Sigit Purnomo

Technology Driven VS Business Driven

Posted: November 22nd 2007

Departemen TI dalam suatu perusahaan atau instansi terkadang memiliki kecenderungan untuk melakukan investasi yang bersifat technology driven. Hal ini bahkan mungkin sudah menjadi rahasia umum, sehingga Departemen TI seringkali diberi label/cap sebagai departemen yang cost center, alias tukang menghabis-habiskan biaya perusahaan atau instansi. Gimana tidak, jika setiap kali melakukan investasi, terlebih jika kebutuhan itu akan dipakai oleh staf Departemen TI, selalu yang diajukan adalah hardware atau software dengan spesifikasi yang terbaru dan paling bagus yang tentunya biayanya juga tinggi.

Permasalahan di atas, seringkali berbenturan dengan pihak manajemen perusahaan atau instansi, terlebih jika perspektif manajemennya sudah business-driven. Segala sesuatu yang berhubungan dengan investasi TI harus benar-benar dikaitkan dengan manfaat yang diperoleh bagi perusahaan atau instansi. Investasi yang tidak menghasilkan manfaat apa-apa bagi perusahaan tentu akan langsung ditolak, terlebih lagi apabila biayanya terlalu besar.

Ilustrasi

PT. Bank Mahameru akan menambah jaringan ATM untuk meningkatkan layanan kepada pelanggan. Berdasarkan hasil analisa yang dilakukan oleh departemen TI diperoleh data sebagai berikut:

  • rata-rata suatu transaksi ATM besarnya data 100bytes
  • RTT (round-trip time) link ATM baru dengan server bank 100ms
  • cost berbanding lurus dgn besar bandwidth

Jika Anda sebagai Network Analyst pada PT. Bank Mahameru, Anda akan memilih menggunakan bandwidth dgn kecepatan 64Kbps atau 1Mbps untuk permasalahan tersebut? Bagaimana justifikasi Anda kepada Manager Anda?

Pertanyaan tersebut dapat memiliki 2 jawaban, tergantung akan dilihat dari sisi technology driven atau business driven. Pada tulisan ini saya akan mencoba menjawab dengan melihat dari sisi business driven karena kalau dari sisi technology driven pasti semua sudah tau jawabannya :p

Pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan melakukan analisis kinerja berdasarkan hasil analisa awal yang telah diperoleh oleh departemen TI. Berhubung permasalahan ini terkait dengan aspek kinerja jaringan, maka kita dapat melakukan analisis dari sisi aspek kinerja jaringan dalam hal ini adalah aspek kinerja transfer time. Rumus untuk menghitung nilai transfer time sendiri adalah RTT + (ukuran data yang dikirim/besar bandwidth).

Analisa transfer time untuk bandwidth sebesar 64Kbps
= RTT + (ukuran data yang dikirim/besar bandwidth)
= 100ms + (100bytes/64Kbps)
= 0,1s + (8 * 100bits/64 * 10^3 bits/s)
= 0,1s + (800bits/64000 bits/s)
= 0,1s + 0,0125s
= 0,1125s

Analisa transfer time untuk bandwidth sebesar 1Mbps
= RTT + (ukuran data yang dikirim/besar bandwidth)
= 100ms + (100bytes/1Mbps)
= 0,1s + (8 * 100bits/1 * 10^6 bits/s)
= 0,1s + (800bits/1000000 bits/s)
= 0,1s + 0,0008s
= 0,1008s

Berdasarkan hasil tersebut, terlihat bahwa perbedaan transfer time data dengan bandwidth 64Kbps dan 1Mbps tidak signifikan sehingga akan lebih tepat kalau kita memilih yang 64Kbps. Alasan ini akan diperkuat jika kita lanjutkan dengan memperhatikan aspek biaya instalasi dan biaya operasional rutin untuk bandwidth 64Kbps dan 1Mbps.

Biaya Instalasi dan Biaya Rutin untuk bandwidth sebesar 64Kbps
Dedicated Connection (Sumber: CBN last access 22/11/2007)
Registration & Setup Fee: Rp 2.000.000,-
Monthly Charges: Rp 4.000.000,-

Biaya Instalasi dan Biaya Rutin untuk bandwidth sebesar 1Mbps
Dedicated Connection (Sumber: CBN last access 22/11/2007)
Registration & Setup Fee: Rp 2.000.000,-
Monthly Charges: Rp 46.000.000,-

Nah, dari penjelasan di atas, terlihat bahwa biaya yang dikeluarkan untuk bandwidth 64Kbps dan 1Mbps selisihnya sangat besar, sementara perbedaan transfer timenya tidak signifikan.

Semoga tulisan ini dapat mencerahkan kita semua sehingga kita dapat mengubah paradigma kita tentang investasi TI agar kita tidak terjebak hanya melihat dari sisi technology driven saja.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php