Sigit Purnomo

Mengembangkan Softskill melalui Organisasi Kemahasiswaan

Posted: September 17th 2008

Hari Sabtu, 13 September 2008 saya memberikan pembekalan kepada para kandidat ketua Senat Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri, Himpunan Mahasiswa Program Studi Teknik Industri (HMTI), dan Himpunan Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika (HIMAFORKA). Materi pembekalan saya tentang organisasi kemahasiswaan yang terdiri dari 3 bagian, yaitu Pentingnya Organisasi Kemahasiswaan, Bagaimana Pengelolaan Organisasi Kemahasiswaan (SEMA FTI, HMTI, HIMAFORKA)?, dan Sebuah Sharing Pengalaman Organisasi Kemahasiswaan.

Pada bagian pertama, saya menekankan bahwa pentingnya organisasi kemahasiswaan adalah untuk sarana pengembangan softskill. Softskill saat ini menjadi sangat penting bagi mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja atau pada saat nanti mahasiswa akan membuka dunia kerja sendiri. Berikut ini, adalah kutipan dari email yang dikirimkan kepada saya oleh salah seorang alumni mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, yang dulu adalah kakak tingkat saya dan juga aktifis lembaga kemahasiswaan.

Menurut saya teknis justru sesuatu yg bisa dipelajari (hal mudah), tetapi attitute, mental dan culture Indo yg saat ini susah untuk bersaing.

Coba dong adakan pelatihan khusus ttg attitute ini, tentunya bagi yg minat tentunya supaya lebih siap saja. Contoh kecil saja, bgm mrk hrs menulis cv atau resume (msh ada saja yg ga bisa bedakan hehe). bgm menentukan “harga”/ salary…pernah ga ini kepikir sama yg pada mau kerja…
hari ini saya terima lebih dari 35 applicant, dan semuanya ***, ga ngerti mungkin bgt pentingnya first impression… ada bagian attitute disana untuk bisa mengenali dan menggali diri sendiri, percaya diri dgn mampu show up. Yakin dgn kemampuan yg terukur..confident tp tidak over confident. tahu kemampuan diri: “kenapa saya beda dgn orang lain”, buatlah seolah2 persh akan menyesal kalo ga ambil saya dst… ini mental, jgn lembek tapi juga tidak sombong. dan banyak lagi yg tidak pernah disentuh oleh materi kuliah.
tentunya tdk semua student juga akan kerja di persh, tapi menurut saya apapun rencananya perlu mental yg siap shg jadi manusia bermutu…percaya deh kalo dah bisa spt itu bukan kita yg cari2 persh, tp persh yg cari kita hehehe…

Organisasi kemahasiswaan akan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk melatih personality, attitude, leadership, communication skill dan masih banyak lagi. Jika Anda menjadi pemimpin suatu organisasi kemahasiswaan, maka Anda akan belajar bagaimana untuk mengelola komunitas tersebut sehingga dapat menjadi komunitas yang baik dan tidak hanya sekedar menjadi komunitas semu seperti yang sudah saya bahas di tulisan sebelumnya. Anda juga akan belajar bagaimana mengelola konflik yang terjadi. karena konflik pasti ada dalam suatu organisasi. Anda juga harus belajar untuk membuat program kerja yang kreatif dan inovatif sehingga dapat membuat temen-temen mahasiswa yang lain tertarik untuk mendukung dan terlibat dalam program kerja yang Anda buat.  Dan ini merupakan tantangan yang berat, karena berdasarkan pengalaman saya dulu dan dari pengamatan saya sampai saat ini, sulit untuk mengajak mahasiswa lain terlibat.

Finally, bersama ini saya juga mengajak temen-temen mahasiswa untuk berani terlibat dalam organisasi kemahasiswaan karena manfaatnya sangat banyak.


7 responses to “Mengembangkan Softskill melalui Organisasi Kemahasiswaan”

  1. nengsihfitria says:

    Pak, tolong buatin tips-tips cara membuat first impression yang bagus gimana Pak….
    ato lebih khusus lagi cara membuat first impression waktu ngelamar kerja…
    tips-tips lengkap gitu Pak….
    dari pengalaman2 Bapak ato teman2 Bapak yang dah sukses 🙂 , kaya kakak tingkat Bapak itu…
    Lebih detail Bapak dengan alasan2 jadi kita yakin Pak..

    Ya pak yaa…

    TenQu…

    v3_916

  2. leoganda says:

    Pak sigit.. Bapak saya kasih award lho pakk..
    Check this out http://leoslab.web.id/leosblog-dapet-award/

  3. rini says:

    bagaimana kalo peningkatan soft skill itu dikembangkan dalam kegiatan ekstrakulikuler salah satunya beroganisasi itu dijadikan syarat wajib bagi mahasiswa untuk mendorong mahasiswa dapat mengembangkan soft skill dengan apresiasi dalam bentuk poin.
    Apakah hal ini malah tidak menjadikan beban walaupun pada akhirnya manfaat dapat kita rasakan di emudian hari. Jadi menurut anda bagaimana mahasiswa menyikapi hal itu? Dan alasan alasan apa yang harus dapat saya katakan pada beberapa teman saya bahwa hal ini penting dan bukan hanya berorientet pada kewajiban yang harus dilakukan?
    terima kasih.

  4. y_sigit_p says:

    @rini:
    beberapa Universitas sudah menerapkan hal seperti itu karena mereka menyadari pentingnya softskill untuk melengkapi kompetensi hardskill-nya…

    pada saat awal, mungkin memang akan memberatkan mahasiswa, tetapi saya yakin, nanti ketika mereka menyadari betapa besar manfaatnya, hal ini akan dapat berjalan dengan baik… so alasan yang harus Anda sampaikan ke teman Anda adalah bahwa saat ini softskill sangat penting dan salah satu cara untuk mengembangkan softskill adalah melalui kegiatan kemahasiswaan…

  5. rini says:

    ok2 terima kasih.

  6. rara says:

    memang semua yang anda katakan benar. tapi untuk masuk dalam kegiatan kemahasiswaan itu sendiri sangatlah sulit. Mereka yang yelah masuk di dalamnya pasti mengatakan yang pentinga ada kemauan pasti bisa. Tapi dalam kenyataannya, bagi kalangan mahasiswa yang tidak bisa memgembangkan bakat di bidang organisasi hal ini sangat tidak mudah. lalu bagaimana menyikapi hal tsb??
    terima kasih

  7. uni_isech says:

    ijin copas sedikit artikelnya ya pak, buat bahan bacaan, terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php