Sigit Purnomo

Jadikanlah Tugas Akhirmu sebagai Karya Monumental

Posted: February 15th 2009

Pada waktu akan menyelesaikan sekolah di SMU, setiap siswa diminta untuk membuat sebuah karya monumental yang dipersembahkan bagi sekolah. Saat itu, saya memutuskan untuk membuat sebuah karya monumental berupa sekumpulan foto-foto mengenai orang-orang kecil yang terpinggirkan yang saya susun/pajang dalam kertas karton berukuran besar. Berbekal kamera pinjaman dari salah seorang pendamping di SMU (Nikon F2000 Film Camera) dan beberapa roll film hitam putih (red: yang nantinya dicetak berwarna), proses hunting fotopun dilakukan, mulai dari daerah Muntilan, Malioboro dan daerah lainnya. Selama proses hunting foto, banyak hal yang terjadi, ada subjek yang meminta bayaran ketika akan di foto, ada juga yang marah-marah ketika tau difoto secara diam-diam, namun semua itu tidak menjadi hambatan untuk melanjutkan menyelesaikan karya monumental ini.  Dan ketika akhirnya karya monumental ini berhasil diselesaikan, ada kepuasan tersendiri yang dirasakan.

Kisah inipun berlanjut pada waktu akan menyelesaikan kuliah di Program Studi Teknik Informatika UAJY. Ada keinginan untuk menjadikan tugas akhir sebagai karya monumental. Berbekal modal nekat (dalam artian belum memiliki referensi maupun kemampuan scripting Lingo di Macromedia Director yang cukup) maka saya memutuskan untuk membuat sebuah “sistem informasi interaktif multiuser sebagai alat bantu proses pengajaran berbasis multimedia”. Beruntung kemudian saya menemukan file dokumentasi mengenai Macromedia Director dan Lingo di situs resmi Macromedia waktu itu yang bisa diunduh secara gratis (sekarang sudah diakuisisi Adobe). Keberuntungan kembali datang ketika ada teman yang pergi ke Bandung dan bisa mencarikan buku import tentang Macromedia Director (red: dahulu buku tentang Macromedia Director belum sebanyak sekarang ini). Setelah perjuangan panjang selama 1 semester, terlebih karena saya tidak punya jiwa seni, sementara tugas akhir ini berkaitan dengan seni (desain dan multimedia), akhirnya tugas akhir pun berhasil terselesaikan dengan baik. Kepuasan pun kembali saya rasakan meski tidak sepenuhnya karena nilai akhir yang saya peroleh tidak sempurna (*harus summon siapa ya :p)

Nah, lalu kenapa saya membuat tulisan ini? Jujur saja, tulisan ini terinspirasi dari “keprihatinan” saya ketika setiap semester menghadapi rutinitas proses pengajuan usulan judul maupun evaluasi tugas akhir dari mahasiswa. Saya sangat mengharapkan ada mahasiswa yang benar-benar memiliki passion untuk membuat tugas akhirnya menjadi sebuah karya monumental. Syukur-syukur, nanti tugas akhir tersebut dapat menjadi sesuatu produk atau layanan yang dapat memberikan kesejahteraan bagi pembuatnya. Siapa sih yang tidak mau menjadi seseorang seperti Sergey Brin dan Larry Page dengan Google-nya, Jerry Yang dengan Yahoo!-nya, dan Mark Elliot Zuckerberg dengan Facebook-nya yang sekarang menjadi fenomena di Indonesia.

Finally, melalui tulisan ini saya berharap agar seluruh mahasiwa, khususnya mahasiswa yang menggeluti bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi dapat menjadikan tugas akhirnya sebagai sebuah karya monumental. Anda dapat mewujudkan ide atau inovasi Anda sendiri. Anda juga dapat menggunakan model ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi) karena banyak tersedia ide di Internet yang bisa Anda Amati, Tiru, dan Modifikasi. Jangan khawatir masalah resources, seperti referensi, dll. Jika Anda mengalamai masalah, Anda tinggal melakukan Googling, niscaya Anda akan memperoleh pencerahan.


5 responses to “Jadikanlah Tugas Akhirmu sebagai Karya Monumental”

  1. dondi says:

    Seep…setuju bangettt pak…:D…hehehe…

    Kalo diliat intinya adalah membangun motivasi diri pada orang itu. Bagaimana membangun kecintaannya pada dunia yang ia geluti hingga mencari “challenge” yang menguntungkan bagi dirinya sendiri…

    Hehe… menjadi koreksi bagi diri sendiri juga bacaan ini…haha…

  2. dondi says:

    Oh ya pak, btw kok tiap posting baru, post Don ndak masuk di planet inf ya pak?…hehe padahal kan dulu udah pernah jalan, and bagus tuh, tapi terakhir kemaren kok ndak muncul?…. hikss….

    Hmm… sebenarne dah lama mo tanyain, tapi lupa terus…hehehe

  3. y_sigit_p says:

    @dondi:
    iya nih… saya juga bingung… yang bisa hanya yang punya Pak Irya saja… belum nemu masalahnya di mana?

  4. dondi says:

    HIksss… jadi piye dunk pak?…:(…

    Tak tunggu deh… “debugging”-nya pak…hehehehhe

    ya, biar bisa terjalin semua blog pak…hahaha…

  5. hendry says:

    sangat setuju sekali dengan tulisannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php