Sigit Purnomo

Teknoseksual

Posted: May 3rd 2008

Hmm… baru tau kalau ternyata tipe pria jika dibedakan berdasarkan gaya ada macem-macem. Selama ini taunya cuma metroseksual aja, padahal masih ada uberseksual, teknoseksual, dan retroseksual (plaza vol 7/march 2008, bi-monthly in-house magazine plaza ambarrukmo). Tulisan ini hanya akan membahas mengenai tipe teknoseksual saja dan tidak membahas yang lainnya. Jika Anda ingin tau yang lainnya silahkan ke plaza ambarrukmo dan minta plaza magazine di customer service hehehe…:p

Teknoseksual, seperti yang dituliskan di plaza magazine adalah tipe pria yang mengedepankan teknologi, bahkan cenderung tergila-gila dengan hitech. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut:

  1. Wawasan mereka tentang teknologi selalu up-to-date,
  2. Kepemilikan gadget canggih menjadi sebuah keharusan (membuat mereka tampil lebih gaya dan lebih percaya diri),
  3. Rela melakukan apapun untuk bisa lebih unggul dalam hal teknologi dibanding orang lain.

Plaza magazine menyebutkan bahwa Lahm(personil Linkin Park) sebagai salah satu ikon teknoseksual.

Lalu saya bagaimana? Jelas saya tidak termasuk pria teknoseksual karena tidak semua ciri yang tersebut di atas saya miliki. Saya bukan orang yang mengharuskan memiliki gadget canggih dan rela melakukan apapun untuk bisa lebih unggul dalam hal teknologi. Gadget yang saya miliki pun hanya Acer Aspire 4920G yang saya gunakan untuk bekerja (mobile), kamera digital Canon S5 IS yang saya gunakan untuk jepret sana jepret sini yang hasilnya kemudian di upload ke flickr, dan handphone SE K610i yang saya gunakan untuk telepon, sms, dan koneksi Internet. Satu gadget yang masih menjadi impian adalah handphone dengan fitur GPS untuk keperluan research.


4 responses to “Teknoseksual”

  1. Zebe Amadeus says:

    Sekedar trivia saja nih Pak.

    Setelah sukses berkarir menjadi dosen di UAJY, rupanya Pak sigit mulai merambah “dunia anak band” toh?

    Buktinya, ada band baru yang bertajuk sama dengan nama bapak nih, namanya THE SI.G.I.T
    Saking ngetopnya, baleho dan spanduknya sudah menyebar secara sporadis di seantero Jogja ini.

    Selamat lho, Pak atas kesuksesan band-nya tersebut. Strategi marketingnya bagaimana tuh?

    *laugh out-loud*

  2. Ramayadi says:

    ah saya cuman cocok jadi homoseksual aja kalo gitu

    *halah*

  3. zeroreply says:

    nice artikel, sedikit nambahin mungkin
    tanda-tanda teknoseksual tidak hanya sekedar menjadi gadget freak saja sebenernya, tapi dia yang slalu membawa laptop kemana-mana trus hinggap dari hotspot yang satu ke hotspot yang lain. pusing cari stop kontak bisa diindikasikan dia akan masuk ke dalam komunitas teknoseksual.
    salam.

  4. ranti yulia kasih says:

    saya rasa sedikit sekali lo orang yang menjai teknoseksual di indonesia. karna orang indonesia tidak terlalu memikirkan hal yang sepei ini. mereka lebih mementingkan uang dari pada teknologi-teknologi pada zaman sekarang ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php