septiapuspit

Komodo Tak Butuh Omongan Tapi Bukti

Posted: December 6th 2015

Seperti yang kita tahu komodo itu merupakan reptil yang saat ini sudah langka. Menurut IUCN sih statusnya saat ini adalah rentan. Hewan ini merupakan hewan endemik dari Indonesia tepatnya di Nusa Tenggara. Persebaran hewan ini meliputi Pulau Flores, Pulau Komodo, Pulau Rinca, Gili Motang, dan Gili Dasami. Sebelum dikembang biakkan di Taman Nasional masalah terbesar dari kelangkaan hewan ini adalah perburuan liar. Walaupun saat ini jumlah komodo di Taman Nasional mulai meningkat tetapi tetap ada permasalahan yang masih menghambat perkembangan komodo. Apa aja sih masalahnya yuk simak bersama.

Wisata Alam Taman Nasional Komodo Nusa Tenggara 2

1. Penurunan satwa mangsa komodo
Komodo mencari makan dengan cara berburu nih gengs. Yang diburu itu biasanya rusa timor, yang banyak banget di kawasan Taman Nasional itu. Tapi tau nggak sih? Ternyata rusa timor pun diburu juga sama manusia. Perburuan liar tersebut yang membuat jumlah satwa mangsa yang disukai sama komodo semakin menurun jumlahnya.

2. Perubahan habitat
Perubahan habitat yang non alami merupakan salah satu perubahan yang dampaknya besar bagi kelangsungan hidup dari komodo. Perubahan habitat tersebut meliputi fragmentasi, kerusakan, dan kehilangan habitat. Salah satu contoh yang sampai saat ini masih sering terjadi sih kebakaran hutan. Tau dong pasti ulah dari siapa kebakaran hutannya? Pasti manusia juga nih sebabnya. Kebakaran hutan ini juga mengakibatkan pergerakan dari komodo ini menjadi lebih kecil. Kalau hal ini terus terjadi maka penurunan jumlah komodo di alam akan sama besarnya dengan jumlah penurunan yang disebabkan oleh perburuan liar.

3. Pengumpanan (feeding)
Diantara kalian ada yang pernah tau nggak sih tentang film dokumenter? Saking menariknya komodo ini nggak sedikit juga yang bikin film documenter tentang komodo. Isi dari film dokumenternya itu adalah cara berburu komodo yang lebih menarik perhatian. Nah gimana sih caranya bikinnya? Ya salah satu caranya adalah dengan pengumpanan. Tapi secara nggak sadar kita udah bikin komodo menjadi tidak terbiasa dengan berburu liar lagi. Komodo menjadi terbiasa menunggu adanya umpan yang diberikan pengunjung atau petugas.
Wah, kok kalo diliat-liat semua masalah diakibatkan manusia ya? Terus apa nih solusi yang bisa diberikan sebagai tidakan nyata dari kita mahasiswa?

1. Penyuluhan masyarakat
Nah, ini nih cara paling mudah dilakukan oleh mahasiswa. Pertama kita memberikan pengertian kenapa masyarakat tidak diperkenankan untuk berburu rusa timor, membakar hutan, dan memberikan umpan pada komodo. Jika masih ada pertentangan dengarkan apa yang mereka permasalahkan. Kemudian cari solusi yang dapat diterima oleh semua pihak dan menjadi adil.

2. Membuat jadwal
Jadwal apa aja sih yang perlu dibuat? Kita harus mengajak masyrakat untuk membantu patroli rutin untuk menjaga Taman Nasional bersama. Tetapi untuk menarik perhatian para masyarakat akan diberikan hadiah untuk mayarakat yang mampu menangkap kejadian yang mengganggu kehidupan komodo. Selian itu juga harus dibuat jadwal kapan diperbolehkan adanya pengumpanan. Hal tersebut difungsikan agar komodo tetap terbiasa dengan berburu liar.

Kita sudah sama-sama mengetahui, mari bergerak dan menyelamatkan!


5 responses to “Komodo Tak Butuh Omongan Tapi Bukti”

  1. hervierarosita says:

    komodo merupakan hewan yang sangat sering dijumpai pada saat saya duduk di bangku SD, tapi ternyata setelah saya baca artikel ini statusnya merosot hingga IUCN menetapkan statusnya menjadi rentan? Wah,hal ini pasti karena perburuan liar tanpa diimbangi pembudidayaan komodo.Semoga dengan aksi seperti diatas untuk komodo, dapat menyelamatkan spesies ini. 😀

  2. Angelina Cynthia Dewi says:

    Wah, rencana aksi yang sederhana dan mudah dilakukan nih. Jika perlu, harusnya diterapkan larangan yang tegas mengenai perburuan liar terhadap rusa timor, karena dapat mengurangi makanan komodo. At least, saya setuju dengan rencana anda, semoga dapat terealisasi dengan baik ke depannya, semangat!! 😀

  3. ayusuraduhita says:

    AKSI YANG BAIK.. JANGAN LUPA KERJA SAMA DENGAN PENGELOLA KAWASAN SERTA PEMDA AGAR AKSIMU LEBIH BAIK LAGIII….SAVE KOMODO !

  4. nicolauslibriesta says:

    apakah anda yakin progam/rencana yang dirancang diatas akan benar-benar berhasil?brapa persentase keberhasilanya? dan apakah ada pihak lain yang sudah pernah melakukan progam ini

  5. agustinuscandra says:

    sudah saatnya dan seharusnya para pemburu maupun pemerintah peka terhadap populasi dari hewan yang satu ini. Komodo di Indonesia pun sudah menjadi icon dari pulau komodo. Jangan sampai pada saat pengunjung maupun turis datang ke pulau komodo, namun mereka tidak bisa melihat komodo asli yang hidup lagi. Mari kita lestarikan populasi hewan unik ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php