Sigit Purnomo

How to become a looser in five days?

Posted: August 27th 2007

Sebelum Anda mencoba tutorial ini (not recommended), Anda harus mempunyai masalah terlebih dahulu, atau paling tidak Anda mengalami kondisi di mana harapan Anda tidak sesuai dengan kenyataan. Kondisi ini bisa dikatakan sebagai initial state (IS) dari tutorial ini. Initial state? Apaan tuh? Ngapain perlu initial state, repot amat sih? Kalau Anda masih menanyakan hal-hal tersebut, sana gih belajar lagi Algoritma dan Pemrograman, di sana ada kan initial state tuh apaan :p

Kembali ke laptop (basbang) eh tutorial. Nah, asumsikan 5 hari yang lalu Anda mengalami kondisi seperti yang dimaksud dalam initial state di atas. Penyebab terjadinya initial state bisa macem-macem, tapi biasanya karena harapan yang tidak sesuai dengan kenyataan sehingga membuat kecewa atau Anda merasa dirugikan, terlebih lagi apabila hilangnya harapan itu karena sesuatu hal yang menurut Anda adalah salah orang lain. Contoh kasus misalnya masalah-masalah yang Anda alami pada saat KRS. Pada saat Anda mengalami hal ini, mungkin Anda akan dikuasai oleh emosi, so Anda harus hati-hati. Di pikiran Anda mungkin juga berkecamuk pertanyaan mengapa hal ini bisa terjadi pada diri Anda? Nah, disinilah sebuah tantangan akan menanti Anda…

Haripun berganti dan selama pergantian hari tersebut kekecewaan Anda belum terobati, bahkan mungkin jadi semakin bertumpuk-tumpuk. (Jadi ingat dulu waktu SMA kalau doa malam bareng-bareng suka menyanyikan lagu yang potongan liriknya seperti ini “…kekecewaaan yang bertimbun-timbun…”) Nah, kondisi ini akan semakin memperparah keadaan jika Anda tidak bisa menguasainya, terlebih lagi jika Anda mendapatkan teman yang senasib dan seperjuangan. Apalagi klo Anda memiliki dendam pribadi ke orang yang Anda salahkan. Klop d’ dan initial state yang Anda alami akan semakin dashyat dan dramatis.

Haripun berganti dan sudah menginjak hari ke 5. Kekecewaan Anda masih belum hilang dan rasanya ingin meledak dari dalam diri Anda. Matapun jadi terasa gelap, sehingga jalan terang yang seharusnya masih bisa Anda lewati menjadi tidak kelihatan. Nurani juga terasa menjadi gelap sehingga Anda tidak tau lagi batas etika. Pokoknya yang penting bagi Anda adalah bagaimana Anda bisa meletuskan/meledakkan kekecewaan yang ada dalam diri Anda. Anda tidak peduli dan berusaha tidak mau tau apa akibat dari perbuatan Anda tersebut. Akhirnya pada hari ke 5, ledakan dashyat benar-benar terjadi. Ada nuansa adu domba, menggunakan identitas ‘orang lain’, makian, dan lainnya. Semuanya Anda ledakkan dengan cara yang tidak gentleman dan dampaknya sangat terasa bagi mereka yang Anda maki-maki dengan membabi-buta. Akhirnya Anda berhasil mencapai Final State dari tutorial ini, yaitu menjadi seorang looser.

Pembaca: Eh… bentar Pak… sebelum dilanjutin… saya mau tanya, Bapak tuh mau buat tutorial atau apa sih?

Penulis: Hmmmm… siapa yang mau ngelanjutin, tulisan saya cukup sampai di sini aja kok… sebenarnya saya pingin buat tutorial, tapi kok jadinya gini ya… ah sudahlah, tanpa tutorialpun Anda sudah bisa menjadi seorang looser (red:bagi yang mau)

Pembaca: *&%^$!


11 responses to “How to become a looser in five days?”

  1. Rw1N says:

    uhm..
    iya juga sih pak…
    kurang gentle juga yang bikin makian tapi anonim…
    tapi ya saya juga gak bisa nyalahin yang bikin gitu..
    coba bayangin kalo orang itu langsung ngomong ke yang bersangkutan, pasti kena punishment dari dosen yang bersangkutan ato bisa2 langsung di DO de… maka terjadilah itu..
    ya harusnya si gak sampe gini kejadiaanya kalo yang terjadi di hidup gak terlalu dijadiin beban yang numpuk..
    anggep aja sgala sesuatu yang menyinggung diri kita sebagai angin ribut yang berlalu…
    he2..
    masuk kuping kiri kluar kuping kana, asal jgn pelajaran kul aja yang di jadiin angin lalu…

    hwhwhw….
    ^^
    -Rw1N-

  2. y_sigit_p says:

    #Rw1N: kalau ngomong langsungnya secara baik-baik (tidak seperti apa yang tertulis) saya yakin nggak akan sampai terjadi punishment ataupun DO… semuanya kan bisa dibicarakan baik-baik demi kebaikan bersama…

  3. Jadi ini ngomongin apa?
    *sumpah ngak mudeng*

  4. Rw1N says:

    iya sih pak…
    belum bisa menyelesaikan masalah secara dewasa…
    ya, smoga aja setelah kejadian ini, dari pihak fakultas sendiri memperlonggar prosedur2 yang berbelit2, supaya nantinya gak terjadi yang kayak gini2 lagi..
    dan smoga mahasiswa bener2 memiliki integritasnya sebagai mahasiswa yang terpelajar..

  5. saylow says:

    Hahahaha, jadi ingat masa lalu. Sebuah sistem dibuat adalah untuk mempermudah, bukan menyulitkan. Dulu sering banget kayak gini,… kalau dulu mikirnya that was the system fcuk’up ternyata ketika bercermin… hey! it’s my self hahaha.

    Melimpahkan kesalahan sendiri ke orang lain selalu membuat jadi candu. Semenjak itu saya nggak malu menyebut diri saya Malas dan Bodoh. hahahaha

  6. y_sigit_p says:

    #Alex Budiyanto: makanya ke kampus Lex kekekek… :p

    ##Rw1N: amien

    #saylow: seep sir…

  7. leo ganda says:

    Sebenarnya ga tau ngomongin apa diatas..

    Namun semua orang punya masalah koq pak, banyak orang yang ceria belum tentu hatinya gembira.

    Seperti saya semester ini, saya yang rencananya mau tobat eh ternyata banyak gangguan dan akhirnya menyeretku lagi kedalam dunia gelap..

    Yah gitulah hidup, terkadang sesuatu tidak berjalan seperti yang kita harapkan.

    ————————————————
    I’ll be wait here for you
    So please find me
    Cause I’m lost…

  8. O, jadi ini kejadian di kampus?
    *baru nyadar*

  9. phika says:

    Ih…si Alex gak mudeng…..
    Aku juga……!!!!
    Duh..jadi kangen masa2 kuliah nih….kayaknya tutorial yang diatas ada smua tuh jaman dahulu…
    kakakakaka….

  10. cahya says:

    hahahaha ak mengerti lg bahas apa…
    huhuuhuhuwww gosip gosip gosip…

  11. […] selalu crowded. Mahasiswa panik dan terkadang sampai emosi sehingga membuat suasana menjadi panas, bahkan emosi atau panasnya sampai setelah proses pendaftaran KRS selesai. Nah, ketika hal ini tidak terjadi pada semester ini, maka menjadi suatu fenomena yang aneh menurut […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php