5 Cara Mendapatkan Penghasilan Tambahan di Masa Resesi Ekonomi

5 Cara Mendapatkan Penghasilan Tambahan di Masa Resesi Ekonomi

https://lh3.googleusercontent.com/NjjoLeuRjAa-qIaqZq39C9XUd-SdMME3gfrKvTmdBwAtducggqNqtk9uFn4WLrYRBou_SHLeHf05Ivr5Q6n9W_yBf-OAsXNljQq8h07gXJ7sFg3_k3gbG5DjitIbfz9e8NSEZYHs

Indonesia akhirnya masuk pada jurang resesi ekonomi yang juga dirasakan oleh beberapa negara maju termasuk Singapura.  Namun demikian, masih ada peluang untuk mendapatkan penghasilan tambahan di masa resesi ekonomi sehingga kondisi ekonomi kamu masih tetap bisa dipertahankan.

Resesi ekonomi tidak sepenuhnya merugikan, malahan beberapa orang bisa mendapatkan keuntungan atau penghasilan tambahan di masa resesi ekonomi. Ada yang memanfaatkannya untuk mendapatkan profit atau keuntungan lewat beberapa instrumen investasi.

Hal ini bisa juga kamu manfaatkan untuk membuka usaha lewat pinjaman modal dari aplikasi pinjaman uang online cepat cair yang bisa didapatkan dengan proses yang lebih mudah tanpa harus melalui proses panjang dan persyaratan administrasi yang memberatkan..

 Berikut ini adalah cara mendapatkan penghasilan tambahan di masa Resesi ekonomi: 

1. Pahami pengeluaran

Ada banyak orang yang tidak menyadari bahwa pengeluaran yang dilakukan di masa resesi haruslah dikontrol supaya tidak berlebihan atau over bujet. Hal tersebut perlu dilakukan apalagi jika penghasilan utama terpangkas karena berbagai sebab.

Oleh karena itu, untuk mendapatkan penghasilan tambahan  yang benar-benar tidak mengganggu penghasilan utama adalah dengan memahami seberapa besar pengeluaran yang harus dilakukan pada saat masa Resesi.

Tujuannya adalah untuk mengontrol pengeluaran sehingga bisa melakukan penghematan untuk hal-hal yang tidak terlalu prioritas.

2. Membuka usaha atau pekerjaan sampingan

Ada banyak peluang usaha yang bisa dilakukan pada saat resesi ekonomi misalnya dengan membuka usaha makanan beku, memulai bisnis jasa pengiriman atau penjemputan barang, dan beberapa peluang usaha lain yang tetap bisa dijalankan pada saat masa resesi ekonomi.  

Soal modal usaha kini ada banyak alternatif yang bisa dilakukan misalnya dengan mengajukan pinjaman lewat aplikasi pinjaman online cepat cair dan langsung ditransfer ke rekening debitur.

Tak jarang bagi mereka yang berbisnis makanan mengajukan modal lewat Kredivo. Selain prosesnya mudah, persyaratan yang diminta pun tidak berat. Asalkan kamu masih punya pendapatan tetap setiap bulannya paling tidak Rp3 juta yang bisa dibuktikan dengan mutasi rekening atau rekening koran.  

Kredivo dapat memberikan kredit limit hingga Rp30 juta dengan keringanan bunga pinjaman 2,6% per bulan. Tenor bisa dipilih mulai dari 3,6 hingga 12 bulan. Bahkan jika tidak mau kena bunga, kamu bisa memilih pinjaman dalam 30 hari. Benar-benar bebas bunga sama sekali!

3. Tetap berinvestasi di masa pandemi dan resesi

Selain mengatur pengeluaran serta memulai usaha, yang bisa dilakukan untuk mendapatkan penghasilan tambahan di masa resesi ekonomi adalah dengan membeli instrumen investasi seperti saham ataupun emas dengan perhitungan yang sangat terukur.

Kondisi resesi ekonomi justru banyak dimanfaatkan oleh investor dengan membeli saham-saham yang terdiskon, kemudian menjualnya disaat saham tersebut naik kembali ke harga normal atau harga sebelum terjadinya resesi ekonomi.

Salah satu yang dilakukan adalah dengan memahami harga dasar saham tersebut atau memilih beberapa saham berdasarkan fundamental perusahaannya bukan karena  alasan murah saja tetapi harus ada landasan yang bisa digunakan sehingga tidak boncos.

4. Tidak panik dengan instrumen investasi jangka panjang

Resesi ekonomi tentu bukan sesuatu hal yang selalu buruk, pasti ada sisi positif yang bisa diambil sehingga menguntungkan secara finansial. Jika kamu sudah memiliki berbagai instrumen investasi untuk jangka panjang, jangan panik jika kondisinya justru minus,  melainkan percaya dengan fundamental perusahaan atau fundamental instrumen investasi yang sudah dipilih sehingga bisa mendatangkan keuntungan yang diharapkan. 

5. Ajukan relaksasi utang jika dibutuhkan

Beberapa lembaga keuangan tentu saja akan mengikuti kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah misalnya dengan memberikan relaksasi atau keringanan kredit. Langkah tersebut bisa saja diajukan jika ada yang lebih prioritas untuk segera dilaksanakan.

Yang pasti jangan pernah lari dari tanggung jawab atau menghindari kewajiban yang seharusnya memang sudah wajib diselesaikan. Relaksasi bertujuan untuk mengatur keuangan pada saat resesi ekonomi sehingga bisa tetap bertahan tanpa mengurangi konsumsi sehingga ekonomi nasional pun ikut terbantu dalam memulihkan kondisi ekonomi yang terpukul akibat pandemi.