Berita Terbaru Kampus UAJY.ac.id

Hama dan Penyakit Belut Sangat Bahaya

Posted: December 6th 2018

Hama pada belut adalah binatang tingkat tinggi yang langsung menggangu kehidupan belut, baik sebagai pemangsa belut maupun sebagai kompetitor didalam lingkungan hidupnya. Hama yang sering menyerang belut, diantaranya berang-berang, ular, tikus, katak dewasa, burung, serangga, musang air, dan ikan gabus.

Hama dan Penyakit Belut

Hama dan Penyakit Belut

Sementara itu, hama yang biasanya menyambangi pekarangan adalah kucing dan musang. Kehadiran hama tersebut harus di waspadai karena berisiko mengurangi populasi belut secara signifikan.

Hama dapat di minimalisir dengan membuat kondisi kolam bersih dan rapi serta melakukan kontrol rutin. Pencegahan secara fisik dapat dilakukan dengan membangun barrier atau penghalang agar kemungkinan masuknya predator dapat dikurangi. Penghalang bisa berupa pagar yang mengelilingi kolam yang terbuat dari kayu, bambu, atau rangka baja ringan.

Hama dan Penyakit Belut – Penyakit

Serangan penyakit merupakan salah satu masalah yang kerap dijumpai pada budidaya belut. Adanya penyakit pada belut sangat erat hubungannya dengan perlakuan yang diberikan serta lingkungan di mana belut berada. Karena itu, pencegahan melalui pengendalian lingkungannya harus perlu di lakukan. Penyakit yang bersifat parasiter. Penyakit tersebut di sebabkan oleh bakteri, jamur, dan protozoa yang berukuran kecil.

Hama dan Penyakit Belut – Bakteri

Bakteri yang umum menyerang belut adalah dari jenis aeromonas dan pseudomonas. Mikroorganisme ini menyerang hati dan limpa. Umumnya penyakit ini hanya muncul jika penanganan belut tidak tepat.

Contoh penanganan yang tidak tepat, di antaranya pemberian pakan terlalu banyak, kepadatan ikan terlalu tinggi, kualitas air kolam terlalu subur akibatnya banyak kandungan bahan organik, serta rendahnya kandungan o2.

Tingginya kandungan organik pada air akan memacu pertumbuhan bakteri. Gejala fisik yang ditimbulkan yaitu adanya bercak-bercak merah di permukaan tubuh belut, adanya sekresi lendir yang berlebihan, serta terjadinya pendarahan. Jika belut yang terinfeksi di bedah, akan terlihat pendarahan di bagian organ dalam, seperti hati, limpa, dan ginjal.

Pengobatan terhadap serangan penyakit ini dapat dilakukan dengan pemberian antibiotik, seperti tetracyclin, kemicitine, dan chlorampenicol sebanyak 250 gram dalam 500 liter air selama dua jam atau 25-35 mg untuk setiap 1 kg berat belut.

Pengobatan dilakukan setiap hari selama 3-5 hari. Selain itu, pengobatan dapat dilakukan melalui penyuntikan terramycine sesuai dosis yang di anjurkan dalam kemasan.

Hama dan Penyakit Belut – Protozoa

Penyakit yang biasa menyerang belut adalah protozoa dari jenis ichtyophtirius multifilis. Penyakit yang di akibatkan oleh parasit ini biasanya disebut white spot (bercak putih) atau ich. Ichtyophirius multifilis memiliki toleransi yang tinggi terhadap suhu, karena itu, penyakit ini dapat di jumpai pada daerah beriklim dingin hingga perairan tropis.

Penyakit ini biasanya menyerang hampir seluruh spesies ikan. Secara potensial, white spot dapat menyebabkan kematian. Penyakit ini ditandai dengan adanya bintik putih pada permukaan tubuh belut.

Masing-masing bintik putih ini sebenarnya adalah individu parasit yang di lapisi lapisan semitransparan dari jaringan tubuh ikan.

Pada awal perkembangannya, bintik tersebut tidak terlihat dengan mata telanjang. Namun, saat parasit tersebut mengambil nutrisi dari tubuh belut, mulai tumbuh dan membesar (0,5 – 1 mm), bintik tersebut dengan mudah dapat dikenali. Penyakit ini biasanya menyerang bagian insang dan mulut belut.

White spot dapat masuk ke dalam sistem kolam melalui belut yang telah terjangkit atau air yang telah mengandung parasit tersebut. Tanaman air dan pakan hidup bisa menjadi perantara white spot, terutama jika lingkungan hidup tanaman dan pakan hidup tersebut telah terjangkit white spot sebelumnya.

Pencegahan white spot dapat dilakukan dengan melakukan proses karantina terhadap individu baru. Pada dasarnya white spot mudah dihilangkan, asalkan di ketahui secara dini.

Penanggulangan serangan white spot dapat menggunakan senyawa kimia,seperti metheline blue, malachite green dan formalin. Pemberian malachite green dilakukan dengan dosis 1 gram/10 m2 luas kolam dan diulang setiap dua hari sekali hingga bintik putih menghilang sepenuhnya.

Hama dan Penyakit Belut – Jamur

Penyakit lain yang biasa ditemukan pada belut bisa berasal dari serangan jamur, seperti saparolegnia dan achlya. Jamur umumnya hanya menyerang bagian tubuh luar yang terluka. Jamur juga dapat menyerang telur, sehingga menyebabkan telur mati dan tidak dapat menetas.

Penyebaran penyakit yang di akibatkan oleh jamur dapat terjadi melalui penyebaran spora di air. Cara penyebaran ini berkaitan dengan cara berkembang biak spora yang terkumpul dalam kantung spora. Jika kantung spora pecah, spora tersebut terbawa aliran air dan menempel di tubuh belut yang terluka.

Kedua jenis jamur ini dapat hidup pada suhu di bawah 35 derajat c. pertumbuhan optimal terjadi pada suhu 15-30 derajat c. serangan jamur biasanya berkaitan dengan kondisi kualitas air yang buruk, seperti sirkulasi air rendah, kadar oksigen terlarut rendah, kadar amonia tinggi, dan bahan organik tinggi.

Langkah pencegahan di tunjukan untuk menghilangkan berbagai faktor penyebab infeksi jamur. Pencegahan dapat dilakukan dengan cara mempertahankan kualitas air dan penanganan belut secara hati-hati. Hindari kemungkinan belut terluka akibat gesekan.

Penyakit akibat jamur dapat di obati dengan menggunakan kalium permanganat, malachite green, atau aplikasi garam dapur. Pemberian pk dilakukan dengan dosis 1 gram/100 liter air.

Pengobatan biasanya dilakukan sebanyak 4 kali berturut-turut dalam waktu 4 hari dengan pemberian pk pada pagi hari. Jika pada perlakuan ketiga atau keempat air bertahan berwarna ungu selama lebih dari 8 jam, hal ini dapat menjadi pertanda untuk menghentikan perlakuan.

Pemberian malachite green bisa dilakukan dengan dosis 1 gr/450 ml air. Pengobatan ini dapat dilakukan 2-3 kali dengan selang 3 hari.

Itulah beberapa Hama dan Penyakit Belut yang umum menyerang pada ikan peliharaan kita tanpa disadari yang akan menimbulkan kematian dadakan. Jangan lupa baca juga info ikan terbaru disisni https://www.infoikan.com.


Comments are closed.

© 2018 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php