Sisilia fitri

Biologi Konservasi

Posted: November 25th 2018

“Aku Pun Masih Butuh Hidup”

        Gajah merupakan salah satu mamalia terbesar yang masih hidup dan beruntungnya hewan ini ada diIndonesia. Hal yang mengejutkan dari satwa ini adalah mengenai keterancaman kepunahannya yang akhir-akhir ini mulai menjadi sorotan banyak orang. Menurut data IUCN diketahui bahwa gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) masuk ke dalam klasifikasi hewan yang terancam punah.

        Gajah sumatra mulai terancam punah karena masalah lingkungan yang mulai dihadapinya yaitu mengenai pengalihan lahan. Lahan yang awalnya merupakan tempat mereka dalam mencari makan dan bereproduksi kemudian lambat laun telah berubah menjadi lahan perkebunan. Hal ini dibuktikan dengan mulainya bertambah lahan yang ditanami oleh komoditas karet dan sawit. Kedua komoditas ini dianggap oleh masyarakat sekitar adalah komoditas yang menguntungkan bagi mereka dan dapat menambah penghasilan mereka. Namun, disisi lain mereka kurang memikirkan bahwa dampak dari pengalihan lahan ini dapat berdampak buruk bagi satwa yang tinggal disitu seperti kehidupan gajah sumatra yang mulai mengkhawatirkan.  Berdasarkan data forum konservasi Gajah indonesia tahun 2014 dari 56 habitat gajah sumatera di Sumatera, 13 diantranya tidak ada lagi ditemukan populasi gajah. Berdasarkan hasil tersebut dapat diketahui bahwa keberadaan gajah disebelas habitat lainnya dinyatakan kritis.

      Dalam berita kompas yang termuat pada tanggal 18 November 2014 penyebab kepunahan gajah ini karena habitat alaminya yang mulai berkurang. Jika habitat untuk tempat tinggalnya berkurang maka ruang gerak bagi satwa ini akan semakin semppit. Semakin sempitnya ruang maka suplai makanan akan semakin sedikit pula. Hal inilah yang menyebabkan gajah sumatra mulai menurun jumlahnya dihabitat aslinya. Menurut Ketua Forum Konservasi Gajah Indonesia Krismanko Padang di Jambi yang dilansir dalam kompas 17 November 2014 mengatakan bahwa habitat gajah dijambi terfragmentasi parah sehingga mengacaukan pergerakan sejumlah kelompok satwa liar itu dimana hal ini menyebabkan terjadinya perubahan perilaku dan pola pakan karena habitatnya berubah menjadi kebun sawit, karet, dan akasia.

         Hilangnya habitat Gajah sumatera ini diperkuat lagi dengan data yang dilansir dalam Kompas pada 26 Januari 2017 dimana selama 16 tahun terakhir  penyusutan luas hutan di Sumatera sangat tajam. Pada tahun 2000 hutan masih seluas 15,3 juta hektar namun pada tahun 2016 tersisa 13,4 juta hektar. Hal ini dipicu oleh adanya pembukaan lahan untuk perkebunan monokultur dan pemukiman yang tidak terkendali.

     Masalah lain yang marak terjadi adalah adanya perburuan liar gajah dimana beberapa gajah jantan sering ditemukan mati tanpa gading. Selain itu, adanya serangan Gajah Sumatera ke beberapa pemukiman warga. Serangan gajah ke pemukiman warga bukanlah semata-mata adalah kesalahan Gajah karena Gajah sendiri merupakan korban dari keserakahan manusia. Hal ini pun dilansir dalam kompas pada tanggal 20 Oktober 2013 dimana serangan gajah kerap terjadi ditiga desa yang berdekatan dengan Taman Nasional Tesso Nillo (TNTN). Konflik yang terjadi ini dalam kompss dijelaskan bahwa penyebabnya adalah adanya perburuan liar. Perburuan liar menyebabkan para Gajah berusaha mencari perlindungan di Pedesaan.

         Perburuan ini merupakan salah satu faktor yang utama penyebab kematian gajah. Dalam Kompas 20 Oktober 2013 dijelaskan bahwa sudah ada 19 kasus kematian Gajah yang belum terungkap. Sementara pada tahun 2012, sebanyak 12 ekor Gajah ditemukan mati akibat diracun di Kawasan Taman Nasional Tesso Nilo. Berdasarkan data tersebut diketahui bahwa meskipun gajah berada diwilayah konservasi mereka pun tidak akan luput dari bahaya perburuan.

     Berdasarkan masalah-masalah yang terjadi tersebut sebagai Mahasiswa biologi yang bergerak dibidang konservasi perlunya tindak lanjut dalam mencegah adanya kepunahan kembali Gajah Sumatera perlu dilakukan. Gajah merupakan satwa yang hidup secara asri di alam bebas sehingga untuk membuat satwa ini hidup aman dan nyaman dihabitatnya perlu adanya tindakan nyata. Tindakan penyelamatan Gajah ini bisa dilakukan dengan adanya penyuluhan terlebih dahulu mengenai pentingnya gajah dan ekosistemnya kepada masyarakat sekitar mulai dari anak TK  hingga orang tua. Hal ini diharapkan anak-anak yang merupakan penerus bangsa dapat bertindak semestinya kepada satwa disekitarnya. Penyuluhan juga dilakukan kepada orang tua ini dilakukan untuk menghilangkan persepsi masyarakat mengenai perburuan dan menggantinya dengan pembaruan. Pembaruan dilakukan untuk memperbarui lahan yang telah rusak untuk kembali kelahan yang semula. Hal ini disebut dengan restorasi lahan.

        Restorasi lahan yang dilakukan oleh masyarakat sekitar akan membantu satwa lain hidup dan bertumbuh. Selain itu, kita juga harus mencarikan usaha untuk masyarakat yang telah merelakan lahan mereka untuk keperluan restorasi. Wirausaha ini bersifat menguntungkan bagi satwa sekitar dan bagi masyarakat pun. Hal ini, contohnya usaha hortikultural yang hanya membutuhkan sedikit lahan untuk menghasilkan banyak panenan. Selama keduanya berjalan seimbang, maka perlunya meminta bantuan ke pemerintah dalam hal pengembangan habitat dan usaha masyarkat. Selain itu, publikasi ke beberapa media sosial dan media informasi akan mengundang banyak relawan dan investor. Hal ini, akan lebih berkembang lagi jika publikasi bisa mencapai luar negeri seperti USA dan beberapa instansi luar negeri yang berhubungan dengan konservasi.


13 responses to “Biologi Konservasi”

  1. adeniania says:

    Menurut saya sudah bagus dalam penyampaian artikel dan penambahan informasi berupa gambar. namun, terlalu banyak kata-kata yang berbelit sehingga lebih bagus untuk menyampaikan informasi secara berurut dan singkat. saya sebagai pembaca akan tergerak dengan aksi konservasi ini.

  2. nichandrs says:

    menarik sekali ya! tapi sedih melihat para pemburu hanya membunuh mereka untuk diambil gadingnya apalagi mati karena diracun. Mungkin menurut saya, harus banyak yang terjun dilapangan berhubung gajah bersahabat dengan manusia karena dibutuhkan aksi nyata dalam melakukan konservasi gajah ini. Pastinya masyarakat harus dilakukan penyuluhan juga jika melihat gajah bermigrasi pada pemukiman masyarakat agar tidak langsung memburu gajah yang melintas

    • sisiliafitrianggraini says:

      benarr sekaliiiii…. ini tidak akan berjalan tanpa bantuan kamu juggaa.. jadi mari jadi penggerak gerakan tersebut #fighting

  3. carolinovela says:

    Artikelnya cukup menarik, banyak sekali informasi yang dapat diambil, semoga bukan hanya sekedar artikel, tapi kamu juga bisa realisasikan kegiatan konservasinya, fighting!

  4. susiyanti says:

    tulisan anda dengan judul Aku Pun Masih Butuh Hidup sangat lah menarik. tulisan anda yang mengajak untuk melindungi gajah harus diberi apresiasi karena gajah memang harus dijadikan binatang yang disayang bukan disakiti.

  5. Martina Gloria says:

    Menurut saya penyampaian sudah baik, hanya saja layoutnya tulisan dan gambarnya kurang tepat.

  6. erichaastutisuratman says:

    wahhh saya suka gajahhh :3 tapi ya masyarakat kurang sadar nih sama tindakan mereka, setidaknya kita sebagai mahasiswa yang memiliki peran di bidang konservasi memiliki aksi nyata untuk menyelamatkan para keluarga gajah yang terusik habitatnya oleh manusia mungkin kita bisa sosialisasi lagi ke masyarakat dengan membawa banyak pendukung konservasi, juga pemerintah kurang menyikapi mengenai hal ini karena akhir-akhir ini masih ada saja gajah yang ditemukan mati tanpa alasan yang jelas

  7. Natalia Irene betrine says:

    Menurut saya artikelnya sangat menarik. Karena dalam artikel itu ada ajakan untuk kita agar tetap melindungi hewan yang telah punah .

  8. yohananinakelomi says:

    Terima kasih atas informasinya mbak sisil. saya memang cukup tertarik dengan gajah dan semakin prihatin dengan segala permasalahan yang terjadi. semoga kedepannya bisa memberikan sumbangsih dalam mengatasi permasalahan yang dapat membunuh gajah

  9. santihaloho says:

    wahh informasinya sangat lengkap dan saya cukup tertarik dengan gajah. Upaya dalamm mempublikasi ke beberapa media sosial dan media informasi akan mengundang banyak relawan dan investor itu adalah ide yang sangat bagus. Semoga cepat terealisasikan yaa, semangattt

  10. Julianto Prabowo says:

    Artikelnya bagus dan sangat menarik karena mengangkat tema tentang pupulasi gajah. kita tahu ancaman terhadap kehidupan gajah bersumber dari kegiatan dan keserakahan manusia. karena kita manusia yang menyebabkan ancaman tersebut kita pula yang paling bertanggung jawab dan harus mencari solusinya. jika berfikir secara objekif, salusi pasti ada. menjaga, merawat, dan memulihkan habitat, serta menghentikan pemburuan liar. sebenarya yang perlu dilakukan sekarang adalah menjaga komitmen bersama antara manusia. semoga dengan diterbitkanya artikel ini banyak masyarakat menjadi sadar dan menjaga ekosistem untuk kehidupan gajah dimasa yang akan datang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php