Monthly Archives: May 2020

Zuckerberg dan Bill Gates gotong-royong cari obat COVID-19

Zuckerberg dan Bill Gates gotong-royong cari obat COVID-19

Chan Zuckerberg Initiative, organisasi filantropis yang diluncurkan oleh CEO Facebook Mark Zuckerberg dan istrinya Priscilla Chan pada 2015, menyumbang 25 juta dolar AS atau sekitar Rp400 juta kepada Bill Gates untuk riset obat virus corona baru (COVID-19).

Dikutip dari Business Insider, Minggu, kontribusi Zuckerberg dan istrinya datang setelah Bill & Melinda Gates Foundation meluncurkan COVID-19 Therapeutics Accelerator pada awal Maret.

“Priscilla dan saya berkomitmen 25 juta dolar AS untuk mempercepat

pengembangan pengobatan untuk COVID-19. Kami bermitra dengan Gates Foundation dan yang lainnya agar dapat dengan cepat mengevaluasi obat yang paling menjanjikan untuk dilihat mana yang mungkin efektif dalam mencegah dan mengobati virus corona,” ujar Zuckerberg.

Baca juga: Facebook sumbang 720 ribu masker untuk petugas medis COVID-19

Baca juga: Mark Zuckerberg akan danai tes virus corona

“Karena obat-obatan ini telah melalui uji keamanan klinis, dan jika efektif, akan lebih cepat membuatnya tersedia daripada mengembangkan dan menguji vaksin baru — semoga dalam hitungan bulan, bukan satu tahun atau lebih. Saya tidak sabar melihat apa yang ditemukan oleh Therapeutics Accelerator,” demikian pengumuman yang diunggah Zuckerberg di Facebook.

Tujuan dari proyek ini adalah untuk mengembangkan perawatan

pengobatan yang terjangkau untuk COVID-19 yang dapat didistribusikan dalam skala besar. Tim riset akan mengevaluasi obat baru tersebut untuk digunakan dalam pengobatan pasien COVID-19.

Hasil riset obat juga diharap dapat digunakan untuk melawan patogen virus lain dalam jangka panjang. COVID-19 Therapeutics Accelerator juga akan bekerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam proyek tersebut.

Sebelumnya, Mastercard dan yayasan amal Wellcome juga bermitra dengan Bill & Melinda Gates Foundation untuk mengambil bagian dari inisiatif tersebut, dengan memberikan dana sebesar 125 juta dolar AS atau sekitar Rp2 triliun pada saat peluncuran proyek tersebut.

Sementara, langkah Facebook untuk terlibat dalam penelitian itu

merupakan salah satu dari beberapa upaya yang dilakukan sejumlah raksasa teknologi Silicon Valley untuk membantu memerangi penyebaran virus corona, yang telah menewaskan hampir 25.000 orang dan menginfeksi lebih dari setengah juta orang di seluruh dunia.

sumber :

https://voi.co.id/seva-mobil-bekas/

Facebook donasi 100 juta dolar untuk media & penerbit terdampak corona

Facebook donasi 100 juta dolar untuk media & penerbit terdampak corona

Facebook menjanjikan donasi 100 juta dolar AS (sekitar Rp1,6 triliun) untuk perusahaan media, termasuk penerbit lokal Amerika Serikat, yang terdampak pandemik virus corona baru (COVID-19), Reuters melaporkan pada Senin (30/3).

Perusahaan media, terutama media cetak, menanggung beban karena

banyak pengiklan menarik anggaran promosi untuk menjaga pengeluaran selama masalah corona masih berlangsung.

Baca juga: Google sumbang 800 juta dolar AS untuk perangi corona

Baca juga: Hyundai sumbang 2 juta dolar untuk tes cepat corona

Surat kabar Vatican berusia 160 tahun, L’Osservatore Romano, yang

menghentikan pencetakan pekan lalu, merupakan satu dari sejumlah media cetak yang kesulitan bertahan.

Donasi 100 juta dolar AS dari Facebook tersebut termasuk 25 juta dolar AS dalam bentuk dana hibah darurat untuk media lokal, dan 75 juta dolar AS dalam bentuk iklan untuk perusahaan media secara global.

Putaran pertama hibahnya ditujukan kepada 50 redaksi lokal di Amerika Serikat dan Kanada.

Pada Jumat (27/3), perusahaan induk Google, Alphabet, menyumbang lebih

dari 800 juta dolar AS atau sekitar Rp12,8 triliun untuk memproduksi pasokan medis yang digunakan melawan COVID-19 dan dalam bentuk iklan kepada usaha kecil dan menengah, juga pemerintah dan organisasi kesehatan.

Baca Juga :

Kominfo tantang anak muda bikin game #DiRumahAja

Kominfo tantang anak muda bikin game #DiRumahAja

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bekerja sama Asosiasi Game Indonesia (AGI), Clevio Coder Camp dan Garena menggelar ajang cipta game “Ayo Bikin Game di Rumah Aja”, sebagai bagian dari kampanye #DiRumahAja untuk cegah virus corona baru (COVID-19).

Mengusung tema “Mari Bersama Melawan COVID-19: Hidup Bersih, Sehat, dan Seru,” ajang ini ditujukan untuk membantu sosialisasi melawan dan mencegah meminimalisir wabah COVID-19 melalui media interaktif yang bisa diakses oleh siapa pun, yaitu video game.

“Diharapkan video game hasil dari ajang cipta game ini bisa menjadi komplemen dari media konvensional untuk mensosialisasikan cara-cara pencegahan terhadap penyebaran virus Covid-19 ini,” ujar Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu.

Baca juga: Operator seluler dukung aplikasi PeduliLindungi buatan

Kominfo

Baca juga: Bukan TraceTogether, aplikasi PeduliLindungi lacak sebaran corona

Pelaksanaan lomba dilakukan dari rumah, sesuai arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo membatasi aktivitas guna memutus rantai penyebaran virus ini dengan kampanye #dirumahaja.

“Kondisi perang melawan Covid-19 yang kita alami saat ini membuat masyarakat diimbau untuk beraktivitas di rumah saja, menjaga jarak dengan orang lain. Hal ini sesuai arahan Presiden RI, Bapak Jokowi, agar kita segera dapat menahan laju penyebaran yang terinfeksi virus Corona,” kata Semuel.

Lebih lanjut, menurut Semuel, ajang kompetisi ini juga ditargetkan untuk

membentuk komunitas games maker di Indonesia.

“Ini mengajak generasi muda untuk bersama-sama membuat game di rumah masing-masing sehingga waktu yang dimiliki menjadi terisi dengan penambahan karya dan pengetahuan. Kita harapkan akan terbentuk komunitas para games maker yang semakin besar dan secara bersamaan meningkatkan kesadaran akan hidup sehat, bersih dan juga seru dalam menghadapi COVID-19,” ujar Semuel.

“Ayo Bikin Game di Rumah Aja” terbagi dalam beberapa kategori, Junior

(untuk siswa SD, SMP dan SMA/SMK) dan Mahasiswa/Umum. Masing-masing peserta diharuskan untuk membentuk tim dan bekerja sama selama empat hari untuk menghasilkan sebuah purwarupa game yang bisa dimainkan.

sumber :

https://freemattandgrace.com/seva-mobil-bekas/

Microsoft perbarui Office 365 jadi Microsoft 365

Microsoft perbarui Office 365 jadi Microsoft 365

Microsoft mengumumkan pembaruan Office 365 menjadi Microsoft 365 mulai 21 April, juga paket berlangganan untuk personal maupun keluarga.

“Sekarang, dibanding sebelumnya, banyak dari kita bekerja dan belajar jarak jauh, dan ini menyadarkan kita tentang perspektif bagaimana kehidupan dapat menganggu pekerjaan dan pekerjaan dapat menganggu kehidupan. Kita harus selalu tetap terhubung dan siap menyelesaikan tugas,” kata Corporate Vice President Windows and Devices Group, Microsoft, Yusuf Mehdi, dalam keterangan pers, dikutip Rabu.

Microsoft 365 dibangun dari pondasi Office 365 yang ditambahkan dengan

kecerdasan buatan, artificial intelligence atau AI dan cloud. Platform ini terdiri dari Excel, Word, PowerPoint, Outlook, Skype OneNote dan OneDrive.

Platform Microsoft 365 dilengkapi dengan serangkaian fitur baru, antara lain berupa AI Microsoft Editor yang dapat diakses di Word dan Outlook yang dapat memperbaiki tata bahasa seperti memberikan saran menulis ulang.

Fitur ini juga tersedia di Microsoft Edge dan Google Chrome berupa ekstensi browser mandiri.

Microsoft 365 menyediakan pembaruan di Excel berupa fitur untuk mngatur, melacak dan menganalisis saat membuat laporan keuangan, termasuk menghubungkan dengan bank dan akun kartu kredit pengguna.

Untuk Outlook versi web, Microsoft memperkenalkan fitur untuk mengatur

janji pertemuan, baik personal maupun pekerjaan, lewat koneksi ke kalender untuk melilhat ketersediaan waktu.

Microsoft memperkenalkan fitur baru di Skype, bernama Meet Now untuk memudahkan pengguna membuat video rapat dari jarak jauh.

Sementara untuk menjaga keamanan anggota keluarga, Microsoft 365 memiliki fitur Microsoft Family Safety yang memberikan waktu pengaturan penayangan di PC Windows, Android dan Xbox.

Microsof menyediakan paket berlanggan untuk perorangan dan keluarga,

Personal dan Family, untuk platform Microsoft 365, akan tersedia mulai 21 April. Layanan berlangganan mencakup aplikasi premium desktop Office, penyimpanan 1TB di OneDrive, 60 menit Skype untuk menelepon ponsel dan telepon rumah, serta fitur-fitur keamanan, dengan biaya 6,99 dolar per bulan untuk Personal dan 9,99 per bulan untuk Family.

sumber :

https://ngelag.com/seva-mobil-bekas/

Penggunaan Wifi secara global meningkat selama pandemi corona

Penggunaan Wifi secara global meningkat selama pandemi corona

Perusahaan analitik mobile Opensignal berbagi data temuan waktu penggunaan Wifi secara global yang meningkat selama pandemi virus corona seiring dengan arahan untuk tetap berada di rumah dalam upaya memutus rantai penyebaran virus tersebut.

“Di beberapa negara, persentase waktu yang dihabiskan masyarakatnya untuk terhubung ke jaringan Wifi dapat meningkat bahkan sebelum pemerintah memberlakukan tindakan karantina secara resmi,” demikian hasil temuan Opensignal yang dibagikan, Selasa.

Riset Opensignal menunjukkan persentase waktu yang dihabiskan untuk terhubung ke jaringan Wifi meningkat di Hong Kong, beberapa minggu sebelum adanya perubahan signifikan di sebagian besar wilayah Asia lainnya.

Opensignal menemukan adanya lonjakan terhadap waktu penggunaan Wifi dari minggu ke minggu di Filipina pada minggu ketiga Maret, yang dimulai pada 16 Maret, sebanyak 20 hingga 25 persen, di mana pulau utama negara tersebut sedang dalam masa karantina.

Baca juga: 5G di Indonesia, untuk “WiFi” atau “mobile”?

Baca juga: Tips terhindar dari informasi salah tentang virus corona di internet

Negara lain juga mengalami peningkatan yang signifikan pada minggu ketiga Maret, termasuk Malaysia (10 hingga 15 persen), juga Australia dan Thailand masing-masing tiga sampai enam persen.

Namun, waktu penggunaan Wifi menurun di Korea Selatan, kemungkinan

dikarenakan berkurangnya kekhawatiran masyarakat setempat untuk sementara ini.

Sementara itu, banyak negara di Eropa juga menunjukkan adanya peningkatan yang besar terhadap persentase waktu yang dihabiskan pengguna ponsel pintar untuk terhubung ke jaringan Wifi pada minggu ketiga Maret.

Sampai saat ini, lonjakan dari minggu ke minggu tertinggi dicatat oleh

pengguna di Spanyol (20 hingga 25 persen) bersamaan dengan lockdown yang diberlakukan di negara tersebut setelah dinyatakan sebagai negara kedua terparah di Eropa yang dilanda wabah COVID-19.

Italia bahkan mengalami perubahan ini lebih awal (3 hingga 6 persen),

dengan peningkatan yang sudah dimulai pada minggu terakhir bulan Februari.

Baca Juga :

Sony tunda perilisan game “The Last of Us Part 2”

Sony tunda perilisan game “The Last of Us Part 2”

Sony dan Naughty Dog mengumumkan bahwa game “The Last of Us Part 2” tidak dirilis PlayStation 4 (PS4) sesuai jadwal pada 29 Mei.

“Kami telah membuat keputusan yang sulit untuk menunda peluncuran ‘The Last of Us Part 2’ dan ‘Iron Man VR’ dari Marvel hingga pemberitahuan lebih lanjut,” tulis Sony lewat Twitter-nya yang dikutip Sabtu.

Menurut Sony, penundaan disebabkan krisis dan pandemik global virus

corona. Lebih lanjut, perusahaan game tersebut belum mengumumkan tanggal pengganti perilisan “The Last of Us Part 2”.

Naughty Dog juga merilis pernyataan di Twitter tentang penundaan tersebut. Developer game itu mengatakan, pihaknya telah hampir selesai dengan pengembangan “The Last of Us Part 2” dan tengah memperbaiki bug terakhir game.

Baca juga: Sony Pictures tunda semua film besarnya hingga 2021

Baca juga: Lalu lintas padat, Sony sengaja perlambat unduh “game” PlayStation

“Namun, walaupun telah berada di tahap akhir, kami dihadapkan dengan kenyataan bahwa karena masalah logistik di luar kendali kami, kami tidak dapat meluncurkan ‘The Last of Us Part 2’,” cuit Naughty Dog.

“Kami ingin memastikan semua orang dapat memainkan ‘The Last of Us Part 2’ dalam waktu yang sama, dan menjaga pengalaman terbaik bagi semua orang,” ujarnya melanjutkan.

“The Last of Us Part 2” pertama kali diperkenalkan pada akhir tahun lalu,

bersama dengan trailer yang menampilkan kelanjutan cerita ditunggu-tunggu oleh para gamer.

Tak lama setelah itu, Naughty Dog mengumumkan tanggal rilis “Last of Us Part 2” yang semula dijadwalkan pada Februari, tertunda di tanggal 29 Mei.

sumber :

https://rollingstone.co.id/seva-mobil-bekas/

Pasar streaming musik tumbuh 32 persen, Spotify masih memimpin

Pasar streaming musik tumbuh 32 persen, Spotify masih memimpin

Lembaga riset pasar, Counterpoint, mencatat bisnis streaming musik

tumbuh sekitar 32 persen tahun-ke-tahun pada 2019, dengan Spotify dan Apple Music masih memimpin pasar.

Menurut riset Counterpoint, dikutip dari GSM Arena, Minggu, jumlah pelanggan Spotify tumbuh 23 persen dengan pangsa pasar 35 persen, yang menyumbang 31 persen dari total pendapatan pasar di industri ini.

Sementara, pelanggan Apple Music tumbuh 36 persen, dengan pangsa

pasar 19 persen. Pertumbuhan pelanggan Apple Music terlihat lebih baik dibanding Spotify.

Analis pasar percaya bahwa kesuksesan Apple adalah karena peningkatan layanan yang konstan dan terus merebut pelanggan dari Spotify. Tidak hanya itu, fokus pada konten eksklusif dan penawaran promosi juga menghasilkan pertumbuhan yang signifikan.

Selanjutnya, di tempat ketiga diduduki oleh layanan streaming musik

Amazon dengan pangsa pasar 15 persen. Tencent Music berada di posisi keempat dengan pangsa 11 persen, sedangkan YouTube Music menutup lima besar dengan pangsa 6 persen.

Counterpoint percaya bahwa tren ini akan berlanjut sepanjang tahun 2020 dan pelanggan akan tumbuh lebih dari 25 persen karena wabah COVID-19. Jika prediksi itu benar, jumlah total pelanggan yang berbayar di seluruh dunia akan melampaui 450 juta.

sumber :

https://merpati.co.id/seva-mobil-bekas/