Blogger Saras

Macan Tutul Sunda (Sunda Clouded Leopard)

Posted: November 27th 2018

Halo teman-teman!

Macan Tutul Sunda (Neofelis diardi) merupakan salah satu spesies endemik yang berhabitat di Kalimantan dan Sumatera. Habitat yang disukai oleh Macan Tutul Sunda berupa hutan hujan tropis dataran rendah. Peneliti merekam jejak keberadaan Macan Tutul Sunda pada Tabin Wildlife Reserve di Sabah, Malaysia dan daerah pegunungan di Sumatera.

Karakteristik dari Macan Tutul Sunda yaitu memiliki corak yang membentuk seperti awan yang memiliki garis tepi berwarna kecokelatan. Bobotnya dapat mencapai 12 hingga 26 kg dan memiliki ekor yang panjang. Ekornya dapat tumbuh seukuran panjang tubuhnya untuk meningkatkan keseimbangan. Rentang hidupnya dapat mencapai 7 tahun.

Populasi yang ditemukan pada ukuran 56 km persegi sebanyak 5 individu dengan metode capture-recapture. Densitas populasi diperkirakan antara 8 hingga 17 individu per 100 km persegi. Populasi yang ditemukan di Sabah berkisar antara 1500 hingga 3200 individu, dan hanya sekitar 275 hingga 585 individu yang hidup di area yang dilindungi. Populasi di Sumatera ditemukan sebanyak 129 individu per 100 km persegi dan ditemukan di Kerinci Seblat, Gunung Leuser dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.

Macan Tutul Sunda memiliki perilaku adaptif pada habitatnya. Corak pada tubuhnya membantu untuk penyamaran ketika berburu. Belum ada penelitian mengenai diet dari Macan Tutul Sunda, namun berdasarkan observasi yang telah dilakukan oleh peneliti, menyatakan bahwa mangsanya berupa mamalia berukuran kecil hingga sedang. Beberapa mamalia tersebut dapat berupa Rusa Sambar (Rusa unicolor), Rusa Mencek (Muntiacus spp), Babi Hutan Berjenggot (Sus barbatus), dan Kancil (Tragulus spp).

Macan Tutul Sunda ditetapkan oleh IUCN (2015) sebagai spesies yang masuk dalam kategori Vulnerable. Ancaman nyata yang menyebabkan berkurangnya populasi Macan Tutul Sunda yaitu perkebunan kelapa sawit. Perkebunan kelapa sawit semakin meningkat dan banyak vegetasi yang ditebang. Selain itu, di Sumatera terdapat ancaman lain seperti kompetisi dengan Harimau Sumatera (Panthera tigris) yang jumlahnya lebih banyak.

Berkurangnya habitat menyebabkan reduksi signifikan terhadap aliran gen (gene flow) dalam populasi. Akibat dari itu Macan Tutul Sunda semakin rentan terkena resiko penyakit dari suatu populasi atau dari kotoran yang terinfeksi patogen. Selain itu, populasi hewan buruan yang merupakan sumber makanan juga akan berkurang jumlahnya, hal tersebut akan mengakibatkan Macan Tutul Sunda kekurangan nutrisi dan nantinya akan mengarah pada kesulitan reproduksi.

Upaya yang dilakukan untuk mengurangi masalah yang dapat mengancam populasi Macan Tutul Sunda belum ada dilakukan. Sejauh ini aksi konservasi telah diupayakan pada Indonesia (Sumatera dan Kalimantan) dan Malaysia (Sabah dan Serawak) untuk melindungi populasi Macan Tutul Sunda. Namun untuk saat ini Macan Tutul Sunda yang berada pada kawasan yang dilindungi dilakukan monitoring secara berkala dan memperketat penjagaan di kawasan dilindungi. Di Sabah sedang dilakukan studi mengenai ekologi dasar dari Macan Tutul Sunda meliputi jenis makanan dan kemampuan penyebaran. Perlu adanya penelitian mengenai distribusi spesies, kemelimpahan dan respon spesies terhadap modifikasi antropogeni.

Usaha yang dapat saya lakukan untuk membantu program konservasi Macan Tutul Sunda yaitu :

1. Menyetujui atau menandatangani petisi mengenai program konservasi yang akan dilakukan, agar dapat dibantu oleh pemerintah sehingga menjadi organisasi resmi.

2. Melakukan donasi bila diadakan pembukaan donasi untuk membantu kelangsungan penelitian dan konservasi Macan Tutul Sunda.

3. Mengikuti organisasi mengenai konservasi Macan Tutul Sunda agar dapat menambah wawasan mengenai cara menyelamatkan Macan Tutul Sunda.

Sumber :

Hearn, A., Ross, J., Brodie, J., Cheyne, S., Haidir, I.A., Loken, B., Mathai, J., Wilting, A. & McCarthy, J. 2015. Neofelis diardi (errata version published in 2016). The IUCN Red List of Threatened Species 2015: e.T136603A97212874. http://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.2015-4.RLTS.T136603A50664601.en.


7 responses to “Macan Tutul Sunda (Sunda Clouded Leopard)”

  1. Informasi yang diberikan sangat bermanfaat, terutama bagi saya karena saya baru pertama kali mendengar spesies ini! Semoga upaya-upaya yang sedang diusahakan dapat membuahkan hasil bagi spesies ini.

  2. renkarenninabrata says:

    Informasi yang disampaikan sudah informatif mungkin saran saya terhadap upaya yang akan kamu lakukan bisa dimulai dari kesadaran masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan sekitar dan ikut berpatisipasi dalam upaya konservasi macan tutul. lewat penyuluhan dan lain-lain. Terima kasih atas infonya dan terlaksana dengan baik, salam konservasi !

  3. yustinalibrani says:

    artieklnya bagus dan menarik, artikel ini memberi saya banyak pengetahuan tentang macan tutul sunda

  4. landela says:

    informasi yang sangat bermanfaat dan menarik untuk dibaca 🙂 semoga kita sebagai generasi muda bias ikut berperan untuk melestarikan macan tutul sunda. Nice Blog !

  5. Angela Mericy says:

    Artikel yang menarik. menambah wawasan saya sebagai mahasiswi biologi untuk lebih bisa juga belajar aktif tentang kegiatan konservasi satwa yang hampir terancam punah. Terima kasih infonya

  6. THE TEA IS HOT says:

    good

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php