Eksotisan yang Berada di Ujung Tanduk Kepunahan

Action Plan : Anggrek Paphiopedilum lowii

       Indonesia merupakan salah satu negara Megabiodiversitas yang merupakan negara yang kaya akan keanekaragaman hayatinya. Keanekaragaman yang dimiliki Indonesia sangatlah beragam dari fauna, mikroorganisme maupun floranya yang sangat eksotis, kondisi alam yang mendukung keunikan setiap individunya yang memperkaya Indonesia sebagai salah satu dari negara Megabiodiversitas. Keunikan setiap spesies yang berada di Indonesia sudah terkenal ke seluruh penjuru dunia, siapa orang di dunia ini yang tidak mengetahuinya? Bahkan negara Indonesia dijajahpun karena salah satu kekayaannya yaitu tanaman rempah-rempahnya. Membahas tentang tanaman, Indonesia memiliki banyak sekali jenis tanaman yang tumbuh yang salah satunya adalah tanaman anggrek yang sangat beragam dan tersebar merata di seluruh bagian Indonesia dengan keunikannya tersendiri.

          Anggrek merupakan salah satu dari suku tumbuhan berbunga dengan jenis yang terbanyak, mulai dari warna, ukuran hingga bentuk dari bunganya sendiri. Anggrek memiliki jenis yang sangat banyak tidak hanya di Indonesia namun juga di negara lain yang memiliki anggrek dengan keunikannya sendiri. Berdasarkan dari keadaan lingkungan,lokasi pemeliharaan anggrek dapat dibedakan menjadi 3 macam menurut Darmono (2005) yaitu :

  1. Dataran rendah yang pada umumnya memiliki suhu yang tinggi dan kelembapan yang tinggi juga, anggrek yang cocok dengan suhu pada dataran rendah yaitu Dendrobium, Aranthera, Arachnis dan Oncidium.
  2. Dataran menengah pada umumnya memiliki hawa yang sejuk serta kelembapan yang tinggi juga, anggrek yang cocok ditanami di dataran menengah adalah Dendrobium, Cattleya beserta kerabatnya, Phalaenopsis beserta kerabatnya, Oncidium, Paphiopedilum dan Vanda berdaun lebar.
  3. Dataran tinggi pada umumnya memiliki suhu yang dingin, anggrek yang cocok ditanamanin pada dataran tinggi adalah Phalaenopsis beserta kerabatnya,Paphiopedilum, Cattleya beserta kerabatnya, Cymbidium, Miltonia, dan Vanda berdaun lebar.

          Salah satu dari jenis anggrek yang ada di Indonesia yaitu Paphiopedilum. Anggrek Paphiopedilum termasuk anggrek yang paling populer di dunia, namun juga membutuhkan perawatan yang lebih. Anggrek Paphiopedilum memiliki bunga yang eksotis serta tahan lama hingga berbulan-bulan. Bunga anggreknya memiliki warna yang menarik dan beragam serta beda dari bunga anggrek lainnya (Rahmatia dan Pitriana, 2007).

                 Bentuk dari kelopak, mahkota dan labellumnya kontras dan terkadang warnanya pun dapat berlainan. Dua mahkota disisi samping tampak seperti sayap, labellumnya yang berbentuk bulat seperti kantung, oleh karena itu di Indonesia anggrek Paphiopedilum dikenal dengan nama anggrek kantung. Letak dari kedua kelopak bunga yang sangat berdekatan sehingga tampak seperti menyatu, dari keseluruhan paduan bentuk serta warna dari Paphiopedilum inilah yang menjadi ciri khasnya tersendiri (Rahmatia dan Pitriana, 2007).

               Salah satu jenis dari anggrek Paphiopedilum yang sekarang mulai terancam kepunahan ialah Paphiopedilum lowii. Anggrek Paphiopedilum lowii termasuk anggrek epifit, yaitu anggrek yang hidup pada pohon-pohon besar dan tinggi yang berada pada dataran rendah namun juga tumbuh sebagai litofit pada bebatuan berlumut, lubang-lubang batu berisi lumut maupun humus. Persebaran anggrek ini dapat ditemui di Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi (Indonesia) dan pada beberapa daerah di Malaysia seperti Peninsular Malay dan Sarawak. Berdasarkan data dari IUCN red list (International Union for Conversation of Nature) bahwa status konservasi anggrek Paphiopedilum lowii berada pada EN (Endangered) atau yang berarti terancam punah karena mengalami penurunan populasi sebanyak 50% dari habitatnya yang disebabkan oleh beberapa aktifitas manusia seperti eksploitasi, perdagangan bebas, degredasi habitat, perusakan hutan serta perluasan lahan pemukiman (berdasarkan data dari IUCN).  

                  Berdasarkan data yang telah diperoleh dari IUCN red list yang telah mendata tentang status konservasi serta ancaman kepunahan yang menyebabkan anggrek Paphiopedilum lowii dapat terancam kepunahan, saya membuat action plan saya mengenai anggrek ini.  Action plan atau aksi personal merupakan suatu aksi yang dapat dilakukan untuk suatu waktu yang akan mendatang dimana bisa dilakukan dengan secara pribadi atau bersama untuk menyelamatkan tumbuhan atau tanaman endemik seperti misalnya anggrek  Paphiopedilum lowii , dalam menghadapi kepunahan. Action plan dapat dimulai secara sederhana untuk permulaannya seperti mencari tahu tentang permasalahan utama yang dapat menyebabkan terjadinya kepunahannya anggrek Paphiopedilum lowii ini kemudian dapat melakukan pendataan seberapa banyak yang masih tersisa dari anggrek ini di alam liar maupun yang diperjual belikan secara umum serta mencari tahu bagaimana cara merawat serta membudidayakan anggrek Paphiopedilum lowii ini dengan benar, dari hal tersebut dapat dilakukan lebih lanjut dengan melakukan aksi atau kegiatan nyata yang merupakan bentuk kepedulian akan spesies ini. Aksi yang saya ingin lakukan ialah melakukan pendataan terlebih dahulu lebih mendalam tentang anggrek ini di alam, kemudian mempelajari bagaimana cara merawat dan membudidayakannya yang juga dapat dilakukan oleh banyak orang diluar sana yang memiliki kepedulian terhadap spesies yang terancam punah. Harapan saya dari aksi sosial ini adalah kelak dari kaum anak-anak hingga dewasa untuk mampu lebih memahami serta mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari mengenai konservasi dan budidaya anggrek, sehingga anggrek Paphilopedium lowii mampu mempertahankan jumlah populasinya di generasi yang akan datang.

Daftar Pustaka

Rahmatia, D dan Pitriana, P. 2007. Buku Pengayaan Seri Flora & Fauna: Bunga Anggrek. JP Books, Surabaya.

Darmono, D. W. T. 2005. Bertanam Anggrek. Penebar Swadaya, Jakarta.

https://www.iucnredlist.org/species/43321458/43327914

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

4 Responses to Eksotisan yang Berada di Ujung Tanduk Kepunahan

  1. dkrisna says:

    Artikel yang menarik, saya sendiri menjadi tertarik lebih dalam untuk mengenal anggrek tersebut. Semoga akan lebih banyak orang yang akan membaca artikel ini, dan semoga action plannya bisa berjalan lancar ya.

  2. mardianacans says:

    semoga action plannya terealisasikan. good luck!!

  3. Iriana says:

    Artikel yang menarik dan bermanfaat. Semoga dengan artikel ini akan lebih banyak orang yang lebih menaruh perhatian terhadap anggrek Paphiopedilum lowii

  4. yolly says:

    semoga dengan adanya action plan ini, anggrek paphiopedilum lowii lebih diperhatikan lagi, sehingga dapat mencegah kepunahannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *