konservasi ternak

Permasalahan Ternak

Posted: May 29th 2013

Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang suka akan daging, dengan kesukaan yang tinggi ini mengakibatkan tingkat konsumsi masyarakat menjadi sangat tinggi, menurut Badan Pusat Statistik tahun 2011, tingkat kebutuhan konsumsi daging sapi bagi penduduk Indonesia (terbesar ke-4 dunia), rata-rata sebesar 1,83 kg/kapita/tahun atau meningkat konsumsi dari tahun sebelumnya sebesar 0,14 kg. Peningkatan ini dipengaruhi juga akan kebutuhan masyarakat yang sudah mulai sadar akan pemenuhan gizi terutama protein yang berasal dari hewani, namun sayang konsumsi masyarakat yang tinggi ini tidak didukung oleh pemenuhan sumber daya hewani yang memadai.

Pengelolaan peternakan penghasil protein di Indonesia masih sangat minim, seperti pengelolaan peternakan sapi yang masih merupakan usaha peternakan rakyat yang berarti masyarakat masih mengolah sendiri, tanpa adanya bantuan teknologi-teknologi yang maju. Selain itu kebiasaan konversi lahan pertanian juga mengakibatkan sumber daya pakan terhadap ternak menjadi semakin berkurang, sehingga ada masyarakat yang menggembalakan hewan ternaknya di daerah pembuangan sampah, bayangkan saja apa yang dimakan oleh ternak tersebut juga akan masuk ke tubuh kita jika kita mengkonsumsi daging.

Menanggapi masalah yang muncul ini, pemerintah mengambil tindakan mengimport daging sapi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat karena menganggap bahwa daging produk lokal tidak mampu mencukupi kebutuhan masyarakat yang ada, namun ternyata apa yang dilakukan ini mengakibatkan masyarakat lebih suka dengan daging import. Melihat hal ini, langkah lain pun diambil yakni dengan melakukan Inseminasi buatan, atau yang lebih sering disebut dengan kawin suntik, hal ini dilakukan untuk mendapatkan hasil atau ternak unggul dengan cara dikawinkan antara ternak lokal dengan ternak dari luar Indonesia yang memiliki kualitas unggul, agar Indonesia juga mendapatkan ternak yang baik, namun lagi-lagi tidak berhasil.

Langkah terakhir yang sedang dicanangkan yaitu swasembada daging, sebenarnya rencana ini sudah muncul dari tahun-tahun sebelumnya, namun selalu menghadapi kendala. Langkah lain yang mungkin dapat dilakukan adalah memperbaiki mutu pakan ternak terlebih dahulu agar rencana swasembda daging ini juga dapat berjalan dengan baik.

Semoga……


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php