Bioenvironment (Andi Somma)

Variasi Genetik Mauritius Kestrel (Falco punctatus)

Posted: August 25th 2015

Burung Mauritius kestrel  adalah jenis burung yang endemic dari Pulau Mauritius. Spesies burung ini telah di konservasi sejak 1973. Burung kestrel di perkirakan telah mengalami penurunan jumlah populasi yang sangat drastik sejak tahun 1750, akibat dari ulah manusia yang telah merusak hutan habitat burung ini. pada tahun 1950 sepesies ini telah mendekati kepunahan.

mauritius-kestrel_img01-l Burung Mauritius Kestrel

q  Populasi Burung kestrel

Sebenarnya apa yang ingin di bahas dari blog ini??? Jika kalian para pembaca sudah mulai menanyakan hal tersebut.

Baiklah maka saya akan jelaskan.

Saya menulis blog ini dengan menambil tema burung kestrel dari mauritius, sebenarnya berhubungan erat dengan topik ekologi molekuler.

Dalam artikel ini akan mencoba untuk membandingkan 10 spesies kestrel yang berbeda sehingga dapat dievaluasi efek dari keanekaragaman genetik dan jumlah populasi di masa lalu dan masa sekarang. Bagaimana hal ini dapat dilakukan???

Pertama, harus mendapatkan keanekaragaman genetik dari 10 spesies kestrel pada 12 microsatelit loci yang pas. sehingga dapat diestimasi ukuran efektif dari spesies tersebut dengan menggunakan Markov chain Monte Carlo (MCMC), yang mana akan mengestimasi spesific locus dari laju mutasinya.

Kedua, microsatelit tersebut harus diamplificasi dengan menggunakan metode PCR.

Ketiga, mengestimasi ukuran populasi. perhitungan ini dilakukan dengan didapatnya hasil dari bukti deviasi pada heterozygo dengan loci dan antara spesies yang telah di uji.

Tentu saja saya mempersingkat prosedur perlakuan ini, jika tidak maka para pembaca akan mengantuk, bosan dan tidak akan tertarik untuk membaca ini.jika ingin tahu lebih detailnya silahkan baca jurnal yang saya akan cantum pada akhir blog ini.

Jadi lanjut saja dengan hasil yang telah di peroleh dari kajian molekuler yang telah dilakukan sebelumnya. sangat mengejutkan ketika ditemukan bahwa terdapat keanekaragaman genetik yang tinggi, karena spesies burung ini memiliki lingkup hidup terbatas pada sebuah pulau. Selain itu melihat sejarah populasi burung ini ternyata telah di buktikan bahwa spesies burung ini memiliki jumlah populasi yang kecil.

Hasil dari theori ini membantu untuk menafsirkan bahwa keanekaragaman genetik nenek moyang burung ini sangat tinggi dan dari data ekologi yang telah didapat burung ini mengalami proses pemisahan populasi. telah diketahui juga bahwa Mauritius kestrel memiliki area distribusi yang sangat minim di sepanjang habitat aslinya.

Theori diatas juga dapat membantu membuktikan bahwa pemisahan populasi yang terjadi tidak melebihi jumlah dari sensus, tetapi sangat membantu pada keanekaragaman genetiknya.

berikut adalah hasil dari studi mengenai keanekaragaman genetik dari populasi burung kestrel yang sangat kecil. Dengan adanya kajian ekologi molekular ini maka kita dapat menjawab berbagi macam pertanyaan, seperti: apakah populasi burung kestrel ini dulu sangat melimpah atau sedikit? bagaimanya keanekaragaman genetiknya? jadi kita sekarang mengetahui dengan mempelajari segi molekularnya bahwa pertanyaan seperti ini sekarang dapat di jawab.

 

PUSTAKA

Nichols R. A., Bruford M. W. dan Groombridge J. J. 2001. Sustaining Genetic Variation in a Small Population: Evidence From the Mauritius Kestrel. Molecular Ecology. 10: 593-602


2 responses to “Variasi Genetik Mauritius Kestrel (Falco punctatus)”

  1. yudharyanjanshen says:

    Haii broo nice info nihh baru tau satu burung bisa memiliki keanekaragaman genetik yang sangat tinggi
    Tapi saya ingin bertanya nihh karena masih belum mengerti mengenai statement keanekaragaman genetik yang tinggi pada burung ini disebabkan karena spesies burung ini memiliki lingkup hidup terbatas pada sebuah pulau.
    Boleh dijelaskan secara singkat ga maksudnya?
    Thankss!! Bravo INDONESIA!!

  2. franstheowiranata says:

    menarik sekali sob, burung ini memang memiliki keanekaragaman genetik yang tinggi perlu pendekata molekuler untuk memecahkan permasalahan tersebut. terimakasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php