Berita Terbaru Kampus UAJY.ac.id

Bebagai Kolam Pembesar Belut

Posted: February 7th 2019

Berbeda dengan komoditas perikanan lainnya, media belut yang berupa lumpur berimplikasi terhadap kemudahan pengaplikasian berbagai bentuk kolam. Aplikasi penggunaan kolam tembok ternyata menyisakan kerepotan pada saat pemanenan, pembudidaya mencoba menciptakan bentuk kolam baru yang lebih praktis. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan kolam terpal ataupun kolam bambu.

Namun di lapangan, sebagian besar petani belut yang menggunakan kolam tembok berawal dari keisengan karena tidak tega melihat kolam bekas lele yang nganggur. Secara konstruksi, kolam tembok untuk belut dan lele sebenarnya agak berbeda.

Media belut yang berupa lumpur memiliki tekanan yang kuat saat berada didalam kolam, di bandingkan dengan kolam lele yang medianya hanya berupa air. Saah satu upaya untuk mengatasi tekanan tersebut, kolam tembok belut sebaiknya berada di dalam tanah. Artinya, tanah lokasi di gali sehingga sebagian badan berada di bawah permukaan tanah.

Berikut beberapa jenis kolam untuk budidaya belut yang dapat anda gunakan untuk membudidaya belut. Sesuaikan kolam dengan kebutuhan anda, terutama jika hanya memiliki lahan dan sumber daya yang terbatas.

  1. Kolam bambu

Sebagian orang yang telah lama bergelut di bidang perikanan mungkin akan sedikit asing apabila mendengar istilah kolam bambu. Namun, sebagian besar petani belut di solo yogyakarta menggunakan kolam bambu untuk membudidaya belut.

Kolam bambu terbilang praktis. Proses pengejaannyabisa menghemat waktu, alias lebih cepat dibandingkan dengan kolam tembok. Asalkan media telah siap tanpa harus di beri perlakuan seperti pada kolam tembok.

Sesuai namanya, konstruksi rangka kolam ini terbuat dari bambu. Sementara itu, untuk menampung media digunakan terpal. Biaya yang dikeluarkan untuk pembuatan kolam bambu relatif lebih murah dengan daya tahan pemakaian sekitar tiga kali masa panen. Artinya, anda bisa menghilangkan biaya investasi untuk dua kali pemeliharaan.

Bahan pembuatan kolam bambu.

  • Bambu untuk pancang berdiameter 8-10 cm dan panjang 130 cm sebanyak 10 potong.
  • Bilah bambu untuk dinding kolam sesuai kebutuhan
  • Terpal berukuran 5 x 6 m
  • Tali plastik
  • Paranet atau nyiur
  • Paku
  • Oli bekas
  • Pipa pvc

Alat pembuat kolam

  • Gergaji
  • Pisau
  • Linggis
  • Martil

Sebagai langkah awal, anda dapat memulai usaha budidaya belut dengan membangun kolam bambu berukuran 4 x 3 x 1 m. Jika ingin ukuran yang lebih besar tinggal menyesuaikan dengan perbandingan yang ada.

Berikut tahap pembuatan kolam bambu berukuran  4 x 3 x 1 m.

  • Tentukan lokasi kolam
  • Siapkan bahan dan peralatan. Bilah-bilah bambuuntuk dinding kolam perlu di raut halus untuk mencegah terpal sobek akibat gesekan atau tekanan dari media.
  • Siapkan lubang untuk pancang di sepuluh titik. Jika ukuran kolam lebih besar, anda bisa menambahkan tiang pancang dengan jarak tanam lebih dekat.
  • Tanam tiang pancang sedalam 30 cm ke dalam tanah. Sebaiknya pangkal pancang di olesi oli untuk mencegah serangan rayap.
  • Pasang bilah bambu secara horizontal sebagai dinding kolam. Pemasangan bilah bambu lebih rapat disisi bawah karena tekanan media  lebih besar di bagian tersebut. Jika ukuran kolam lebih besar, jarak antara bilah harus lebih rapat untuk mengimbangi tekanan dari media.
  • Pasang dan atur terpal di dalam kerangka kolam. Ikat bagian tepi terpal menggunakan tali ke tiang pancang atau bilah bambu. Ingat, terpal yang dipasang cukup satu lapis.
  • Pasang pipa pvc untuk pembuangan kelebihan air. Sesuaikan denga tinggi media dan permukaan air. Pada kolam bambu, lubang pembuangan tidak di buat dengan melubangi terpal, melainkan dengan cara membuka dan menurunkan sedikit terpal di satu titik agar air bisa mengalir keluar.

Comments are closed.

© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php