Selice Tavares Leite

Pemanfaatan Pohon Lontar Di Nusa Tenggara

Posted: February 15th 2017

Pohon Lontar (Borassus flabellifer) adalah sejenis palma (pinang-pinangan) yang tumbuh di Asia Tenggara dan Asia Selatan. Di Nusa Tenggara Timur, pohon lontar sama sekali bukan pohon yang asing di mata orang NTT, sebab pohon lontar dapat dijumpai di banyak bagian wilayah ini seperti Pulau Timor, Rote, Sabu dan beberapa tempat lain. Bahkan secara khusus bagian terselatan negara ini yakni Pulau Rote dikenal dengan dengan sebutan ‘Nusa Lontar’. .Pohon ini banyak dimanfaatkan daunnya, batangnya, buah hingga bunganya yang dapat disadap untuk diminum langsung sebagai legen (nira), difermentasi menjadi tuak ataupun diolah menjadi gula siwalan (sejenis gula merah).
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
Divisi: Angiospermae
Kelas: Monocotyledoneae
Ordo: Arecales
Famili: Arecaceae
sinonim: Palmae
Genus: Borassus
Spesies: Borassus flabellifer

Pemanfaatan Pohon Lontar
Rote Ndao memiliki potensi lontar yang besar. Dengan ribuan pohon lontar yang dimiliki daerah ini maka tentu saja dapat diusahakan untuk menjadi salah satu komoditi andalan yang mampu menghidupi masyarakat daerah ini. Dari sisi kualitas, hasil lontar berupa gula sudah cukup dikenal luas. Kualitas gula baik dalam bentuk gula cair, gula lempeng maupun gula semut boleh dikatakan cukup baik, sehingga dari sisi kualitas hasil olahan lontar ini, diharapkan mampu menjadi salah satu potensi lokal yang layak dijual untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sedangkan dari sisi kontinuitas, dengan jumlah waktu musim kemarau sepanjang kurang lebih 6 (enam) bulan yang digunakan oleh para penyadap lontar untuk menyadap lontar dan menghasilkan gula olahan lontar maka kesinambungan dan ketersediaan hasil olahan lontar dapat dipertahankan setiap tahun maka potensi ini layak dijadikan salah satu komoditi andalan lokal yang tentu saja mampu berkontribusi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Rote Ndao.
Daun Lontar (Borassus flabellifer) juga digunakan sebagai media penulisan naskah lontar dan bahan kerajinan seperti kipas, tikar, topi, aneka keranjang, tenunan untuk pakaian dan sasando, alat musik tradisional di Timor.

Tangkai dan pelepah pohon Siwalan (Lontar atau Tal) dapat menhasilkan sejenis serat yang baik. Kayu dari batang lontar bagian luar bermutu baik, berat, keras dan berwarna kehitaman. Kayu ini kerap digunakan orang sebagai bahan bangunan atau untuk membuat perkakas dan barang kerajinan. Dari karangan bunganya (terutama tongkol bunga betina) dapat disadap untuk menghasilkan nira lontar (legen). Nira ini dapat diminum langsung sebagai legen (nira) juga dapat dimasak menjadi gula atau difermentasi menjadi tuak, semacam minuman beralkohol.


Buah Lontar
Buahnya, terutama yang muda, banyak dikonsumsi. Biji Lontar yang lunak ini kerap diperdagangkan di tepi jalan sebagai “buah siwalan” (nungu, bahasa Tamil). Biji siwalan ini dipotong kotak-kotak kecil untuk bahan campuran minuman es dawet siwalan yang biasa didapati dijual didaerah pesisir Jawa Timur, Paciran, Tuban.
Daging buah yang tua, yang kekuningan dan berserat, dapat dimakan segar ataupun dimasak terlebih dahulu. Cairan kekuningan darinya diambil pula untuk dijadikan campuran penganan atau kue-kue; atau untuk dibuat menjadi selai.

Berdasarkan perkembangnya pohon lontar ini termasuk dalam kelompok aktual karena sudah dimanfaatkan oleh masyarakat , berdasarkan sumber dayanya termasuk dalam kelompok biotik dan bersifat terbarukan , dan berdasarkan sifaatnya pohon Lontar ini tergantikan dan bias dipelihara.


6 responses to “Pemanfaatan Pohon Lontar Di Nusa Tenggara”

  1. Irajumira says:

    artikelnya bagus.. banyak memberi informasi. kalau boleh tau ini jenis lontarnya khas daerah NTT atau bagaimana ya kak ? soalnya di daerah saya juga banyak tanaman ini,

    • seliceleite14 says:

      Iya Ira, ini Pohon LONTAR KHAS NTT, Atau yang lebih dikenal dengan sebutan pohon TUAK di NTT…Memang pohon lontar ini jugapenyebaranya ada di beberapa daerah seperti, di Jawa Timur dan Jawa Tengah bagian timur, Madura, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi.

  2. kevinisaac says:

    Informasi yang baru bagi saya dan sangat menarik. Semoga pohon lontar dapat digunakan lebih luas lagi dan memberikan manfaat bagi masyarakat dan suatu saat dapat menjadi salah satu sumber daya alam yang bermanfaat di Indonesia.

    • seliceleite14 says:

      benar sekali Kevin, semoga masyarkat setempat dan juga masyarakat luas dapat mengembangkan Pohon lontar ini agarenjadi salah satu sumber daya alam yang bermanfaat di Indonesia. 🙂

  3. yuldinatabeo says:

    Informasi yang sangat memberi wawasan pengetahuan karena saya sendiri baru tahu selain di jadikan sebagai minuman beralkohol, pohon lontar juga dapat di ubah menjadi topi dan alat tenunan. Dan itu sangat indah. Semoga kelestarian pohon lontar selalu terjaga.

    • seliceleite14 says:

      iya Yul, semoga kita sebagai generasi penerus bangsa dapat menjaga semua kekayaan alam yang ada di Indonesia, Nusa tenggara khususnya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2017 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php