Blog Pendidikan Dan Teknologi

Pengertian Bakteri Secara Lengkap

Posted: February 25th 2019

Pengertian Bakteri Adalah

Bakteri Adalah
Bakteri Adalah

Bakteri adalah mikroorganisme unicelluler prokaryotik tergolong dalam kingdom monera yang umumnya tidak berklorofil , Bakteri seperti sel tumbuhan mempunyai dinding sel namun komposisi dinding selnya dari bahan Peptidoglikan.

  • Bakteri bersifat kosmopolitan artinya mudah dijumpai dimana mana dan kwantitasnya juga paling banyak dan tersebar luas hampir di semua tempat . di makanan , di udara , air tanah , magma , batuan maupun tubuh mahkluk hidup.
  •  Bakteri mempunyai kemampuan mereproduksi tergolong sangat cepat dengan cara membelah diri secara biner atau dikenal dengan membelah secara amitosis , Misal pada bakteri kolera bisa membelah diri jadi dua setiap 20 menit , maka bisa dibayangkan setiap jam saja sudah jadi 8 bkteri kolera baru. Selain mereproduksi secaraasexual namun bisa juga secara sexual dengan Parasexual yang meliputi : Konjugasi Transduksi dan juga bisa dengan Transformasi

Bakteri dalam Klasifikasi menjadi pioner Kingdom yaitu Kingdom Monera

Berikut Secara Detail Tentang Bakteri

  • Dilihat dari peranannya Bakteri ada yang menguntungkan tetapi ada pula yang merugikan.
  • Menguntungkan karena membantu dalam proses pembuatan makanan dalam berbagai fermentasi , juga pembuatan obat obatan , pembusukan sampah dll ,
  • Merugikan karena dapat menyebabkan penyakit karena patogen Untuk lebih jelasnya perhatikan beberapa pendekatan hafalan dari bakteri

C

Ciri-ciri Bakteri 

Bakteri memiliki ciri-ciri yang membedakannnya dengan mahluk hidup lain yaitu : 

  1. Organisme multiselluler
  2. Prokariot (tidak memiliki membran inti sel )
  3. Umumnya tidak memiliki klorofil
  4. Memiliki ukuran tubuh yang bervariasi antara 0,12 s/d ratusan mikron umumnya memiliki ukuran rata-rata 1 s/d 5 mikron.
  5. Memiliki bentuk tubuh yang beraneka ragam
  6. Hidup bebas atau parasit
  7. Yang hidup di lingkungan ekstrim seperti pada mata air panas,kawah atau gambut dinding selnya tidak mengandung peptidoglikan
  8. Yang hidupnya kosmopolit diberbagai lingkungan dinding selnya mengandung peptidoglikan

Struktur Bakteri 

Struktur bakteri terbagi menjadi dua yaitu: 

  1. Struktur dasar (dimiliki oleh hampir semua jenis bakteri) Meliputi: dinding sel, membran plasma, sitoplasma, ribosom, DNA, dan granula penyimpanan
  2. Struktur tambahan (dimiliki oleh jenis bakteri tertentu) Meliputi kapsul, flagelum, pilus, fimbria, klorosom, Vakuola gas dan endospora.
  3. Dinding sel tersusun dari peptidoglikan yaitu gabungan protein dan polisakarida (ketebalan peptidoglikan membagi bakteri menjadi bakteri gram positif bila peptidoglikannya tebal dan bakteri gram negatif bila peptidoglikannya tipis).
  4. Membran plasma adalah membran yang menyelubungi sitoplasma tersusun atas lapisan fosfolipid dan protein, bersifat semipermeable, berfungsi untuk mengatur keluar masuknya zat ke dalam sel.
  5. Sitoplasma adalah cairan sel, merupakan tempat berlangsungnya reaksi metabolik bersifat koloid tida encer namun juga tidak pekat sehingga isinya tentu hanya air .
  6. Ribosom adalah organel yang tersebar dalam sitoplasma, tersusun atas protein dan RNA.sebagai tempat sintesis protein.
  7. Granula penyimpanan, karena bakteri menyimpan cadangan makanan yang dibutuhkan
  8. Mesosom terbentuk dari membran sel yang tidak membentuk lipatan. Organel ini berfungsi sebagai pengganti mitocondria .
  9. Kapsul atau lapisan lendir adalah lapisan di luar dinding sel pada jenis bakteri tertentu, bila lapisannya tebal disebut kapsul dan bila lapisannya tipis disebut lapisan lendir. Kapsul dan lapisan lendir tersusun atas polisakarida dan air. Kapsul atau lapisan lendir merupakan bahan kental yang mengelilingi dinding sel bakteri. Kapsul penting bagi bakteri karena merupakan pelindung dan sebagai penyimpan cadangan makanan. Pada bakteri penyebab penyakit, kapsul dapat berfungsi meningkat kan kemampuan bakteri dalam menginfeksi inangnya atau dengan kata lain meningkatkan daya virulensi.
  10. Flagelum atau bulu cambuk adalah struktur berbentuk batang atau spiral yang menonjol dari dinding sel.
  11. Pilus dan fimbria adalah struktur berbentuk seperti rambut halus yang menonjol dari dinding sel, pilus mirip dengan flagelum tetapi lebih pendek, kaku dan berdiameter lebih kecil dan tersusun dari protein dan hanya terdapat pada bakteri gram negatif. Fungsi pili adalah sebagai pintu gerbang bagi masuknya materi genetik selama perkawinann dan untuk membantu melekatkan diri pada jaringan hewan atau tumbuhan yang merupakan sumber nutriennya.
  12. Fimbria adalah struktur sejenis pilus tetapi lebih pendek daripada pilus.
  13. Klorosom adalah struktur yang berada tepat dibawah membran plasma dan mengandung pigmen klorofil dan pigmen lainnya untuk proses fotosintesis. Klorosom hanya terdapat pada bakteri yang melakukan fotosintesis.
  14. Vakuola gas terdapat pada bakteri yang hidup di air dan berfotosintesis.
  15. Endospora adalah bentuk istirahat (laten) dari beberapa jenis bakteri gram positif dan terbentuk didalam sel bakteri jika kondisi tidak menguntungkan bagi kehidupan bakteri. Endospora mengandung sedikit sitoplasma, materi genetik, dan ribosom. Dinding endospora yang tebal tersusun atas protein dan menyebabkan endospora tahan terhadap kekeringan, radiasi cahaya, suhu tinggi dan zat kimia. Jika kondisi lingkungan menguntungkan endospora akan tumbuh menjadi sel bakteri baru
  16. Jadi Organ organ yang double membran tidak ditemukan misalnya mitocondria , Inti tanpa membran,  Reticulum endoplasma OK

Dinding Sel

  • Dinding sel tersusun atas Peptidoglikan yakni polisakarida yang berikatan dengan protein.
  • Dengan adanya dinding sel ini, tubuh bakteri memiliki bentuk yang tetap. Fungsi dinding sel adalah untuk melindungi sel.
  • Berdasarkan struktur protein dan polisakarida yang terkandung di dalam dinding sel ini, bakteri dapat dibedakan menjadi bakteri gram positif dan gram negatif.
  • Jika bakteri diwarnai dengan tinta Cina kemudian timbul warna pada dinding selnya, maka bakteri itu tergolong bakteri gram positif.
  • Sebaliknya, jika diberi warna dengan tinta Cina namun tidak menunjukkan perubahan warna pada dinding selnya, maka bakteri itu digolongkan ke dalam bakteri gram negatif.
  • Bakteri gram positif mempunyai peptidoglikan di luar membran plasma.
  • Pada bakteri gram negatif, peptidoglikan terletak di antara membran plasma dan membran luar dan jumlahnya lebih sedikit.
  • Umumnya bakteri gram negatif lebih patogen.
  • Bakteri gram-positif dinding selnya terdiri atas 60-100 persen peptodoglikan
  • Semua bakteri gram-positif memiliki polimer iurus asam N-asetil muramat dan N-asetil glukosamin
  • Dinding sel beberapa bakteri gram positif mengandung substansi asam teikoat yang dikaitkan pada asam muramat dari lapisan peptidoglikan.
  • Asam teikoat ini berwujud dalam dua bentuk utama yaitu asam teikoat ribitoi dan asam teiokat gliserol fungsi dari asam teiokat adalah mengatur pembelahan sel normal.
  • Apabila diberi pewarna gram menghasilkan warna ungu.
  • Bakteri gram-negatif dinding sel gram negatif mengandung 10-20 % peptidoglikan,
  • Diluar lapisan peptidoglikan ada struktur membran yang tersusun dari protein fostolipida dan lipopolisakarida.
  • Apabila diberi pewarna gram menghasilkan warna merah.
  • Di sebelah luar dinding sel terdapat kapsul.
  • Tidak semua sel bakteri memiliki kapsul.
  • Hanya bakteri patogen yang berkapsul.
  • Kapsul berfungsi untuk mempertahankan diri dari antibodi yang dihasilkan selinang.
  • Kapsul juga berfungsi untuk melindungi sel dari kekeringan.
  • Kapsul bakteri tersusun atas persenyawaan antara protein dan glikogen yaitu glikoprotein.

Membrane Sel

  • Membrane sel tersusun atas molekul lemak dan protein Lipoprotein
  • Jadi membran selnya sama seperti halnya membran sel organisme yang lain.
  • Membrane sel bersifat semipermiable dan berfungsi mengatur keluar masuknya zat keluar atau ke dalam sel.

 

Mesosom

  • Pada tempat tertentu terjadi penonjolan membran sel kearah dalam atau ke sitoplasma.
  • Tonjolan membrane ini berguna untuk menyediakan energi atau pabrik energi bakteri.
  • Organ sel (organel) ini disebut mesosom.
  • Selain itu mesosom berfungsi juga sebagai pusat pembentukan dinding sel baru diantara kedua sel anak pada proses pembelahan.

Lembar fotosintetik

  • Khusus pada bakteri berfotosintesis, terdapat pelipatan membrane sel kearah sitoplasma.
  • Membran yang berlipat-lipat tersebut berisi klorofil,dikenal sebagai lembar fotosintetik (tilakoid).
  • Lembar fotosintetik berfungsi untuk fotosintesis contohnya pada bakteri ungu.
  • Bakteri lain yang tidak berfotosintesis tidak memiliki lipatan demikian.

Sitoplasma

Sitoplasma adalah cairan yang berada di dalam sel (cytos = sel, plasma= cairan). Sitoplasma tersusun atas koloid yang mengandung berbagai molekul organik seperti karbohidrat, lemak, protein, mineral, ribosom, DNA, dan enzim-enzim. Sitoplasma merupakan tempat berlangsungya reaksi-reaksi metabolism.

 

DNA

Asam deoksiribonukleat (deoxyribonucleic acid, disingkat DNA) atau asam inti, merupakan materi genetic bakteri yang terdapat di dalam sitoplasma. Bentuk DNA bakteri seperti kalung yang tidak berujung pangkal. Bentuk demikian dikenal sebagai DNA sirkuler. DNA tersusun atas dua utas polinukleotida berpilin. DNA merupakan zat pengontrol sintesis protein bakteri, dan merupakanzat pembawa sifat atau gen. DNA ini dikenal pula sebagai kromosom bakteri. DNA bakteri tidak tersebar di dalam sitoplasma, melainkan terdapat pada daerah tertentu yang disebut daerah inti. Materi genetik inilah yang dikenal sebagai inti bakteri.

 

Plasmid

Selain memiliki DNA kromosom, bakteri juga memiliki DNA nonkromosom. DNA nokromosom bentuknya juga sirkuler dan terletak di luar DNA kromosom. DNA nonkromosom sirkuler ini dikenal sebagai plasmid. Ukuran plasmid sekitar 1/1000 kali DNA kromosom. Plasmid mengandung gen-gen tertentu misalnya gen kebal antibiotik, gen patogen. Seperti halnya DNA yang lain, plasmid mampu melakukan replikasi dan membentuk kopi dirinya dalam jumlah banyak. Dalam sel bakteri dapat terbentuk 10-20 plasmid. Sumber : https://www.murid.co.id/


Comments are closed.

© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php