Sigit Purnomo

8: Indahnya Menikmati Menjadi Seorang Independent Learner

Posted: April 2nd 2009

Dosen. Sebuah profesi yang tidak pernah terbayangkan di benak saya ketika masih menjadi seorang mahasiswa ataupun pada masa-masa awal kelulusan kuliah.  Saat itu yang terbayang di benak saya adalah keinginan untuk bekerja di bidang Teknologi Informasi di sebuah perusahaan yang suasana dan lingkungan kerjanya nyaman plus lokasinya bukan di Jakarta. Jakarta ketika itu dalam bayangan saya adalah sebuah kota yang tidak nyaman untuk hidup dan bekerja, dan informasi berikut mungkin bisa menjelaskan alasannya.

Nah, lalu bagaimana ceritanya sehingga akhirnya saya menjadi seorang dosen yang tepat 1 April kemarin telah menginjak 8 tahun? Cerita berawal ketika di masa-masa awal kelulusan saya, saya masih sering beredar di kampus karena masih banyak teman-teman seangkatan saya. Selain itu, saya juga merasa bahwa saya sepertinya tidak memilik kemampuan apa-apa, sehingga saya sering ke kampus untuk belajar lagi dan “merepotkan” dosen. Nah, pada suatu waktu ketika saya sedang beredar di kampus saya dipanggil oleh beberapa dosen saya. Mereka menginformasikan bahwa PS Teknik Informatika saat itu sedang membutuhkan seorang dosen dan kalau bisa saya di minta untuk mengirimkan lamaran kerja ke Rektor. Pada saat itu, banyak hal yang di sampaikan oleh mereka untuk mengompori saya.

Cerita berlanjut ke scene lain di mana saya mendiskusikan tawaran ini dengan keluarga dan juga pacar saya. Dari hasil diskusi, mereka tidak ada masalah dan mendukung saya jika saya menerima tawaran dari Dosen-Dosen saya tersebut meski belum tentu  diterima. Akhirnya saya pun membuat dan mengirimkan surat lamaran ke pihak Universitas Atma Jaya Yogyakarta dan tidak berapa lama kemudian saya mendapatkan panggilan untuk mengikuti tes TOEFL, Psikotes, Presentasi, dan Interview. Masih ingat di benak saya ketika itu saya masih lugu sehingga tidak memperhatikan masalah penampilan ketika saya mengikuti tes-tes tersebut, khususnya pada saat interview sehingga saat itu saya sampai mendapatkan nasehat dari salah satu yang menginterview saya. Masih ingat juga ketika tes presentasi dihadapan sekian banyak dosen saya “dikerjai” oleh salah seorang dosen yang hadir. Akhirnya beberapa minggu kemudian saya menerima surat dari pihak UAJY yang menyatakan saya diterima dengan masa evaluasi selama 1 tahun per 1 April 2001 (saat itu hari Minggu, so saya baru masuk tanggal 2).

Masih teringat ketika masa-masa awal menjalani profesi dosen beberapa teman seangkatan kuliah “sengaja” mengambil mata kuliah saya sehingga mereka berkesempatan untuk “mengerjai” saya ketika sedang memberikan kuliah. Hehehe… saya tidak bisa disuap dengan ajakan maen ke Kaliurang guys. Masih teringat juga ketika itu ada rasa canggung yang terjadi dalam hubungan saya dengan rekan kerja yang notabene dulunya mereka adalah dosen saya dan sekarang sering memanggil saya Pak. Masih teringat juga bagaimana rasa takut hadir setiap kali akan memberikan kuliah. Takut nanti kalau ada sesuatu yang salah. Takut nanti kalau ada pertanyaan yang tidak bisa saya jawab. Namun, seiring berjalannya waktu akhirnya segalanya berjalan dengan baik.

Selama menjalani profesi dosen, satu hal yang sangat mengasyikkan bagi saya adalah kesempatan untuk selalu belajar yang pada akhirnya menjadikan saya seorang independent learner sekaligus long-life learner juga.  Sangat menyenangkan sekali mempelajari hal-hal baru, khususnya yang berkaitan dengan materi kuliah yang diajarkan, meski terkadang proses belajar itu harus dijalani dengan “berdarah-darah” seperti ketika saya mengambil program Pasca Sarjana di UI (Red: yang membuat berdarah-darah adalah Jakarta-nya). Ketika mendapatkan tugas untuk mengajar mata kuliah baru terasa sangat menantang karena membuat saya harus menyiapkan materi kuliah dan mempelajarinya. Untung di era sekarang ini tersedia Internet (Google) yang memungkinkan saya untuk mencari dan mengakses banyak sekali resources yang dapat digunakan untuk memperkaya materi kuliah.  Hal menyenangkan lainnya adalah setiap tahun ada mahasiswa baru yang membuat suasana baru juga dalam setiap kuliah (terkadang suasananya “menyegarkan”), meski kadang suasana yang terbangun kurang baik karena perbedaan karakteristik antar mahasiswa setiap angkatan.

Profesi seorang dosen juga memiliki cukup banyak tantangan. Selain harus selalu belajar dan memenuhi tridharma perguruan tinggi (pengajaran, Penelitian, dan Pengabdian), tantangan lainnya adalah bagaimana membantu mahasiswa agar berhasil secara penuh baik dari sisi hardskill maupun softskill. Terkadang rasa sedih muncul ketika mahasiswa tidak mau mencoba untuk berubah menjadi seorang independent learner ketika saya mengharapakan proses pembelajaran menjadi student-centric learning. Pembelajaran adalah sebuah proses dan terkadang bagi mahasiswa yang penting adalah hasil akhir sehingga mereka kurang begitu menikmati prosesnya. Rasa sedih juga muncul ketika hasil akhir yang diperoleh mahasiswa kurang baik sehingga membuat saya bertanya-tanya dimana letak kesalahannya.

Akhir kata, terima kasih kepada semuanya, khususnya Pak Wahju (yang sekarang sedang berduka karena Ibundanya meninggal), Pak Kusworo (yang sekarang sedang sibuk dengan ISO), dan Pak Henri “Ochoy” (yang sekarang sudah bahagia di Atas sana). Mereka-mereka inilah yang telah mengompori saya untuk menjadi dosen. Terima kasih juga buat Bu Sisca yang menjadi teman seperjuangan ketika menjalani masa awal-awal menjadi dosen dan juga ketika berjuang di Jakarta. Bu, harusnya kemarin dapat surat kenaikan gaji berkala lho hahaha…:p


8 responses to “8: Indahnya Menikmati Menjadi Seorang Independent Learner”

  1. Efan says:

    pak sigit…
    pernah dikerjain apa aja sma tman2 bpak??? hehee
    kyak’a seru tuch cerita’a klo dilanjutin…. ehhehee
    sukses ya pak….^_^

  2. Evi says:

    waw…
    Nice story Pak Sigit.. ^o^

    I want to say thank you from the deep of my heart untuk semua dosen UAJY yang dengan tulus membimbing kami sehingga kami (saya pada khususnya) bisa menjadi orang seperti sekarang… ^^

    Tetap Bersemangat!!!

    Yogja… Miss you so much….. ha5..

  3. dinivian says:

    Semangat pak!, maju terus pantang mundur… 😀

  4. Pak,
    Ada lowongan dosen di UAJY lagi nggak pak?
    *pengen jadi dosen juga*

  5. y_sigit_p says:

    @Alex Budiyanto:
    tunggu tanggal mainnya Lex… mungkin bentar lagi, tp salah satunya syaratnya minimal harus S2…

  6. makra says:

    semangat pak, jgn pernah bosen jd dosen y pak…hehehe..walau mahasiswany nakal2…

  7. Andika says:

    Keren bapak ceritanya, hehe. Sukses buat pak Sigit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php