Sigit Purnomo

Strategi DRP untuk Network

Posted: June 10th 2006

Kondisi disaster seperti yang terjadi di DIY dan Jateng 27 Mei 2006 lalu juga dapat mengakibatkan lumpuhnya infrastruktur network yang digunakan untuk proses komunikasi data. Hal ini tentu saja dapat mengganggu seluruh kegiatan yang terkait dengan proses komunikasi data secara eletronik (digital), baik untuk kepentingan bisnis maupun yang lainnya seperti yang dialami oleh Yayasan Air Putih yang membantu membangun media center gempa DIY dan Jateng.

Jika pada bencana di Aceh, hampir seluruh infrastruktur komunikasi dan data lumpuh total. Sedangkan, pada bencana di Yogyakarta ini, masalah komunikasi bisa teratasi hingga 90% pada hari kedua setelah bencana.
Namun, tetap saja di lapangan dirasakan kurangnya koordinasi dan lambatnya arus data yang dipergunakan untuk membuat berbagai policy untuk penanganan bencana ini. Tim IT Emergency dari Yayasan Airputih, bersama-sama dengan Tim gabungan dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia wilayah DIY/Jateng, secara bersama-sama bahu-membahu membangun jalur data darurat, yang bertujuan memperlancar komunikasi data, sehingga update dari lapangan bisa segera tersampaikan. (more…)

Lalu strategi seperti apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal ini sehingga pada saat terjadi disaster proses komunikasi data dapat berjalan dengan baik? Salah satu pilihannya adalah dengan membangun redundancy path atau jalur alternatif yang sudah dipersiapkan dari awal sebagai bagian dari DRP. Pembangunan redundancy path dapat dilakukan dengan memilih salah satu di antara 3 model redundancy path yang ada. Pemilihan ini tentu saja harus memperhatikan kemampuan baik dari sisi finansial maupun teknis dan lainnya.

Low Redundancy
Low redundancy merupakan jenis redundacy path yang tidak bisa segera tersedia ketika jalur utama tidak bisa dipakai. Hal ini tentu saja membutuhkan intervensi manusia untuk mengatur ulang konfigurasinya agar dapat digunakan.
Contoh dari model ini adalah penggunaan teknologi T3 sebagai jalur utama dan teknologi satelit sebagai jalur alternatif. Pada saat jalur utama (T3) tidak dapat digunakan, maka jalur alternatif (satelit) harus diatur konfigurasinya sehingga proses komunikasi data dapat berjalan lagi.

Medium Redundancy (Hot Standby)
Medium redundancy merupakan jenis redundancy path yang siap tersedia ketika jalur utama tidak bisa dipakai sehingga tidak membutuhkan intervensi manusia untuk mengatur ulang konfigurasi. Jalur alternatif yang dibangun biasanya memiliki karakteristik kinerja lebih rendah daripada jalur utamanya.
Contoh dari model ini adalah penggunaan teknologi T3 sebagai jalur utama dan teknologi T1 sebagai jalur alternatif. Pada saat jalur utama (T3) tidak dapat digunakan, maka jalur alternatif (T1) sudah siap untuk digunakan meskipun kinerjanya lebih rendah.

High Redundancy
High redundancy merupakan jenis redundancy path yang memiliki satu atau lebih jalur alternatif yang siap tersedia ketika jalur utama tidak bisa. Jalur alternatif yang dibangun biasanya memiliki karakteristik kinerja yang sama dengan jalur utamanya.
Contoh dari model ini adalah penggunaan teknologi T3 sebagai jalur utama dan satu atau lebih teknologi T3 sebagai jalur alternatif. Pada saat jalur utama (T3) tidak dapat digunakan, maka jalur alternatif (T3) sudah siap untuk digunakan dengan kinerja yang sama.


One response to “Strategi DRP untuk Network”

  1. y_sigit_p says:

    for more information about how the implementation please read here

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php