Bioenvironment (Andi Somma)

Caring for the corals

Posted: December 6th 2014

Peta Indonesia

Indonesia adalah Negara kepulauan terbesar di dunia, dengan 17.504 pulau. Garis pantainya mencapai 95.181 kilometer persegi, terpanjang di dunia setelah Kanada, Amerika Serikat dan Rusia. Enam puluh lima persen dari total 467 kabupaten/kota yang ada di Indonesia berada di pesisir. Pada 2010 populasi penduduk Indonesia mencapai lebih dari 237 juta orang, dimana lebih dari 80% hidup di kawasan pesisir.

Terumbu karang Indonesia di kawasan segitiga karang adalah salah satu yang terkaya dalam keanekaragaman hayati di dunia, rumah bagi sekitar 590 spesies karang keras. Selain membawa keuntungan ekonomi, ekosistem terumbu karang melindungi pantai dari hantaman gelombang, sehingga mengurangi abrasi dan kerusakan. Terumbu karang juga berkontribusi kepada sektor penangkapan ikan dengan menyediakan daerah pemijahan dan asuhan, penyediaan makanan dan tempat berlindung beragam jenis makhluk laut.

Ekosistem Terumbu Karang

Menurut World Resources Institute, pada 2011 ada 139.000 kilometer persegi kawasan wilayah laut yang dilindungi di Indonesia. Pemerintah berkomitmen meningkatkannya menjadi 200.000 kilometer persegi pada 2020. Tetapi pengelolaan kekayaan sumber daya hayati pesisir dan kawasan terlindungi ini masih menjadi tantangan berat.

Data terbaru (2012) Pusat Penelitian Oseano-grafi LIPI mengungkapkan hanya 5,3% terumbu karang Indonesia yang tergolong sangat baik. Sementara 27,18%-nya digolongkan dalam kondisi baik, 37,25% dalam kondisi cukup, dan 30,45% berada dalam kondisi buruk11. Bahkan, Burke, dkk. menyebutkan setengah abad terakhir ini degradasi terumbu karang di Indonesia meningkat dari 10% menjadi 50%.

Kerusakan Terumbu Karang

Penyebab kerusakan terumbu karang diantaranya adalah pembangunan di kawasan pesisir, pembuangan limbah dari berbagai aktivitas di darat maupun di laut, sedimentasi akibat rusaknya wilayah hulu dan daerah aliran sungai, pertambangan, penangkapan ikan merusak yang menggunakan sianida dan alat tangkap terlarang, pemutihan karang akibat perubahan iklim, serta penambangan terumbu karang.

Permasalahan terhadap terumbu karang yang dihadapi Indonesia saat ini sangat kritis, maka dari itu ekosistem terumbu karang membutuhkan bantuan kita semua. Jika ekosistem terumbu karang rusak, maka akan mengganggu kehidupan dari organisme laut lainnya, khususnya ikan. Hal yang dapat saya lakukan untuk menyelamatkan terumbu karang kita adalah sebagai berikut:

  1. Tidak membuang sampah sembarangan.

Sampah yang kita buang sembarangan, baik di kota maupun di daerah pesisir pantai, akan mengganggu habitat dari terumbu karang. Sampah yang kita buang secara sembarangan akan sampai dilaut dan tenggelam, sehingga tersangkut diantara terumbu karang, hal ini menyebabkan ketidaknyamanan ikan untuk tetap tinggal dan akhirnya pergi dari daerah tersebut. Jika jumlah ikan berkurang sumber makanan bagi manusia dari laut pun berkurang dan nelayan pun susah untuk menangkap ikan. Oleh sebab itu hal seperti ini harus dihindari dengan menjaga ekosistem terumbu karang kita.

  1. Tidak menyentuh terumbu karang.

Merupkan salah satu hal yang sangat mudah untuk dilakukan. Ketika kita bermain ke daerah lautan dengan cara menyelam (scuba diving) ataupun hanya snorkeling saja, sangat penting untuk tidak menyentuh karang yang ada di daerah tersebut. Hal ini dikarenakan, kebanyakan jenis atau spesies dari terumbu karang sangat rapuh. Sehingga cukup dengan sentuhan yang sedikit dari manusia akan mematahkan atau merusak struktur dari terumbu karang atau bahkan dapat membunuh karang tersebut. Pertumbuhan terumbu karang hanya sekitar 2-3 cm per tahun, bayangkan jika terumbu karang yang kita sentuh itu rusak dan patah, butuh berapa tahun untuk dapat tumbuh lagi…..?

  

Contoh kegiatan yang harus dihindari

  1. Coral transplant (menanam karang).

Tindakan untuk memperbaiki dasar laut yang rusak dengan menanam karang baru, menurut saya adalah tindakan yang paling efektif untuk menyelamatkan ekosistem terumbu karang. Menanam saja mungkin tidak cukup, melainkan kita juga harus menjaga untuk tetap aman dari ancaman luar, sehingga dapat tumbuh dengan baik. Kegiatan ini akan saya lakukan bersama dengan Unit Selam Atma Jaya Yogyakarta (USA), pada tanggal 2 – 6 April 2015. Lokasi coral transplant ini diadakan di Situbondo (Jawa Timur) karena di daerah ini status dari terumbu karangnya buruk dan jumlah ikan yang hidup sangat sedikit, sedangkan penduduk pesisir sebagian besar adalah nelayan. Oleh sebab itu, dengan kegiatan ini diharapkan dapat memperbaiki kondisi karang dan populasi ikan meningkat. Selain itu dapat memberikan contoh bagi daerah lain untuk memperhatikan kondisi terumbu karang.

Saya berharap tindakan – tindakan diatas yang saya lakukan dapat juga dilakukan oleh orang lain. Saya percaya jika kita semua memiliki kesadaran akan pentingnya terumbu karang bagi masa depan kita, anak dan cucu kita, kesuburan ekosistem terumbu karang di Indonesia akan meningkat. Mari bersama – sama kita menyelamatkan terumbu karang, sebelum terlambat. #savecorals

Terimakasih atas waktu luang kalian untuk membaca blog ini. Semoga informasi yang saya berikan dan tulis dapat bermanfaat bagi kalian. Jika anda memiliki saran, kritik maupun pertanyaan silahkan tulis komentar dibawah.


4 responses to “Caring for the corals”

  1. franstheowiranata says:

    Menyedihkan sekali apa jadinya lautan tanpa terumbu karang. Jangan Sampai Ekosistem ini kita biarkan rusak. Ayo bersama-sama mendukung gerakan #savecoralforthebetterfuture. #coraltransplant

  2. Yaa itu, kebanyak orang yang ke pantai ingin melihat keindahan coral terkadang malah merusak karang itu sendiri. Hanya mengagumi tapi tidak menjaga itu percuma. Sebaiknya jika kita ingin terus melihat keindahan bawah laut kita, paling tidak seperti dikatakan di atas kita tidak membuang sampah sembarangan ke laut dan tidak pernah menyentuh coral. Karena coral mudah sekali untuk stress dan ini dapat mengancam kehidupan dari coral itu sendiri. Semangat bli andi untuk aksinya. #savecoral

  3. mariaalintar says:

    nah setuju deh sama ide ini. kita mengangkat isu yang sama dengan aksi yang ampir sama . semoga coral dapat tetap banyak khususnya di Indonesia yang merupakan surganya karang. #SAVECORALS !!

  4. catherinekath says:

    Nah benar itu bung, perihal menyentuh terumbu karang, seringkali penyelam amatir tidak dibekali tentang pentingnya untuk tidak menyentuh. Sebagai penyelam bung, ingatkan kawan-kawan penyelam yaa 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php