Monthly Archives: January 2019

Kawanan Gajah Liar Amuk Sawah dan Kebun Warga di Nagan Raya Aceh

Kawanan Gajah Liar Amuk Sawah dan Kebun Warga di Nagan Raya Aceh

Kawanan Gajah Liar Amuk Sawah dan Kebun Warga di Nagan Raya Aceh

Aceh, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)

Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh melaporkan kawanan gajah sumatera merusak lahan pertanian masyarakat pedalaman daerah setempat.

Kepala Pelaksana BPBD Nagan Raya, Hamidi, melalui Pusdalop Agus Salim menyampaikan, belum ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kawanan gajah telah banyak merugikan warga desa setempat.

Korban jiwa belum

hanya lahan pertanian tanaman padi dan kebun masyarakat. Luasnya kami belum ada data secara rinci, tetapi menurut informasi sementara dari warga, itu sudah sampai puluhan hektar,” katanya, Minggu (6/1/2019).

Dia menyebutkan, kawanan gajah turun ke wilayah Gampong atau Desa Blang Tengku, Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya, dan peristiwa ini sudah berlangsung beberapa hari terakhir akan tetapi belum bisa ditanggani.

Kawasan setempat kata Hamidi, memang sering dikunjungi satwa gajah liar yang keluar dari kawasan hutan, salah satu penyebabnya adalah terdapat jalur lintasan satwa gajah liar dan dekat dengan area kebun serta lahan pertanian tanaman padi.

“Di sana itu jalur lintasan gajah, satwa ini berpindah-pindah. Dia tidak menetap di sana. Saat jalan bersama kawanan pasti dia singgah di mana pun terdapat makanan, setelah itu dia jalan lagi,” katanya dilansir Antara.

Awalnya yang dirusak tanaman muda seperti sawit

pinang kemudian masuk ke lahan sawah sehingga satu gubuk juga menjadi sasaran amukan gajah, peristiwa ini belum dilaporkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh.

Menurut Hamidi

pihaknya masih meninggu penyesuaian alokasi anggaran untuk melakukan upaya penanganan yang komprehensif, sebab akan butuh biaya operasional cukup banyak untuk melakukan penanggulangan bersama tim.

“Kami hanya memantau saja perkembangan, karena untuk menghalau gajah itu perlu dana untuk mendatangkan gajah jinak. Persoalan dana ini masih belum ada untuk pelaksanaan kegiatan itu,” pungkasnya.

Sumber : https://lahan.co.id/

Pelantikan Kelulusan Taruna Ahli Nautika Tingkat IV SMKN 2 Subang

Pelantikan Kelulusan Taruna Ahli Nautika Tingkat IV SMKN 2 Subang

Pelantikan Kelulusan Taruna Ahli Nautika Tingkat IV SMKN 2 Subang

KABUPATEN SUBANG, DISDIK JABAR

SMKN 2 Subang melantik taruna Ahli Nautika Tingkat (ANT) IV yang telah lulus pada Kamis, 8 November 2018 di lapangan SMKN 2 Subang, Jalan Wera Km 5, Dangdeur, Kabupaten Subang. Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Ahmad Hadadi selaku inspektur upacara, melantik para wisudawan yang telah menempuh masa belajar selama tiga tahun.

Hadadi mengatakan para wisudawan sekarang telah siap ikut dalam proses pembangunan di negeri ini. Ia berterima kasih kepada para orang tua, yang telah memberikan kepercayaan kepada SMKN 2 Subang, dengan pendidikan terbaiknya. Bukan hanya dari segi intelektual saja, tetapi sekolah telah membangun karakter serta fisik para taruna.

Dengan pendidikan yang diterima selama ini semoga menjadi putra-putri yang soleh dan solehah

Fisik sehat, daya pikir yang mumpuni, dan karakter luar biasa. Inilah pendidikan nasional yang kita bangun, sehingga putra-putri kita adalah orang-orang yang memiliki kemampuan akademik, sanggup berkolaborasi, berpikir kritis, kreatif dan komunikatif,” ujar Hadadi.

Hadadi menjelaskan kemampuan literasi digital sangat penting pada revolusi industri 4.0 ini. Tidak hanya membaca, menulis, dan menghitung, tetapi pada proses pendidikan, semua sudah terkoneksi dengan teknologi informasi. Karena hal itu, mereka harus mampu bersaing di dunia global. Bersaing bekerja di dalam dan di luar negeri.

Kepala SMKN 2 Subang

Iim Gunawan berharap wisudawan dapat memiliki nilai tambah bagi dirinya, sekolah, dan orang tua. Para wisudawan telah menjadi siswa yang membanggakan. Mereka dapat lebih disiplin dan membawa nama baik dirinya dan SMKN 2 Subang.

Di SMKN 2 ini

wisudawan yang telah dilantik berbeda dengan yang belum. Setelah dilantiknya mereka memiliki tanggung jawab yang besar dengan harapan mereka dapat membawa nama baik dirinya dan sekolah,” ujar Iim.

Iim menambahkan pada lulusan kompetensi keahlian Nautika Kapal Niaga tahun ajar 2014/2015 ini, yang lulus Ujian Keahlian Pelaut ANT IV adalah sebanyak 23 orang. Saat ini, yang mengikuti pelantikan adalah 11 wisudawan, sedangkan 12 wisudawan telah pergi berlayar.

Sumber : https://pensil.co.id/

Definisi Strategi Menurut Para Ahli

Definisi Strategi Menurut Para Ahli

Strategi adalah Rencana yang disatukan, luas dan berintegrasi yang menghubungkan keunggulan strategis perusahaan dengan tantangan lingkungan, yang dirancang untuk memastikan bahwa tujuan utama dari perusahaan dapat dicapai melalui pelaksanaan yang tepat oleh organisasi (Glueck dan Jauch, p.9, 1989). Kata strategi berasal dari bahasa Yunani “strategia” yang diartikan sebagai “the art of the general” atau seni seorang panglima yang biasanya digunakan dalam peperangan. definisi strategi secara umum dan khusus sebagai berikut:


1. Definisi Umum


Strategi adalah proses penentuan rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi, disertai penyusunan suatu cara atau upaya bagaimana agar tujuan tersebut dapat dicapai.


2. Definisi khusus
Strategi merupakan tindakan yang bersifat incremental (senantiasa meningkat) dan terus-menerus, serta dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh para pelanggan di masa depan. Dengan demikian, strategi hampir selalu dimulai dari apa yang dapat terjadi dan bukan dimulai dari apa yang terjadi. Terjadinya kecepatan inovasi pasar yang baru dan perubahan pola konsumen memerlukan kompetensi inti (core competencies). Perusahaan perlu mencari kompetensi inti di dalam bisnis yang dilakukan.

Perumusan Strategi

Perumusan strategi merupakan proses penyusunan langkah-langkah ke depan yang dimaksudkan untuk membangun visi dan misi organisasi, menetapkan tujuan strategis dan keuangan perusahaan, serta merancang strategi untuk mencapai tujuan tersebut dalam rangka menyediakan customer value terbaik.
Beberapa langkah yang perlu dilakukan perusahaan dalam merumuskan strategi, yaitu:
1. Mengidentifikasi lingkungan yang akan dimasuki oleh perusahaan di masa depan dan menentukan misi perusahaan untuk mencapai visi yang dicita-citakan dalam lingkungan tersebut.
2. Melakukan analisis lingkungan internal dan eksternal untuk mengukur kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman yang akan dihadapi oleh perusahaan dalam menjalankan misinya.
3. Merumuskan faktor-faktor ukuran keberhasilan (key success factors) dari strategi-strategi yang dirancang berdasarkan analisis sebelumnya.
4. Menentukan tujuan dan target terukur, mengevaluasi berbagai alternatif strategi dengan mempertimbangkan sumberdaya yang dimiliki dan kondisi eksternal yang dihadapi.
5. Memilih strategi yang paling sesuai untuk mencapai tujuan jangka pendek dan jangka panjang. (Hariadi, 2005).

 Tingkat-tingkat Strategi

Dengan merujuk pada pandangan Dan Schendel dan Charles Hofer, Higgins (1985) menjelaskan adanya empat tingkatan strategi.
Keseluruhannya disebut Master Strategy, yaitu: enterprise strategy, corporate strategy, business strategy dan functional strategy.
a) Enterprise Strategy
Strategi ini berkaitan dengan respons masyarakat. Setiap organisasi mempunyai hubungan dengan masyarakat. Masyarakat adalah kelompok yang berada di luar organisasi yang tidak dapat dikontrol. Di dalam masyarakat yang tidak terkendali itu, ada pemerintah dan berbagai kelompok lain seperti kelompok penekan, kelompok politik dan kelompok sosial lainnya. Jadi dalam strategi enterprise terlihat relasi antara organisasi dan masyarakat luar, sejauh interaksi itu akan dilakukan sehingga dapat menguntungkan organisasi. Strategi itu juga menampakkan bahwa organisasi sungguh-sungguh bekerja dan berusaha untuk memberi pelayanan yang baik terhadap tuntutan dan kebutuhan masyarakat.

Baca Juga Sumber Lainnya : https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-pancasila-sebagai-dasar-negara-terlengkap/

Definisi Karakter Menurut Para Ahli

Definisi Karakter Menurut Para Ahli

Karakter

Menurut bahasa, karakter adalah tabiat atau kebiasaan. Sedangkan menurut ahli psikologi, karakter adalah sebuah sistem keyakinan dan kebiasaan yang mengarahkan tindakan seorang individu. Karena itu, jika pengetahuan mengenai karakter seseorang itu dapat diketahui, maka dapat diketahui pula bagaimana individu tersebut akan bersikap untuk kondisi-kondisi tertentu. Dilihat dari sudut pengertian, ternyata karakter dan akhlak tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Keduanya didefinisikan sebagai suatu tindakan yang terjadi tanpa ada lagi pemikiran lagi karena sudah tertanam dalam pikiran, dan dengan kata lain, keduanya dapat disebut dengan kebiasaan.

Mekanisme Pembentukan Karakter

1. Unsur dalam Pembentukan Karakter

Unsur terpenting dalam pembentukan karakter adalah pikiran karena pikiran, yang di dalamnya terdapat seluruh program yang terbentuk dari pengalaman hidupnya, merupakan pelopor segalanya.2 Program ini kemudian membentuk sistem kepercayaan yang akhirnya dapat membentuk pola berpikirnya yang bisa mempengaruhi perilakunya. Jika program yang tertanam tersebut sesuai dengan prinsip-prinsip kebenaran universal, maka perilakunya berjalan selaras dengan hukum alam. Hasilnya, perilaku tersebut membawa ketenangan dan kebahagiaan. Sebaliknya, jika program tersebut tidak sesuai dengan prinsip-prinsip hukum universal, maka perilakunya membawa kerusakan dan menghasilkan penderitaan. Oleh karena itu, pikiran harus mendapatkan perhatian serius.

Tentang pikiran, Joseph Murphy mengatakan bahwa di dalam diri manusia terdapat satu pikiran yang memiliki ciri yang berbeda. Untuk membedakan ciri tersebut, maka istilahnya dinamakan dengan pikiran sadar (conscious mind) atau pikiran objektif dan pikiran bawah sadar (subconscious mind) atau pikiran subjektif.3 Penjelasan Adi W. Gunawan mengenai fungsi dari pikiran sadar dan bawah sadar menarik untuk dikutip.

Pikiran sadar yang secara fisik terletak di bagian korteks otak bersifat logis dan analisis dengan memiliki pengaruh sebesar 12 % dari kemampuan otak. Sedangkan pikiran bawah sadar secara fisik terletak di medulla oblongata yang sudah terbentuk ketika masih di dalam kandungan. Karena itu, ketika bayi yang dilahirkan menangis, bayi tersebut akan tenang di dekapan ibunya karena dia sudah merasa tidak asing lagi dengan detak jantung ibunya. Pikiran bawah sadar bersifat netral dan sugestif.4

Untuk memahami cara kerja pikiran, kita perlu tahu bahwa pikiran sadar (conscious) adalah pikiran objektif yang berhubungan dengan objek luar dengan menggunakan panca indra sebagai media dan sifat pikiran sadar ini adalah menalar. Sedangkan pikiran bawah sadar (subsconscious) adalah pikiran subjektif yang berisi emosi serta memori, bersifat irasional, tidak menalar, dan tidak dapat membantah. Kerja pikiran bawah sadar menjadi sangat optimal ketika kerja pikiran sadar semakin minimal.5

Pikiran sadar dan bawah sadar terus berinteraksi. Pikiran bawah sadar akan menjalankan apa yang telah dikesankan kepadanya melalui sistem kepercayaan yang lahir dari hasil kesimpulan nalar dari pikiran sadar terhadap objek luar yang diamatinya. Karena, pikiran bawah sadar akan terus mengikuti kesan dari pikiran sadar, maka pikiran sadar diibaratkan seperti nahkoda sedangkan pikiran bawah sadar diibaratkan seperti awak kapal yang siap menjalankan perintah, terlepas perintah itu benar atau salah. Di sini, pikiran sadar bisa berperan sebagai penjaga untuk melindungi pikiran bawah sadar dari pengaruh objek luar.

Sumber : https://www.gurupendidikan.co.id/