blessed

Kupu-kupu Eksotis yang akan Lenyap di Pulau Eksotis

Posted: September 1st 2016

Indonesia memang negara dengan keanekaragaman kupu-kupu tertinggi kedua di dunia. Dari sekitar 20.000 jenis kupu-kupu di dunia, Indonesia memiliki sekitar 2.500 jenis. Namun sayangnya, sudah ada 20 jenis kupu-kupu di Indonesia yang dimasukkan ke dalam daftar jenis satwa yang dilindungi melalui Peraturan Pemerintah No 7 tahun 1999 karena kelestariannya yang terancam .

Kupu-kupu sayap burung Obi atau Ornithoptera aesacus merupakan salah satu spesies kupu-kupu langka yang merupakan hewan endemik pulau Obi, Maluku Utara dan di pulau-pulau sekitar Maluku Utara. Habitat kupu-kupu ini mendiami hutan hujan tropis sebagai habitatnya. Pulau Obi merupakan sebuah kecamatan yang masuk dalam wilayah kabupaten Halmahera Selatan propinsi Maluku Utara.

Ornithoptera_aesacus_m

Gambar 1. Ornithoptera aesacus

Klasifikasi Ilmiah

Kerajaan : Animalia

Filum : Arthropoda

Kelas : Insecta

Ordo : Lepidoptera

Famili : Papilionidae

Genus : Ornithoptera

Spesies : O. Aesacus

Nama lain dari kupu-kupu ini adalah obi birdwing (english), ornithoptère obi (french). Spesimen dari indonesia terbentuk pertama pada 02 November 1998. Kupu-kupu sayap burung Obi atau Ornithoptera aesacus merupakan anggota dari kelompok spesies Ornithoptera priamus. Kedua spesies ini sangat mirip, tetapi Ornithoptera aesacus jantan memiliki warna biru cerah kemilau. Pada kupu-kupu jantan memiliki lebar sayap hingga 14 cm sedangkan betina memiliki lebar sayap hingga 19 cm.

kupu_priamus

Gambar 2. Ornithoptera priamus

Kupu-kupu sayap burung Obi telah diklasifikasikan sebagai spesies yang vulnerable oleh IUCN sehingga telah dilakukan upaya konservasi. Pulau Obi memiliki potensi tambang nikel selain memiliki potensi sumber daya alam dalam sektor pertanian, juga terdapat sektor pertambangan yang cukup baik. Potensi yang ada adalah tambang emas dan batubara. Besarnya potensi tambang di daerah ini berkorelasi terhadap besarnya ancaman hutan asli oleh penebangan liar.

iucn

Gambar 3. Status Konservasi dari IUCN

Impor Ornithoptera aesacus ke Uni Eropa langsung dari Indonesia terjadi selama periode 2001-2010 dan dilaporkan impor spesimen kupu-kupu ini dibatasi dimana itu dianggap sebagai upaya menjaga kelestariannya. Habitat dan ekologi O. aesacus dianggap kurang dikenal karena kurangnya koleksi yang ada, termasuk koleksi museum. Ancaman utama bagi serangga ini, adalah kerusakan habitat melalui logging oleh pemerintah, perusahaan dan masyarakat setempat. Kupu-kupu sayap burung Obi ini adalah hanya beberapa dari ribuan spesies hewan dan tumbuhan yang terancam punah sebagai akibat dari penebangan hutan dan perburuan untuk membuat spesimen karena warnanya yang menarik untuk diekspor.

Luasnya kehilangan habitat dilaporkan mengancam spesies ini dan penebangan sebagian besar hutan dataran rendah di Pulau Obi mungkin menjadi alasan utama untuk yang “kelangkaan” dari spesies. Ada beberapa “perdagangan gelap” dari spesies, tidak menimbulkan ancaman signifikan. O. aesacus tidak termasuk dalam daftar spesies yang dilindungi di Indonesia. Oleh karena itu, selayaknya kupu kupu dijaga kelestarianya dengan cara tidak merusak lingkungan habitatnya. Lingkungan yang rusak membuat populasi kupu-kupu akan berkurang.

Telah dilakukan upaya konservasi untuk kupu-kupu Obi ini dengan salah satunya adalah pelarangan perburuan kupu-kupu hidup yang akan dijadikan spesimen/diawetkan. Sedikit yang diketahui dari jumlah kupu-kupu ini, namun upaya untuk menjaga kelestarian dan menjaga habitatnya terus dilakukan. Larangan penebangan pohon meruapakan salah satu upaya untuk menjaga habitat dari kupu-kupu ini karena salah satu alasan kupu-kupu ini menjadi terancam karena habitatnya yang rusak. Pembangunan pertambangan yang cukup banyak membuat banyak habitat kupu-kupu ini menjadi rusak yang berakibatkan pada kelangsungan hidup spesies kupu-kupu ini.

Refrensi :

http://www.iucnredlist.org/details/15511/0 (diakses pada tanggal 30 Agustus 2016)

http://www.barrycogswell.com/paintings/_ornithoptera/pages/20%20O.%20Aesacus%20m%20&%20f.html (diakses pada tanggal 30 Agustus 2016)

UNEP-WCMC. 2012. Review of butterflies from Asia and Oceania subject to long-standing positive opinions. UNEP-WCMC, Cambridge.

 


4 responses to “Kupu-kupu Eksotis yang akan Lenyap di Pulau Eksotis”

  1. Cicilia Kris says:

    sayang sekali, kupu-kupu yang cantik ini akan lenyap begitu saja hanya demi kepuasan duniawi manusia. Tambang emas dan batubara memang menjanjikan, namun alangkah baiknya bagi mereka yang akan mengembangkan usaha juga harus memikirkan dampak kedepan bagi penghuni ekosistem tersebut. (90/100)

  2. Informasi yang menarik sekali Sarah. Saya setuju dengan upaya konservasi yang anda tulis, Sebaiknya habitat kupu-kupu tidak dirusak dan tumbuhan-tumbuhan serta bunga dibiarkan hidup agar kupu-kupu ini tidak punah (9/10)

  3. friscasari12 says:

    Dulu semasa kecil saya msh menjumpai bnyk kupu-kupu di lingkungan sekitar. Sekarang sudah hampir jarang sekali. Setuju deh sama info dari Sarah. Walaupun kupu-kupu itu kecil tp setidaknya tetap dilestarikan krn selain cantik, kupu-kupu jg memiliki peran trsndiri untuk ekosistem sekitar (90/100)

  4. retnawan says:

    sangat menarik sekali, saya penasaran apakah kupu-kupu ini sudah pernah dilakukan suatu penelitian tentang kupu-kupu ini, baik penelitain mengenai tanaman apa yang menjadi tempat inangnya. jika suda dilakukan penelitian mengenai hal tersebut, saya rasa sangatlah mungkin bagi kita oran-orang biologi untuk mengembangbiakan, hal ini juga membantu pelestarian dari kupu-kupu cantik ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php