Sigit Purnomo

Mencermati Karakteristik Kinerja dari suatu Layanan berbasis Jaringan

Posted: March 4th 2009

Saat ini tersedia berbagai layanan berbasis jaringan komputer yang ditawarkan oleh perusahaan, seperti layanan koneksi Internet, layanan Internet banking, layanan mobile banking, dll. Perusahaan yang menawarkan layanan-layanan tersebut biasanya juga menyertakan suatu spesifikasi mengenai layanan yang ditawarkan. Sebagai contoh spesifikasi untuk sebuah layanan koneksi Internet Broadband adalah “Anda akan menikmati kecepatan akses up to 256Kbps sampai dengan volume pemakaian 2GB. Dimana kemudian setelah 2GB, kecepatan akses akan menurun up to 64 Kbps sampai pemakaian yang tidak terbatas”. Contoh lain misal untuk layanan e-Banking adalah “Anda dapat menikmati Layanan e-Banking kami selama 24x7jam dengan Reliability 99%”. Kita sebagai pengguna layanan tentunya harus mencermati spesifikasi layanan tersebut.

Setiap layanan berbasis jaringan yang ditawarkan oleh suatu perusahaan biasanya memiliki apa yang disebut dengan Sevice Levels (SL). Dalam setiap SL akan dijelaskan mengenai spesifikasi karakteristik layanan (service characteristic), ukuran dari layanan (service metrics), dan bagaimana mengukurnya yang biasanya disebut dengan Service Level Agreement (SLA). Sebagai contoh, untuk SL Basic Service, karakteristik layanannya adalah ketersediaan layanan (network availability) sebesar 99.99%. Dari statement tersebut, maka ukuran dari layanan tersebut adalah lamanya layanan tersebut mengalami down (network downtime), dan cara mengukurnya dapat dilakukan dengan menghitung lama waktu downtime yang dialami oleh pengguna layanan. Contoh lain misal karakteristik layanannya adalah network delay, maka service metrics-nya bisa round-trip time (RTT), dan cara mengukurnya dapat dilakukan dengan menggunakan PING antara node satu dengan node lainnya.


Sumber: Network Analysis, Architecture, and Design, John D. McCabe, Morgan Kaufmann, 2007.

Kita, sebagai pengguna layanan harusnya mencermati hal-hal yang sudah saya sampaikan di atas. Hal ini bertujuan agar kita nantinya tidak dirugikan atau salah menuntut ke perusahaan penyedia layanan. Sebagai contoh, ketika service characteristic-nya adalah capacity, misal up to 256 kbps, maka ketika capacity yang kita peroleh hanya 64 kbps, harusnya kita maklumi karena jelas tersebutkan dalam SLA adalah capacity up to 256 kbps. Contoh lain misalnya, ketika ada perusahaan yang menyediakan layanan dengan service characteristic RMA (Reliability, Maintanability, Availability) 99% uptime, kita seringkali berpikiran wah layanan ini bagus, karena uptime-nya mendekati 100%, padahal 99% adalah spesifikasi yang terendah (lihat gambar di bawah).

Sumber: Network Analysis, Architecture, and Design, John D. McCabe, Morgan Kaufmann, 2007.

Fuih, akhirnya saya bisa lagi menulis artikel yang berkaitan dengan materi kuliah. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi Anda semua.


2 responses to “Mencermati Karakteristik Kinerja dari suatu Layanan berbasis Jaringan”

  1. Pak sigit mantan dosen pembimbingku yang syuperr… hehehe.. sudah lama saya tidak menyentuh dunia kompyuter sedalam posting pak sigit. maklum pak, belakangan ini saya tertarik dengan misteri gelombang pikiran (misteri law of attraction). oya pak boleh nanya nich (a little bit stupid sich..) boleh minta info tentang tool yang biasanya dipake untuk bikin aplikasi mobile website ga? thx..

  2. y_sigit_p says:

    @Paulus Kuntoro:
    Aplikasi Mobile Website-nya seperti apa?

Leave a Reply

You have to agree to the comment policy.

© 2022 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php