Mengenalkan Kecerdasan Finansial Sedini Mungkin

Mengenalkan Kecerdasan Finansial Sedini Mungkin

Pendidikan anak usia dini tidak hanya terkait dengan upaya membekali mereka dengan tumbuh kembang yang memadai, tetapi juga penguatan karakter sejak dini. Persoalan karakter di era globalisasi dan digitalisasi merupakan persoalan yang sangat fundamental. Salah satu implementasi pembentukan karakter adalah melalui pengenalan tentang kecerdasan finansial kepada anak usia dini.

Kecerdasan finansial merupakan upaya memampukan anak dan mengajari anak untuk bisa memahami kegiatan atau aktivitas mengelola keuangan sehari-hari yang sederhana, papar Dirjen PAUD dan Dikmas, Kemendikbud, Harris Iskandar dalam seminar Aflatoun di Kemendikbud, Kamis (24/5).

Seminar yang diikuti sekitar 200 orang dari guru PAUD, organisasi Mitra

PAUD, mahasiswa, perwakilan Unicef ini menampilkan pembicara Mr. Roland Monash (Stiching Education Aflatoun Internasional), Wartanto (plt. Direktur PAUD) dan Horas V.M. Tarihoran. (Direktur Pendidikan Keuangan OJK).

Harris memaparkan, pendidikan finansial maknanya sangat luas. Bukan sekedar mengenalkan nilai uang, namun bagaimana menggunakannya dengan baik dan bijak, bagaimana hubungannya dengan orang lain termasuk pembentukan karakter dan pengenalan keaksaraan.

“Kemampuan mengelola keuangan tidak mungkin hanya dicapai melalui pendidikan finansial dan akses finansial saja, tetapi juga memerlukan adanya perubahan perilaku finansial setiap individunya. Artinya, pendidikan finansial tidak serta merta mengubah perilaku finansial seseorang, karena itu pendidikan finansial harus dilakukan terintegrasi dengan pendidikan social, papar Harris.

Proses penanaman nilai-nilai melalui pendidikan sosial dan finansial pada

anak memerlukan proses yang berkesinambungan, serta komitmen dan keterlibatan dari semua pihak. Untuk pelaksanaan proses tersebut, PP PAUD dan Dikmas Jawa Barat pada tahun 2017 dan 2018 telah melakukan pengkajian dan adaptasi program AFLATOT tentang pendidikan Sosial dan finansial yang sudah dikembangkan oleh AFLATOUN International di Belanda sebelumnya. Hasil adaptasi tersebut akan menjadi perangkat pendukung penerapan pendidikan sosial dan finansial di Indonesia.

Metode pelatihan Aflatoun telah banyak menginspirasi guru dalam

mengembangkan keterampilan dan metode mengajar mereka dengan menggunakan games, pembelajaran yang berpusat pada anak (child-centered), kerja kelompok, dan berbasis kegiatan untuk memotivasi murid dalam belajar, ungakap M Hasbi, Kepala PP PAUD dan Dikmas Jawa Barat.

Baca Juga :