Bahan Protein untuk Menyaksikan Permintaan Yang Lebih Tinggi Dengan Meningkatnya Minat Konsumen pada Kesehatan dan Kebugaran

Melihat perkiraan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), populasi global meningkat pesat mencapai 9,5 miliar pada akhir tahun 2050. Seiring dengan meningkatnya populasi dan globalisasi, permintaan global akan produk makanan meningkat secara signifikan. Dunia sedang mengalami berbagai perubahan sosial ekonomi seperti meningkatnya pendapatan yang dapat dibelanjakan, populasi yang menua, dan urbanisasi. Konsumen menjadi lebih sadar kesehatan dan sadar akan kontribusi makanan kaya protein dalam hidup sehat, yang menyebabkan transisi pola diet di tingkat individu. Meningkatnya kebutuhan untuk menambahkan protein dalam diet sehat mengarah pada peningkatan permintaan bahan protein secara global.

Protein – Blok Bangunan Jaringan Otot

Protein adalah senyawa organik yang terutama terbuat dari 20 jenis asam amino yang berbeda. Asam amino memainkan banyak peran penting dengan mendukung hampir semua proses metabolisme dalam tubuh manusia. Karena tubuh tidak dapat memproduksi beberapa jenis asam amino, memperkenalkan produk makanan kaya protein dalam makanan adalah penting untuk menghindari kekurangan protein. Konsumsi protein dalam jumlah yang cukup diperlukan untuk membangun otot dan memperbaiki jaringan tubuh. Protein berperan sebagai sumber energi yang besar bagi tubuh manusia dan meningkatkan kekebalan tubuh untuk melawan antigen seperti virus dan bakteri. Selanjutnya, tumbuhnya kesadaran tentang pentingnya konsumsi dalam diet mendorong pertumbuhan pasar bahan protein.

Jenis-Jenis Protein Berdasarkan Sumber Aslinya

Produk makanan yang mengandung semua jenis asam amino disebut sebagai protein lengkap. Protein lengkap biasanya berasal dari produk makanan hewani. Di sisi lain, protein yang berasal dari makanan nabati, yang disebut protein pelengkap, tidak dianggap sebagai protein lengkap. Makanan nabati perlu dikonsumsi dalam kombinasi dengan makanan hewani untuk menambah protein lengkap dalam makanan.

Karena tubuh manusia tidak dapat menyimpan protein, makanan nabati dan hewani adalah satu-satunya sumber untuk menyediakan protein bagi tubuh. Makanan yang mengandung protein hewani adalah ikan, daging, telur, susu, dan unggas, dan makanan yang mengandung protein nabati terutama meliputi kacang-kacangan, lentil, dan buncis. Protein yang berasal dari tumbuhan dan hewan dibedakan menurut berbagai jenis asam amino yang terkandung dalam makanan nabati dan hewani. Bahan protein hewani mengandung berbagai macam asam amino esensial, sedangkan beberapa protein nabati mengandung jumlah asam amino yang relatif lebih rendah. Meskipun beberapa jenis vitamin dan nutrisi tinggi sumber protein hewani, mengkonsumsi jenis daging tertentu dapat menyebabkan penyakit.

Konsumen menjadi lebih sadar tentang asupan makanan mereka dan membuat pilihan penting sambil menambahkan bahan protein ke dalam makanan mereka. Produsen bahan protein di dunia secara ketat memantau faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Wawasan konsumen diharapkan memberikan dampak signifikan pada strategi manufaktur dan pemasaran produsen bahan protein di dunia.

Inovasi Produk Menjadi Tren Populer Di Kalangan Produsen Bahan Protein

Arla Foods, produsen produk susu yang berbasis di Denmark, baru-baru ini meluncurkan rangkaian baru produk Makanan Pelengkap yang mengandung protein whey berkualitas tinggi. Rangkaian produk baru mendukung transisi pola makan pada bayi dari ASI atau susu formula ke makanan padat. Perusahaan juga menyatakan bahwa rangkaian Makanan Pelengkap mengandung protein whey yang diekstrak dari susu sapi sebagai bahan utama, yang memberikan beberapa manfaat kesehatan seperti manajemen alergi, kesehatan usus, dan perkembangan tulang pada bayi.

FrieslandCampina DMV B.V, pemain global di pasar bahan protein, meluncurkan produk baru ‘Nutri Whey Native’, yang merupakan sumber protein whey alami dan murni. Perusahaan menggabungkan teknologi canggih seperti teknologi mikrofiltrasi keramik untuk memastikan keaslian produk. Ini menargetkan pertumbuhan kebutuhan konsumen akan produk alami dan sehat, dengan menambahkan nilai gizi tinggi dalam produk. Lebih dari 14% kandungan leusin dalam ‘Nutri Whey Native’ membuatnya lebih mudah untuk mencapai tingkat leusin yang memadai untuk sintesis protein otot yang sangat baik.

Cargill Inc., salah satu produsen makanan terbesar di dunia, saat ini lebih berfokus untuk mengenali permintaan konsumen yang tepat dan memperkenalkan bahan-bahan protein yang inovatif. Cargill Inc. mensurvei lebih dari 1.000 orang Amerika pada bulan Desember 2017 untuk survei Feed4Thought-nya, yang menurutnya sekitar 62% milenium menunjukkan minat pada bahan protein dengan suplemen alami. Dalam kesimpulan survei, perusahaan menyebutkan bahwa konsumen lebih memilih bahan protein yang berasal dari hewan yang diberi pakan aditif alami. Setelah mengidentifikasi meningkatnya permintaan akan protein dan meningkatnya konsumsi daging di A.S., Cargill Inc. menginvestasikan lebih dari $850 juta dalam bisnis protein hewani. Perusahaan memanfaatkan perkembangan terbaru dalam ilmu daging, rantai pasokan, dan tren makanan untuk memastikan pertumbuhan jangka panjang di industri ini.

Karena konsumen menjadi lebih sadar akan kesehatan dan bersedia mengubah pola makan mereka dengan memasukkan protein, permintaan global akan bahan-bahan protein meningkat dengan cepat. Selain mengadopsi teknologi manufaktur yang inovatif, pelaku pasar menggabungkan strategi pemasaran yang unik untuk menarik lebih banyak konsumen. Berkolaborasi dengan atlet terkemuka untuk mempromosikan bahan protein premium untuk nutrisi olahraga dapat terus menjadi tren populer di antara perusahaan makanan mapan di pasar.

This entry was posted in Informasi, Lifestyle, Pendidikan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

You have to agree to the comment policy.