Rumus Rumus Ala Abi Gael

Sekolah gender baru bagi pesantren

Posted: February 4th 2019

Sekolah gender saat ini berada di lingkungan sekolah asrama. Tujuannya adalah untuk memperkenalkan perspektif gender yang adil dalam memahami ajaran agama. Bagaimana cara kerja program ini?
Salatiga, Jawa Tengah –

Bagi Ulfah Mahmudah, gender bukanlah masalah yang sama sekali baru. Dia sudah kuliah mengatakan dia sering membahasnya cukup sering. Sementara itu, Ulfah adalah seorang siswa perempuan di Pondok Pesantren Islam Al Falah Tarbiyatul (PPTI) di Saratiga, Jawa Tengah. Nah, dalam keadaan seperti itu, pertanyaan tentang seksualitas jarang dibahas.

Oleh karena itu, ia bergabung dengan delapan sesi program sekolah gender yang dengan antusias diadakan di suaka dan baru saja berakhir. Dalam program ini, Ulfah juga membahas apa itu gender, diskusi dari sisi agama, dan psikologi. “Tidak hanya perempuan yang harus memahami gender tetapi juga laki-laki,” kata Urufa.

Sebagai siswa perempuan, Ulfah mengklaim bahwa pesantrennya memberikan bagian jender yang adil. Namun, terkait sikap, Suntory jantan cenderung mendominasi.

Suntory untuk wanita

“Karena mereka belum pernah mendapat pengetahuan tentang gender, terutama di pondok pesantren. Sejauh ini belum ada masalah seksualitas khusus dalam kurikulum, bahkan saat ini Suntory pria dan wanita Ada perbedaan peran, saya tidak bisa melihat banyak, tapi masih, “kata Ulfah Mahmudah.

Sayangnya, Ulfah mengatakan bahwa sekolah gender sebenarnya tidak menarik bagi anak laki-laki. Mereka berasumsi bahwa pertanyaan yang terkait dengan keadilan gender hanya untuk masalah perempuan. Program sekolah gender sepenuhnya didukung oleh para pemimpin pondok, tetapi hanya tiga pria yang berpartisipasi dalam program ini hingga berakhir di antara puluhan peserta Suntory wanita.

Baca juga : tips memilih rental mobil


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php