Sigit Purnomo

Dependent Learner VS Independent Learner*

Posted: April 27th 2006

Proses belajar seseorang dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu dependent learner dan independent learner. Apa perbedaan antara keduanya? Manakah diantara kedua kategori tersebut yang lebih baik? Berikut saya sampaikan sebuah artikel yang memberikan penjelasan mengenai kedua hal tersebut.

Dalam aktivitas pengajaran, seorang dosen diharapkan mendorong mahasiswa untuk terus belajar. Minimum ada dua hal yang berkaitan dengan proses belajar tersebut, yaitu: (1) belajar tentang isi atau inti dari pengetahuan yang sedang dipelajari; (2) belajar kemampuan untuk mengaplikasikan pengetahuan dalam pemecahan masalah dari kasus-kasus yang diberikan di kelas. Untuk menghasilkan lulusan yang lebih baik, seorang dosen diharapkan dapat membekali mahasiswa dengan dua hal yang sudah disebutkan sebelumnya, yaitu: (1) belajar kemampuan untuk mengaplikasi pengetahuan dalam pemecahan masalah dalam situasi nyata yang lebih komplek yang tidak ada dalam buku atau bahan-bahan kuliah di kelas; (2) belajar untuk terus belajar sehingga menjadi lebih independen dan menjadi pribadi yang terus bersedia belajar sepanjang hidup (life-long learners).
Untuk membantu tercapainya tujuan tersebut, maka harus didukung dengan sumber-sumber belajar. Paling tidak ada empat sumber belajar, yaitu: (1) tenaga ahli (dosen, praktisi); (2) bahan-bahan tercetak dan elektronik (buku, jurnal, malajah, koran, dsb.); (3) kolaborasi dengan teman atau kolega; (4) pengalaman atau hasil observasi pribadi.
Seseorang yang hanya mengandalkan satu sumber yaitu sumber pertama, dikatakan sebagai pribadi yang tergantung atau dependen dalam belajar (dependent learner). Di Indonesia pada umumnya dan mungkin di UAJY secara khusus masih banyak mahasiswa yang bertipe dependent learner. Tipe yang seperti ini akan cukup sulit untuk menjadi pribadi yang bersedia belajar sepanjang hidup (life-long learner). Seseorang yang dapat menggunakan keempat sumber belajar dikatakan sebagai pribadi yang independen (independent learner). Pribadi yang demikian biasanya akan memiliki kemampuan dan kesediaan untuk terus belajar sepanjang hidup (life-long learner).
Dalam proses pembelajaran di kelas diharapkan dosen mendorong mahasiswa untuk dapat menggunakan empat sumber belajar sehingga akan terjadi transformasi dalam diri mahasiswa dari pribadi yang tergantung (dependent learner) menjadi pribadi yang independen (independent learner). Kualitas proses pembelajaran akan dapat dilihat dari keberhasilan transformasi tersebut.
* Sumber: Teaching as Facilitating Learning, QTL (Quality in Teaching and Learning) Brief, Oktober 2005, Vol. 1 No. 1.

Sekarang, pertanyaannya adalah, bagaimana dengan Anda sebagai mahasiswa? Siapkah Anda untuk menjadi pribadi yang independent learner? Jika Anda siap, maka Anda sudah tahu apa yang harus Anda lakukan, yaitu berubah! Mari kita usahakan proses pengajaran kita menjadi student centric dan bukan teacher centric lagi, karena hal ini akan sangat membantu Anda untuk menjadi seorang pribadi independet learner.


5 responses to “Dependent Learner VS Independent Learner*”

  1. […] Template ini mengambil tema independent learner yang bertujuan untuk memotivasi mahasiswa agar tidak hanya mengandalkan pembelajaran dari proses tatap muka di kelas saja (mahasiswa bisa belajar dari perpustakaan, Internet, kampus lain, dll). Dengan template ini, dosen diharapkan untuk dapat melakukan posting artikel atau tutorial yang dapat mendukung materi kuliah. Mahasiswa sangat diharapkan untuk turut berperan aktif mendiskusikan artikel dan tutorial yang telah di-posting oleh dosen. […]

  2. zackline says:

    salam kenal!!!
    mas aq mau tanya, gmn buat templet sendiri yang paling bagus, tus gmn caranya?
    thank’s

    • y_sigit_p says:

      @zackline:
      salam kenal juga…
      hmmm… untuk bisa buat template web/blog sendiri yang bagus kalau menurut saya yang pertama harus punya jiwa seni, bisa mewujudkan imaginasi design menggunakan tools (misal Adobe Fireworks CS3), kemudian bisa mengubah desig tersebut ke dalam bentuk CSS dan XHTML dengan menyesuaikan struktur dari template CMS yang kita pakai…

  3. dedik says:

    bang apa tu dependent noun, dpndnt adjective and dpndnt verb.

  4. y_sigit_p says:

    @dedik:
    waduh, maaf klo itu term dalam bahasa inggris saya kurang begitu tau…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php