Blog Pendidikan Dan Teknologi

Budidaya Pertanian Hidroponik, Mensos : Santri Harus Bisa Ngaji Dan Kuasai Teknologi

Posted: February 7th 2019

Budidaya Pertanian Hidroponik, Mensos : Santri Harus Bisa Ngaji Dan Kuasai Teknologi

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa berharap agar para santri pondok pesantren selain bisa mengaji, juga menguasai teknologi dan kelak siap mandiri.

Green House Al Mina Farm milik Yayasan Al Mina

Hal tersebut disampaikan Khofifah saat meresmikan Green House Al Mina Farm milik Yayasan Al Mina di Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Senin (25/9). Khofifah hadir mewakili Presiden Joko Widodo.

Kebun hidroponik

Kebun hidroponik yang dibangun atas bantuan Presiden Jokowi tersebut berisi sejumlah tanaman pokok yang dibutuhkan antara lain selada, tomat, sawi dan sayur mayur lainnya.

“Adanya kesan bahwa lulusan pesantren hanya bisa ngaji harus hilang. Tunjukkan kalau lulusan pesantren memiliki kemampuan dan kapasitas yang juga mumpuni. Bisa jadi profesional, akademisi, jadi menteri bahkan jadi Presiden seperti Gus Dur. Kompetensinya juga tidak kalah dengan lulusan sekolah umum ,” tuturnya.

Karenanya, pekerjaan rumah terbesar pesantren saat ini adalah membuka diri dan beradaptasi dengan perkembangan zaman namun tidak meninggalkan tradisi khas pondok pesantren .

Khofifah mencontohkan budidaya pertanian hidroponik yang dikembangkan Yayasan Al Mina yang menurutnya dapat menjadi motor penggerak ketahanan pangan di tengah masyarakat.

“Bagi para pengasuh pesantren dan santri, Pak Presiden berharap Pesantren bisa bermetamorfosis mengikuti perkembangan zaman dan teknologi, sehingga akan mendorong kemandirian pesantren dan santri kelak setelah lulus” tuturnya.

“Sedikitnya ada tiga format pesantren yang diharapkan terbentuk oleh Pak Jokowi yaitu pesantren agro, bahari, dan wirausaha. Nah, Al Mina ini adalah salah satu perwujudan pesantren agro,” tambah Khofifah.

Khofifah mengatakan

Budidaya tanaman hidroponik yang dikembangkan Al Mina dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang memiliki lahan terbatas atau yang kesulitan mencari lahan terutama masyarakat perkotaan. Sementara untuk kalangan santri, tentu saja akan mendorong semangat kewirausahaan di bidang pertanian.

“Memang padat modal, tapi segmen pasar yang disasar adalah menengah keatas. Dan hingga saat ini besarnya permintaan pasar belum mampu dipenuhi oleh para petani hidroponik,” imbuhnya.

Karenanya, dalam kesempatan tersebut Khofifah menyampaikan harapan agar sektor swasta dan BUMN dapat ikut serta membantu permodalan dan teknologi, khususnya melalui dana tanggung jawab sosial . Dengan demikian, dapat ikut menginisiasi berkembangnya budidaya pertanian hidroponik di banyak tempat lagi. Khususnya di kalangan pondok pesantren seperti yang diharapkan oleh Presiden Joko Widodo.

“Jika ini terwujud maka akan terjadi lompatan kemandirian santri. Apalagi pasarnya sudah ada dan permintaannya pun besar,” imbuhnya

Sumber: https://lahan.co.id/cara-budidaya-buah-naga-dalam-pot/


Comments are closed.

© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php