Sigit Purnomo

Ketika Niat dan Usaha Saja Tidak Cukup

Posted: February 6th 2009

“kerja adalah cinta yang ngejawantah, dan jika kau tiada sanggup bekerja dengan cinta hanya dengan enggan, maka lebih baik jika kau meninggalkannya, lalu mengambil tempat di depan gapura candi, meminta sedekah dari mereka yang bekerja dengan suka cita” (Sang Nabi, Kahlil Gibran)

Alkisah beberapa tahun yang lalu (2005 red) ada niatan untuk menulis sebuah buku teks yang harapannya akan diterbitkan oleh penerbit. Setelah mendiskusikan niatan ini, akhirnya proses membagi tugas pun dilakukan. Si A mengerjakan bagian ini itu, si B mengerjakan bagian ini itu, dan si C mengerjakan bagian ini itu. Lalu mulailah masing-masing mengerjakan apa yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya.

Waktu pun berlalu tetapi projek menulis buku teks ini belum selesai-selesai. Ada saja hal yang membuat pengerjaan projek ini tertunda-tunda. Niat ada, usaha juga ada meski mungkin terkesan setengah-setengah. Nah, ketika sampai pada titik ini, akhirnya disadari bahwa ada sesuatu hal yang masih belum ada. Perlu seorang project leader yang memang benar-benar mampu “memaksa” diri dan anggota tim untuk segera menyelesaikan projek ini. Seorang project leader yang mampu memberikan contoh, mengejar-ngejar anggota tim lain untuk mengerjakan tugasnya, memberikan deadline yang ketat, memberikan motivasi, dan lain-lain. Seorang project leader yang mampu mengkondisikan tim pada situasi “kritis”.

Apa yang terjadi ketika akhirnya tim berada pada situasi “kritis”? Ternyata semesta akan mendukung seperti yang disampaikan Prof. Yohanes Surya, Ph.D dalam bukunya MESTAKUNG: Rahasia Sukses Juara Dunia Olimpiade Fisika (Anda sebaiknya membaca buku ini, isinya sangat bagus). Dan ketika semesta mendukung, maka hasilnya adalah sebuah kesuksesan. Akhirnya projek menulis buku teks yang sudah bertahun-tahun “mengantung” terselesaikan dengan baik. Kesuksesan ini terasa lebih lagi ketika akhirnya buku tersebut diterbitkan oleh penerbit dan ada di toko buku.

So, buat Anda yang saat ini baru punya niat dan usaha saja dan merasa masih belum cukup, maka Anda perlu seseorang yang mampu membantu Anda berada pada situasi “kritis” jika Anda sendiri merasa tidak mampu. Niscaya, nanti semesta akan mendukung dan Anda akan memperoleh kesuksesan.


3 responses to “Ketika Niat dan Usaha Saja Tidak Cukup”

  1. dondi says:

    Ngomong-ngomong, berapa dijualnya pak?…wkwkwkkw

    Sep deh, baca-baca punya comment emank katane bukune bagus…hehe.. tar lah…

  2. y_sigit_p says:

    @dondi:
    murah kok Rp. 38.000,- so jangan dibajak hehehe…:p

  3. dondi says:

    Tenang pak, ndak dibajak kok… Kalo bisa baca abis ditempat, tak baca deh…wkwkwk (kacian pengarangnya,,,wkwkwk). Mengingatkan Don pada “tragedi” Who moved my cheese…wkwkkw.. Ndak jadi beli, gara-gara abis baca ditempat,..wkwkwk..

    Ngomong2 kan juga irit kertas pak….wakakakkaa
    Peace!…:p

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php