimpahan kuasa atau wewenang  dari seseorang kepada orang lain yang dipercaya agar dapat bertindak sebagai wakil dari orang yang memberi wewenang dikarenakan orang yang memberikan wewenang tidak dapat melaksanakannya sendiri. Sehingga kegunaan surat kuasa adalah sebagai salah satu bukti bahwa orang yang disebutkan namanya dalam surat tersebut memiliki hak ataupun kewajiban untuk melaksanakan sesuatu sesuai dengan yang tertera dalam surat tersebut.


Jenis Surat Kuasa 

Surat Kuasa Personal (Perorangan) adalah surat kuasa yang diberikan seseorang secara pribadi kepada orang lain guna melaksanakan atau melakukan sesuatu guna kepentingan pribadi dari sang pemberi kuasa. Contoh: surat kuasa untuk mengambil gaji, dana pensiun, barang pesanan dan sebagainya.

  • Surat Kuasa Kedinasan adalah surat kuasa yang dibuat instansi/perusahaan atau seorang pejabat/pimpinan yang diberikan kepada bawahanya untuk melaksanakan sesuatu yang berhubungan dengan instansi.
  • Surat Kuasa Istimewa adalah surat kuasa yang diberikan seseorang kepada pihak lain, misalnya pengacara guna menyelesaikan suatu masalah yang berkaitan dengan pengadilan.

Cara Membuat Surat Kuasa

Berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membuat surat kuasa.

  1. Surat kuasa personal (perorangan) dibuat berhubungan karena yang bersangkutan tidak dapat melaksanakan sendiri dan berdasarkan kepercayaan serta tanpa ada unsur paksaan.
  2. Surat kuasa personal (perorangan) tidak memerlukan nomor surat. Sedangkan untuk surat kuasa instansi harus terdapat nomor surat.
  3. Surat kuasa untuk mengambil gaji, dana pensiun hendaknya diberikan kepada orang terdekat (anak, cucu, keluarga terdekat) atau kepada orang yang benar-benar dipercaya. Dalam hal ini tidak diperlukan materai atau kertas segel  kecuali apabila dari pihak pemberi gaji memiliki aturan tertentu.
  4. Pihak pemberi kuasa maupun penerima kuasa harus sudah dewasa serta sehat Jasmani dan Rohani.
  5. Penyebutan identitas dalam hal nama, alamat, pekerjaan dan sebagainya harus jelas.
  6. Perlu dijelaskan maksut dan tujuan dari surat kuasa serta masa berlaku surat kuasa tersebut.
  7. Wajib dicantumkan tempat dan tanggal surat itu dibuat.
  8. Surat kuasa dinyatakan sah apabila sudah ditanda tangani oleh kedua belah pihak.
  9. Khusus bagi surat kuasa kedinasan harus ada stempel dari organisasi/instansi yang bersangkutan.

Sumber : Contoh Surat Kuasa


Comments are closed.

© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php