Sigit Purnomo

Membangun Aplikasi Web menggunakan Open Source Framework

Posted: February 21st 2008

Membangun web sites yang powerful, khususnya Web 2.0 dari awal akan sangat menyita sumber daya, baik tenaga, biaya maupun waktu. Saat ini berkembang berbagai macam framework open source yang dapat membantu proses pembangunan web sites menjadi lebih cepat sehingga sumber daya yang dibutuhkan menjadi tidak terlalu banyak. Artikel ini akan mencoba memberikan gambaran singkat mengenai sedikit saja dari sekian banyak framework open source yang dapat digunakan dalam membangun web sites yang powerful dengan cepat.

#1: Ruby On Rails (Rails)
Rails merupakan framework aplikasi web yang menggunakan paradigma Model-View-Controller (MVC) dan menggunakan bahasa scripting Ruby. Rails terdiri dari sekumpulan library yang masing-masing memiliki tugas tertentu. ActiveRecord merupakan library yang meng-handle abstraksi dan interaksi basis data. ActionView merupakan sistem berbasis template yang men-generate dokumen HTML sebagai hasil dari request ke aplikasi Rails. ActionController merupakan library yang digunakan untuk memanipulasi flow aplikasi dan data yang datang dari basis data dan bagaimana caranya akan ditampilkan dalam view. Informasi selengkapnya mengenai framework ini beserta situs-situs yang dibangun dengan framework dapat dilihat di offcial site-nya.

#2: CodeIgniter
CodeIgniter merupakan framework aplikasi web yang juga menggunakan paradigma Model-View-Controller (MVC) seperti Rails, tetapi menggunakan bahasa scripting PHP. CodeIgniter dikembangkan bagi programmer PHP yang membutuhkan toolkit yang sederhana dan elegan untuk membuat aplikasi web dengan fitur yang lengkap. CodeIgniter dapat membantu developer web yang terbiasa dengan PHP untuk melakukan coding dengan lebih baik, lebih mudah, dan lebih disiplin. Informasi selengkapnya mengenai framework ini beserta situs-situs yang dibangun dengan framework dapat dilihat di offcial site-nya.

#3: PRADO
PRADO (PHP Rapid Application Development Object-oriented) merupakan framework yang berbasis komponen dan pemrograman yang bersifat event-driven. PRADO juga dikembangkan menggunakan bahasa scripting PHP. Fitur-fitur dari PRADO diantaranya adalah object-oriented dan code yang sangat reusable, pemrograman berbasis event-driven, pemisahan antara lapisan presentasi dan logik, AJAX-enabled web component, dll. Informasi selengkapnya mengenai framework ini beserta situs-situs yang dibangun dengan framework dapat dilihat di offcial site-nya.

Lalu pertanyaannya adalah framework mana yang sebaiknya dipilih jika ingin mengembangkan web sites? Saat ini saya sedang melakukan eksplorasi ketiga framework di atas bersama mahasiswa yang Skripsi/TA-nya saya bimbing, semoga semester ini bisa selesai. Jika Anda sudah tidak sabar menunggu hasilnya, Anda bisa melihat rewiew mengenai framework-framework open source berbasis PHP di sini.


16 responses to “Membangun Aplikasi Web menggunakan Open Source Framework”

  1. Hhhm….. seandainya ada IDE buat PHP seperti Visual Studio.

  2. rama says:

    Woi git, tgl 26 ikut workshop web2.0 nya microsoft dan MTI UGM ngga ? aku diutus kesana neh, cm 1 hari aja tp.. see you

  3. rama says:

    pernah coba codecharge studio ngga?

    Kalo saya tergila-gila sama scriptacolous, sangat membantu banget untuk otak-otak lemah berpikir seperti saya ini hahahahahahahahaha

  4. y_sigit_p says:

    #rama:
    sebenernya kemarin di UAJY juga mo diadain seminarnya tp karena nggak ada ruang trus dipindah… aku rabu ngajar + ada rapat koordinasi fakultas je…:(

    btw, aku blm pernah coba codecharge studio, ntar tak liat2 dulu trus suruh mahasiswa eksplorasi kekekeke…:p

  5. rama says:

    iku selasa dab. milu yo, ben ono konco e :p aku dari airport langsung ke TKP, mudah2an sorenya bisa dolan ke UAJY lagi

  6. y_sigit_p says:

    #rama:
    hehehe… sorry dab, wis pikun kekekeke…:p
    btw, setauku yang hari Selasa tuh acaranya Faculty Connection Summit 2008 di Hotel Santika kan?

  7. leoganda says:

    Kalo saya sih pilih prado. Seperti bahasa program VS .Net, jadi lebih mudah bagi saya buat mengerti alur program. prado tu framework paling mudah lah, ini saya sedang pake buat TA n develop web slh satu SMA di yk.

  8. hery says:

    Kemarin mau coba pake prado , ternyata ada sedikit permasalahan yaitu prado hanya isa jalan di system yang disetting dengan FAT32, kalo untuk NTFS terjadi error untuk mengcompile filenya………..
    waduh… waduh…… harus install ulang jadinya….
    Mungkin ada solusi lain ?

  9. leoganda says:

    hah?? harus FAT32?? Ni aq juga pake NTFS tapi baek2 aja, ada yang salah tuh…

  10. leo ganda says:

    Pak tau cara bikin RSS Feed untuk prado? Koq saya pusing ya hehehhe…

  11. y_sigit_p says:

    #leo ganda:
    coba tanya ke Alex, kemarin dia berhasil buat tapi kayaknya pakai code tambahan…

  12. masalah NTFS ato FAT32 itu kayaknya memang kalo mau aman, di FAT32 aja….ato kalo masi di NTFS, ndak usah format ulang drive nya…cukup menggunakan xampp ato tools lainnya yang sejenis…itu sudah bisa membantu…

    ato ada usul lain????

  13. leoganda says:

    Masalah baru lagi development dengan prado. Setelah web kelar dan siap launching, ternyata hosting saya tidak menyediakan driver php_pdo_mysql, huh sedihnya,, ada yg tau hosting yg ngasi layanan driver php_pdo_mysql?????

  14. naruto says:

    saya tertari dengan ruby on rails, ada yang bisa memberikan referensi??

  15. y_sigit_p says:

    #naruto:
    coba ke flazx.com, di situs ini banyak tersedia e-book… atau kalau tidak ke situsnya ruby on rails saja…

  16. naruto says:

    sudah saya temukan e-booknya, Simply rails 2, langsung praktek bikin social bookmarking… 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php