Pascalia Shendy

Si Cantik Anggrek Epifit (Mycaranthes latifolia)

Posted: October 31st 2016

Anggrek (Orchidaeae) merupakan famili terbesar yang menempati 7 – 10 % tumbuhan berbunga dan memiliki kurang lebih 20.000 – 35.000 spesies yang terdiri atas 750 – 850 genus. Berdasarkan tempat hidupnya, anggrek dibedakan menjadi empat kelompok yaitu anggrek terestrial, anggrek epifit, anggrek litofit, dan anggrek saprofit. Kebanyakan anggrek ditemukan hidup sebagai tumbuhan terestrial dan beberapa spesies hidup menempel di batang pohon atau epifit (Dressler, 1993).

Pada kesempatan ini saya akan menjelaskan tentang anggrek epifit yang merupakan tanaman endemik dari daerah saya yaitu Purwokerto. Anggrek epifit banyak ditemukan di Lereng Gunung Slamet, namun akhir-akhir ini anggrek epifit ini banyak dicuri dari hutan lindung di Lereng Gunung Slamet dan dijual keluar bahkan diekspor ke luar negeri. Sebelum mengenal lebih jauh, ada baiknya kita mengetahui klasifikasi anggrek epifit ini dulu yahh 🙂

Klasifikasi

Kingdom         : Plantae

Filum               : Tracheophyta

Kelas               : Liliopsida

Ordo                : Asparagales

Famili              : Orchidaceae

Genus              : Mycaranthes

Spesies            : Mycaranthes latifolia Blume

Anggrek epifit adalah spesies anggrek yang menumpang hidup pada pohon lain yaitu berada pada bagian pangkal pohon sampai ke bagian cabang dan ranting pohon. Keberadaan anggrek epifit yang menempel pada pohon berada di lima zona wilayah sebagai berikut (gambar 1).

Zona 1: daerah yang meliputi pangkal pohon (1/3 bagian batang utama) Zona 2 : daerah yang meliputi batang utama pohon hingga percabangan pertama (2/3 batang utama) Zona 3 : daerah yang meliputi bagian yang berasal dari percabangan (1/3 bagian dari total panjang cabang) Zona 4 : daerah yang meliputi bagian tengah dari percabangan (1/3 bagian tengah berikutnya) Zona 5 : daerah terluar dari percabangan (1/3 bagian paling luar percabangan)

Gambar 1. Zona wilayah penempelan anggrek epifit pada pohon

Zona 1: daerah yang meliputi pangkal pohon (1/3 bagian batang utama)

Zona 2 : daerah yang meliputi batang utama pohon hingga percabangan pertama (2/3 batang utama)

Zona 3 : daerah yang meliputi bagian yang berasal dari percabangan (1/3 bagian dari total panjang cabang)

Zona 4 : daerah yang meliputi bagian tengah dari percabangan (1/3 bagian tengah berikutnya)

Zona 5 : daerah terluar dari percabangan (1/3 bagian paling luar percabangan)

anggrek-epifit

Gambar 2. Anggrek Epifit (Mycaranthes latifolia)

Anggrek jenis epifit mendominasi jenis anggrek di dunia. Anggrek ini hidup menempel pada pohon. Anggrek ini mempunyai hubungan simbiosis komensalisme dengan pohon karena tidak ada pengaruh dan tidak saling merugikan. Anggrek jenis ini biasanya mempunyai pseudobulb atau batang yang menggembung. Anggrek epifit melekat pada inang dengan akar. Di alam, anggrek epifit mendapatkan makanan dan air dari embun dan materi lapukan pada kulit pohon yang diserap oleh akar.

Dari beberapa kawasan di sekitar Gunung Slamet, lereng selatan adalah kawasan yang menjadi habitat bagi banyak anggrek alam, karena habibat ideal anggrek alam adalah di hutan hujan tropis. Secara administratif, Lereng Gunung Slamet berada di wilayah Kabupaten Banyumas. Hutan Baturaden adalah salah satu bagian dari Lereng Selatan Gunung Slamet. Kondisi fisik seperti suhu dan kelembaban udara di tempat tersebut sangat mendukung habitat yang ideal bagi banyak spesies anggrek alami.

Lereng sebelah selatan masih memiliki ekosistem yang terjaga dengan pepohonan yang rimbun serta keragaman satwa yang dilindungi. Selain itu, lereng selatan merupakan sumber aliran air untuk kabupaten Banyumas seperti sungai Banjaran, sungai Gumawong, dan sungai Logawa. Lebih lanjut, Setiawan et al. (2007) mengungkapkan Lereng Selatan Gunung Slamet yang memiliki letak geografis demikian, memungkinkan angin yang dibawa dari laut selatan pulau Jawa turun di lereng ini, sehingga menyebabkan curah hujan tinggi. Hal inilah yang menyebabkan lereng selatan dari Gunung Slamet mempunyai wilayah yang lebih hijau dibandingkan dengan lereng lainnya.

Menurut Steeward (2000), distribusi antara anggrek terestrial dan epifit dipengaruhi oleh ada atau tidaknya vegetasi lain dan juga keadaan musim maupun kelembaban didaerah tersebut. Pertumbuhan anggrek dipengaruhi oleh ketinggian dari permukaan laut, terutama pada daerah tropis. Pada ketinggian yang rendah atau dekat dengan laut, keadaan lingkungan akan terasa panas pada siang hari dan cukup dingin pada malam hari. Pada ketinggian yang tinggi atau hampir puncak pegunungan dapat tertutupi oleh salju, dan cuaca terasa panas sepanjang hari dan terasa sangat dingin sepanjang malam.

Nah, walaupun anggrek epifit Mycaranthes latifolia Blume ini banyak tumbuh di Lereng Gunung Slamet, tapi masih banyak orang yang mengambilnya secara diam-diam lalu menjualnya ke Bandung bahkan di ekspor ke luar negeri. Hal ini dikarenakan, para oknum pencuri tersebut bisa mendapatkan keuntungan dengan menjual angrek tersebut dengan harga yang tinggi. Untungnya, anggrek ini sudah dibudidayakan di Kebun Raya Baturaden. Hal ini bertujuan untuk tetap menjaga keberadaan si Mycaranthes latifolia Blume agar tidak terancam punah.

Menurut survei keanekagaraman anggrek di Gunung Slamet yang terakhir kali, berhasil ditemukan 23 marga dan 53 jenis anggrek, 11 jenis merupakan anggrek tanah dan sisanya anggrek epifit.

 

DAFTAR PUSTAKA

Destri dan Rismita, S. 2015. http://lipi.go.id/publikasi/keanekaragaman-anggrek-di-gunung-slamet-jawa-tengah/6166. Diakses pada 31 Oktober 2016.

Dressler, R.L. 1993. Phylogeny and Classification of the Orchid Family. Dioscorides Press, Portland.

Setiawan, A., Djuwantoko, A. W. Bintari, Kusuma, S. Pudyatmoko, M. A. Imran. 2007. Populasi dan Distribusi Rekrekan (Presbytis fredericae) di Lereng Selatan Gunung Slamet Jawa Tengah. Biodiversitas 8: 305-308.

Steeward, J. 2000. Orchids. Timber Press, Portland, Oregon, London.


10 responses to “Si Cantik Anggrek Epifit (Mycaranthes latifolia)”

  1. riaresdicaa30 says:

    wah menarik sekali penjelasan tentang anggrek epifitnya, Saya selalu sangat kangum dengan keindahan tumbuhan, terutama bunga-bunga. Informasi tentang anggrek ini sangat lengkap karena dilengkapi dengan adanya gambar tempat hidup dari anggrek tersebut. Terima kasih informasihnya sangat bermanfaat bagi saya, semoga bermafaat juga buat yang lain.

  2. krisdianti says:

    tulisan yang sangat menarik mengenai anggrek terlebih bagi saya yang tidak terlalu mengetahui mengenai jenis-jenis tanaman yang emrupakan tanaman endemik. Semoga dengan adanya ulasan ini kita semua dapat semakin mencintai speises yang merupakan endemik dari asal kita masing-masing sebagai upaya untuk menvegah terjadinya kepunahan speises tersebut

  3. elfridayenny says:

    informasi mengenai habitatnya tempat hidup anggrek epifit (Mycaranthes latifolia) sudah lengkap dan dapat menambah pengetahuan tentang persebaran dan cara hidup anggrek ini, semoga keberadaan anggrek ini tetap terjaga dengan semakin bertambahnya wawasan kita tentang habitatnya.

  4. carolinaagri says:

    informasi mengenai anggrek epifit sangat menarik, menambah wawasan, mugkin bisa ditambahkan status keterancamannya agar lebih lengkap.

  5. agnestriffanys says:

    Di sini saya ingin berkomentar mengenai penyebaran bunga anggrek epifit yang ada di sekitar lereng gunung Slamet tapi masih banyak orang yang mengambilnya secara diam-diam lalu menjualnya ke Bandung bahkan di ekspor ke luar negeri. Apakah dengan begitu penyebaran bunga anggrek epifit ini menjadi tidak hanya di lereng gunung Slamet ? Terima kasih 🙂

    • Shendy says:

      iya benar, dengan adanya penjualan secara gelap, anggrek epifit menjadi tersebar terutama di Jawa Barat. Tetapi tetap anggrek ini merupakan tanaman endemik dari Lereng Gunung Slamet. Termikasih atas komentarnya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php