Sari Aritonang

IT Ethical Issues

Posted: November 19th 2012

Etika (Ethics) adalah cabang filsafat yang berhubungan dengan apa yang dianggap benar dan salah. Sedangkan, kode etik adalah prinsip yang memandu anggota organisasi. Jenis-jenis masalah etika, yaitu:

1. Privasi

Privasi berhubungan dengan apa yang dikumpulkan, disimpan, dan dibagi tentang orang lain.

2. Akurasi

Akurasi berhubungan dengan apa yang dilakukan untuk menjamin data yang otentik dan akurat.

3. Properti

Properti berhubungan dengan kekayaan intelektual dan bagaimana mereka diberi kompensasi untuk hal tersebut.

4. Aksesibilitas

Aksesibilitas berhubungan dengan siapa yang dapat memperoleh informasi.

 Privasi informasi adalah hak untuk menentukan apa informasi tentang diri sendiri bisa dibagi dengan orang lain. Sedangkan,
pengawasan elektronikadalah tindakan pengguna komputer dapat dipantau tanpa pengetahuan baik di kantor maupun di rumah. Untuk kebijakan  privasi yang baik, sebuah organisasi umumnya harus harus:

1. Hanya mengumpulkan data yang dapat diperoleh secara sah dan adil.

2. Pastikan data yang akurat, lengkap, dan up to date.

3. Tahu mengapa kita mengumpulkan data dan pastikan ada alasan untuk memilikinya.

4. Pastikan data yang digunakan memiliki tujuan.

5. Menjaga data untuk menjamin kualitas.

6. Tahu apa yang kita rencanakan dengan data dan dapat memverifikasi keakuratan.

Teknik Informatika (IT) dalam organisasi memiliki potensi. Potensi tersebut, antara lain:
1. Struktur dapat datar, menghilangkan lapisan tengah, dengan rentang yang lebih luas dari kontrol.
2. Pengawasan yang lebih luas dimungkinkan secara elektronik, bahkan untuk mereka yang bekerja jauh.
3. Pergeseran kekuasaan cenderung sebagai pengetahuan ditangkap, disimpan, dan berbagi.

     Teknik Informatika (IT) dalam pekerjaan memiliki potensi. Potensi tersebut, antara lain:
1. Beberapa pekerjaan akan dihilangkan.
2. BPR akan menyebabkan banyak pekerjaan harus didesain ulang dan lebih menekankan pada kemampuan komputasi.
3. Pengalaman dan senioritas mungkin menjadi kurang penting dalam kemajuan pekerjaan.
4. Pendekatan manajer untuk pengambilan keputusan bisa berubah.
5. Komputer berbasis keterampilan komunikasi mungkin lebih dalam permintaan.
     Teknik Informatika (IT) dalam individualisme memiliki potensi. Potensi tersebut, antara lain:
1. Ketakutan dehumanisasi dan kehilangan kontak sosial (kurang berinteraksi dengan sesamanya).
2. Beban kerja meningkat dan permintaan untuk keterampilan komputer kurang.
3. Aspek-aspek tertentu dari menggunakan komputer dapat merusak fisik
     Teknik Informatika (IT) dalam IT dan Sosialitas  memiliki potensi. Potensi tersebut, antara lain:
1. Beberapa akan mengatakan bahwa IT telah meningkatkan kualitas hidup kita.
2. Perbaikan untuk penyandang cacat.
3. Perbaikan dalam sistem perawatan kesehatan.
4. Peningkatan konsumen informasi.
5. Robot tampil di situasi berbahaya.
6. Perbaikan dalam memerangi kejahatan.
7. Prihatin memperdalam kesenjangan antara mereka dengan dan tanpa TI mengakses.
8. Komunitas Internet memberikan kontak sosial bagi orang-orang dengan kepentingan umum.
9. Telecommuting menambah fleksibilitas bagi pekerja dan organisasi.

     Sistem informasi tunduk pada banyak ancaman, yaitu:

Bahaya lingkungan

Bahaya lingkungan dibedakan menjadi 2, yaitu:

a) Unintentional  (ancaman yang disengaja)

Ancaman ini berasal dari dalam diri manusia, kegagalan sistem komputer.

b) Intentional (ancaman yang tidak disengaja)

Ancaman ini berasal dari lingkungan dan tunduk pada berbagai bahaya dari serangan kriminal saya turut prihatin. Misalnya, bencana alam,

produk gagal dari pabrik, adanya bug.

Metode serangan kriminal pada komputer, antara lain:

1. Data gangguan adalah serangan yang paling umum pada sistem komputer
2. Pemrograman yang sengaja penipuan juga umum
3 Virus adalah bentuk sangat terlihat dari serangan pemrograman
4. Denial of sasaran serangan layanan e-commerce situs web.

Strategi perlindungan komputer dari tindak kriminal, yaitu:

1. Fisik keamanan fasilitas dan sumber daya,
2. Mengontrol akses ke sistem,
3. Melindungi data dari akses yang tidak sah
4.Aplikasi kontrol strategi,
5. Memastikan kualitas input,
6. Verifikasi kualitas pengolahan,
7. Menjamin kualitas dan aksesibilitas output.

Proteksi IT secara umum menggunakan sidik jari. Tugas Protecting IT yaitu sekuritas fisik, emmproteksi data, mengontrol akses untuk sistem.

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php