Blog Kampus Atma Jaya

Sejarah Judi Togel Online dan Larangan Melakukannya

Posted: May 22nd 2020
Sejarah Judi Togel Online dan Larangan Melakukannya

Agen Judi togel – Sejarah Judi Togel Online dan Larangan melakukannya – Jika berbicara tentang mendapatkan uang dan mencari uang. Berbeda adalah hal berbeda. Biasanya, mencari uang sama dengan mengais rejeki atau istilah mudahnya adalah hal yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dalam bertahan hidup agar tidak diterima karen menerima atau penyakit.

Mencari uang yang dilakukan dengan usaha penuh dan pengorbanan seperti pekerjaan yang dikerjakan, mencari uang yang dikeluarkan dan tenaga untuk mendapatkan ketidakseimbangan berupa uang atau upah dalam bentuk mata uang rupiah.

Sedangkan mendapatkan uang, hal tersebut bisa saja diterima dalam waktu-waktu yang istimewa atau tidak setiap hari, tergantung dari keberuntungan masing-masing orang dan kesempatan yang sedang memihak atau bahkan dewi fortuna yang sedang membuntuti.

Sejarah Judi Togel Online dan Larangan Melakukannya

Mendapatkan uang contohnya adalah ketika memenangkan suatu undian atau bahkan iseng-iseng mendaftarkan nama di social media, mengikuti event yang istilah kekiniannya bernama giveaway. Ketika dewi fortuna sedang memihak, maka kita akan mendapatkan kemenangan berupa imbalan dalam bentuk mata uang rupiah dan berbagai macam jenis lain.

Bicara tentang medapatkan uang, karena dilakukan dengan usaha yang sedikit dan tak perlu memeras keringat atau bahkan menyisihkan banyak waktu, hal ini merembet menjadikan para manusia ketagihan dan keterusan.

Sifat ketagihan dan keterusan ini akan membuat manusia menjadi malas. Kemalasan yang sejatinya menjadi sikap alami masing-masing manusia menjadi dimanja kompilasi mendapatkan uang dalam kesempatan tertentu. Selain memenangkan undian atau lotre, dapatkan uang paling terkenal dengan istilah judi atau bertaruh uang. Agen judi togel online

Hanya dengan modal sedikit saja, jika mendapatkan kemenangan, maka tak perlu berkorban banyak, orang-orang bisa mendapatkan uang, mencukupi kehidupan tanpa perlu buang tenaga dan waktu. Hanya dengan bermodalkan kepercayaan diri dan keberanian, mereka bertaruh di atas meja bundar dengan nominal-nominal uang yang sudah disepakati.

Tentu saja judi togel online dan hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan tersebut dilarang oleh beberapa agama, negara dan bahkan pemerintahan karena sangat mengganggu tingkat produktivitas para penduduknya hingga memicu naiknya angkat tindak kriminal setiap harinya. Tapi sebenarnya, bagaimana asal mula judi online? Sejarahnya seperti apa dan mengapa judi dilarang? Berikut ulasannya.

Perjudian Sudah Ada Sejak Jaman Prasejarah

Seperti halnya dosa dan pahala, kebiasaan melakukan hal baik dan hal buruk sudah ada sejak zaman prasejarah. Salah satu perilaku dan hal buruk yang sudah ada dan dilakukan sejak zaman prasejarah, satu dari sekian banyak ribu kegiatan, adalah kegiatan bertaruh atau perjudian.

Pada zaman prasejarah, sebut saja pada zaman Yunani kuno, perjudian sudah diperkenalkan dan dilakukan oleh para penduduk Yunani kuno secara bebas dan tanpa batasan. Kegiatan judi disana biasanya diketahui dilakukan oleh para oknum yang mengaku sebagai seorang cenayang, peramal, dukun dan berbagai macam sebutan untuk orang-orang yang memiliki keunggulan semacam mereka.

Perjudian yang mereka lakukan adalah menggunakan peralatan primitif, seperti contohnya batu, tulang hewan dan bahkan kayu panjang yang dilemparkan ke udara dan jatuh ke tanah. Dengan menggunakan benda-benda tersebut, biasanya para cenayang atau dukun ini akan meramalkan nasib seseorang dengan cara melemparkan barang-barang tersebut ke udara dan nasib yang tergariskan akan ditentukan dari posisi jatuhnya di atas tanah.

Dari kegiatan ramalan itulah, para penduduk tertarik untuk bertaruh posisi jatuh benda-benda tersebut di atas tanah. Tak jarang pertaruhan ini menimbulkan kericuhan dan kekacauan karena ada satu atau dua hal yang membuat salah satu pihak tak berkenan dan akan saling menyerang satu sama lain, sehingga terjadilah kerugian massal. Maka dari itu, kegiatan perjudian atau pertaruhan sempat dilarang agar tak menyebabkan kekacauan.

Perjudian yang Berlangsung di Era Romawi Kuno

Tak hanya di Zaman Yunani Kuno, para penduduk Romawi kuno juga sudah mengenal permainan judi sejak lama. Sedikit berbeda dengan yang dilakukan oleh para penduduk Yunani kuno, para orang-orang Romawi kuno melakukan perjudian dengan cara melempar koin dan bertaruh bagian muka atau bagian belakang yang akan nampak ke permukaan ketika terjatuh ke tanah.

Permainan judi dengan menggunakan cara tersebut sangat popular sehingga para raja besar menjadikan permainan judi dengan melempar koin dan menebaknya sebagai salah satu permainan wajib yang harus dilakukan ketika ada jamuan besar atau ketika ada pesta berkumpulnya para rakyat dan anggota kerajaan.

Selain melempar koin, melempar dan menebak jumlah dadu juga menjadi salah satu permainan judi yang terkenal dan banyak digandrungi oleh para penduduk di era tersebut. Setelah sempat Berjaya di era itu, permainan judi di era Romawi kuno sendiri sudah tidak ditemukan lagi tanda-tanda dan jejak keberadaannya setelah kejayaan Romawi kuno mulai runtuh.

Perjudian di Indonesia Sudah Ada Sejak Zaman Belanda

Di Indonesia, sejarah perjudian sudah ada sejak zaman Belanda atau sejak Belanda menjajah Indonesia selama hampir berpuluh-puluh tahun lamanya. Di masa itu, perjudian dilakukan dalam bentuk undian lotre. Istilah dan nama keren yang dikenal oleh para penduduk saat itu adalah judi buntut. Judi buntut ini diadakan di balik kedok pacuan kuda. Dimana uang-uang dari para pelaku yang bertaruh dikumpulkan disana dan akan diundi di akhir nanti.

Karena permainan judi dalam kedok undian lotre memiliki efek yang merusak moral anak bangsa dan mematikan semangat produktivitas serta kerja keras yang sejatinya adalah ciri khas bangsa Indonesia, pada tahun 1965, presiden Soekarno menyatakan bahwa judi jenis lotre dilarang diselenggarakan. Hal tersebut tertulis dalam Keppres No 113 Tahun 1965.


Leave a Reply

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php