8 Cara Menanam Bayam Dengan Baik dan Benar (Biji Dan Batang)

Cara menanam bayam

Bayam adalah sejenis perdu atau perdu, berdaun dengan ujung runcing, lunak dan lebar. Batangnya lunak dan berwarna hijau keputihan, putih kemerahan, atau hijau. Bunga-bunga kecil muncul dari ketiak daun dan ujung-ujung benda bergerombol. Buahnya tidak berdaging, tetapi banyak mengandung biofuel, sangat kecil, bulat dan mudah pecah. Tanaman bayam berakar dan memiliki akar lateral yang kuat dan cukup dalam.

Bayam populer di kalangan masyarakat Indonesia karena rasanya yang enak, lembut dan menyehatkan. Selain itu, bayam banyak mengandung vitamin A dan C serta sedikit vitamin B. Bayam juga banyak mengandung garam mineral penting seperti kalsium, fosfor dan zat besi.

menanam bayam
jenis bayam

Ada berbagai jenis bayam yang dibudidayakan, ada juga yang tidak dibudidayakan. Ada dua jenis bayam liar dan tidak dibudidayakan, yaitu bayam giling (Amaranthus blitum L.) dan bayam bayam (Amaranthus spinosus L.). Bayam enak dimakan, meski agak kenyal dan sulit dimakan. Warna batang kemerahan. Sementara bayam biasanya ditanam atau dibudidayakan, biji hitam, termasuk bayam dan bayam setahun, biasanya ditanam.

  1. Bayam Amaranthus tricolor L dan Amaranthus hybridus L

Bayam (Amaranthus tricolor L), atau biasa dikenal dengan bayam, berwarna kemerahan (bayam merah) dan ada juga yang berwarna hijau keputihan (bayam putih). Jimat yang mekar di ketiak daun. Bayam jenis ini biasanya dijual dengan akarnya dalam tandan seukuran lingkaran dua jari. Varietas bayam yang direkomendasikan untuk ditanam adalah Giti Hijau dan Giti Merah.

Bayam (Amaranthus hybridus L) atau bisa disebut juga dengan bayam sekop atau broadleaf. Amaranthus hybridus memiliki dua kultivar yaitu kultivar Caudatus dan kultivar Paniculatus. Varietas berekor daun cukup panjang, runcing, berwarna hijau tua atau merah. Bunganya tersusun panjang di ujung batang. Sedangkan varietas Paniculatus memiliki pangkal daun yang lebar dan berwarna hijau. Rangkaian bunganya panjang dan menyebar di ketiak atau cabang, tetapi lebih teratur daripada varietas berekor. Bayam adalah biji putih yang dikenal sebagai bayam Maca (Amaranthus hypochondriacus).

Baca Juga: 12 Cara Mudah Budidaya Ikan Discus Di Akuarium Yang Menguntungkan

  1. Waktu tanam yang baik untuk bayam

Bayam dapat ditanam sepanjang tahun baik di dataran rendah maupun dataran tinggi, juga dapat ditanam di area kebun atau pekarangan. Waktu tanam yang baik adalah pada awal musim hujan atau awal musim kemarau. Bayam tumbuh paling baik bila ditanam di tanah dengan keasaman (pH tanah) sekitar 6-7. Jika pH di bawah 6, tanaman bayam akan merana. Sedangkan pada pH di atas 7, tanaman bayam akan mengalami klorosis yaitu berwarna putih kekuningan terutama pada daun muda.

  1. Budidaya bayam

Bayam ditanam dari biji, dibutuhkan 5-10kg benih untuk 1 hektar penanaman, atau sekitar 0,5-1g benih per m2. Bibit bayam dapat disemai langsung ke tanah atau disemai terlebih dahulu. Sebelum benih ditanam, tanah terlebih dahulu digarap. Penyiapan lahan dilakukan dengan cara mencangkul tanah sedalam 20-30 cm, kemudian ditambahkan pupuk kandang atau kompos sebanyak 10 ton/ha atau 1 kg/m2. Untuk memperlancar hasil panen dan memperbaiki drainase, dapat dilakukan penanaman seperti bedengan dengan lebar 1 m. Setiap bedengan dapat berisi lima baris tanaman.

Saat disemai langsung, benih bayam ditaburkan dalam barisan dari barat ke timur dengan jarak tanam 20 cm. Sebarkan benih dengan hati-hati agar tidak tumpang tindih. Untuk pemerataan, benih dapat dicampur dengan sedikit pasir atau abu dapur.

  1. Budidaya bayam

Bibit bayam akan tumbuh setelah 3-5 hari setelah penyimpanan. Tanaman yang berumur dua minggu digeser ke kanan dan ke kiri setiap pagi dengan ujung sapu dipegang mendatar agar tanaman kuat, cepat tumbuh dan bebas dari serangga berbahaya. Begitu tanaman berumur tiga minggu (sekitar empat daun), Anda harus mendistribusikan 100 kg urea per hektar pada dua baris tanaman.

Sumber :